Posts tagged ‘thriller’

MYSTERY ( PART 2)

 

@@@@

 

Previously….

Junhyung bertekad akan menemukan pembunuh itu dan membalaskan dendam sahabatnya. Namun, ia tak tahu siapa yang akan ia hadapi nanti. Bahkan ia tak tahu tentang kondisi Kevin yang kedua matanya di congkel dengan sadis.

Akankah ia bisa selamat dari kekejaman pembunuh itu? Baginya saat ini adalah segera menemukan Kiseop sebelum pembunuh itu menemukannya.

 

@@@@

 

Doojoon, masih nanar menatap jasad Kevin, ia mencoba berdiri namun tubuhnya limbung dan terjatuh lagi. Dengan merangkak perlahan, memaksa lututnya menyeret tubuhnya ke tubuh lunglai adiknya. Tangannya merasakan kasarnya aspal yang membuat telapak tangannya lecet, namun ia tak peduli, matanya tertancap pada wajah tanpa mata itu. pandangannya kabur, karena air mata terus saja mengalir deras.

Ia bersimpuh di samping Kevin yang tak bernyawa, ia mengangkat kepalanya dan mendekapnya di dadanya. Ia menangis pilu, siapapun yang mendengarnya pasti kan merasakan betapa hancur hatinya. Rasanya bagai dicabik-cabik.

 

Klontaaaang…..

 

Isak tangis Doojoon segera terhenti, ia mengedarkan pandangan, ia yakin baru saja mendengar suara kaleng jatuh. Jantungnya berdebar. Apakah itu pembunuhnya?, batinnya. Ia mengangkat tubuh Kevin dan menggendongnya. Kedua matanya terus meneliti tiap sudut jalan itu. Ia berani bersumpah ia telah melihat sekelebatan ujung hoodie di balik salah satu rumah reyot, persis seperti yang dilihatnya di etalase toko beberapa waktu lalu. Amarah dan dendam menyeruak di sekujur tubuhnya. Dengan gigi terkatup, ia berjalan menjauh dari jalan itu.

Read more…

Advertisements

Mystery (Part 1)

@@@@

 

A/N : Ini FF udah lama banget, di post di FB tanggal, 11 des 2011. Daripada membusuk di FB dan nggak ada yang baca lagi, jadi aku putusin buat post juga di sini. Disukai ya syukur alhamdulillah, gak disukai yaudah gak apa-apa. Hehehe. Bebas ini.

Cast U-Kiss dan B2ST. Thriller. Rada sadis. Absurd, mungkin alur atau plotnya nggak relevan, harap maklum, masih amatiran waktu nulis ini. Dan dialognya terlalu banyak. Hahaha. But enjoy aja, deh.

 

@@@@@

 

 

Kisah ini dimulai dari salah satu sekolah yang cukup menjadi sorotan media setempat. Sekolah yang hampir selalu bermasalah. Sebuah sekolah menengah atas yang terkenal akan kebengalan siswa-siswanya. Di sekolah itu terdapat beberapa geng, yang gemar menimbulkan kekacauan, baik di dalam maupun di luar sekolah.

Tak sedikit warga sekitar yang mengajukan protes dan keluhan terhadap sikap para siswa sekolah itu.

Para siswanya tak jarang ditangkap dan ditahan pihak kepolisian, namun mereka tak pernah jera. Masalah sepele bisa menjadi sangat besar, hingga terjadi perkelahian antar geng.

Read more…

Mysterious Land (Part 3) -Questions-

 ^^^

^^^

Aku memakai benda pemberian Baekhyun itu dan benar saja, cahaya dari telapak tanganku menjadi lebih terang dan kuat dari sebelumnya. Aku segera mengarahkannya ke serigala putih yang mengamuk itu. Dengan segenap tenagaku, aku mencoba menahannya bersama Luhan dan Baekhyun. Serigala putih itu meronta, menggeram dan sesekali mengeluarkan lolongan mengerikan.

Lay sudah bergabung dengan kami, ia mengucap mantra-mantra yang tak begitu jelas kudengar, dan Kai juga ikut membantu Lay mengikat dan meneyegel serigala siluman itu dengan ucapan-ucapan yang tak kupahami.

Aku sempat melirik naga Kris dan Chanyeol yang sudah berubah menjadi phoenix dan berdua terbang di angkasa, berputar-putar mencari lagi zombie di tempat lain.

Tenagaku terkuras habis demi menahan serigala itu, aku juga melihat Luhan yang tampak pucat serta Baekhyun yang terengah-engah. Lay dan Kai tak berhenti mengitari serigala putih yang meronta-ronta itu dan mengikatnya dengan mantra.

Hampir kehilangan kesadaranku, aku mendengar bisikan-bisikan di telingaku. Aku edarkan pandanganku, namun sepertinya yang lain tak menyadarinya. Mereka terlalu berisik menggeram, mengerang dan memaki. Tapi bisikan itu seolah berasal dari dalam telingaku. Aneh.

Aku mencoba mengikuti bisikan itu.

Jesu, Rex admirabilis. El triuphator nobilis. Dulcedo ineffabilis. Totus desiderabilis. La luz de cualquier luz. La Luz ilumina la oscuridad. Dioses de La Luz dan su fuerza me’ (cahaya dari segala cahaya,cahaya penerang kegelapan. Dewa cahaya berikan kekuatanmu padaku)

Aku tak mengerti kenapa aku bisa mengucapkan kata-kata asing itu? Belum pernah sekalipun aku mempelajari kata-kata yang terdengar bagai bahasa latin di telingaku. Sejak kapan aku bisa berbahasa latin?

Read more…

Mystery Land (Part 2) –The White Wolf-

Setelah Luhan menghilang ke dalam, semua orang kembali menekuri makanan mereka. Aku menatap mereka satu-persatu. Berbagai pertanyaan menyerbu otakku.

Di manakah aku sesungguhnya?

Siapa pemuda-pemuda berkekuatan aneh ini?

Rasanya aku seperti melihat mereka entah di mana. Ataukah ini yang dinamakan deja-vu?

Entahlah.

“Aaaarrgghhh.” Geramku sambil mengacak rambutku frustrasi.

Rupanya tindakanku membuat mereka terkejut dan menatapku bingung.

“Nona, ada apa? Kenapa kau tak menyentuh makananmu? Apa karena rasanya tidak enak? Jika iya, maka aku akan memasak lagi. Masakan kesukaanmu,” ujar D.O.

“Ah, bukan itu. Aku hanya pusing. Terlalu banyak pertanyaan yang berputar-putar di dalam otakku,” kataku sambil tersenyum lemah.

“Apa yang ingin kau tanyakan, Nona?” Kris, si naga tampan itu bertanya. Tangan kanannya menopang dagunya, dan kedua matanya menatapku tajam.

“Sesungguhnya pertanyaanku sangat banyak. Karena semua yang terjadi di sini sangat aneh bagiku. Namun, yang pertama membuatku sangat penasaran adalah, dari mana bahan-bahan makanan ini? Sedangkan sejauh yang kulihat sampai saat ini adalah tak ada orang lain selain kalian, tak ada tumbuhan. Makhluk hidup yang sempat kulihat hanyalah tikus-tikus gendut menjijikkan dan burung gagak serta elang.” Akhirnya aku berhasil menanyakan hal ini. Karena aku waswas dengan menu yang mereka sajikan.

 

D.O terkekeh, “Oh, semua bahan makanan ini diambil Kai dari tempat lain yang  sangat jauh dari sini. Selain bisa bertransformasi menjadi serigala hitam, Kai juga bisa berteleportasi dari satu tempat ke tempat lain.” Jelasnya sambil memelototi Kai yang menyambar steak yang tersisa. Bukankah ia sedang dihukum tak boleh memakan steak?

Setelah yakin akan keamanan dan kelayakan masakannya, aku pun mulai melahap habis isi piringku. Lezatnya luar biasa. Perut laparku segera penuh. Aku makan dengan rakus. Persis orang kesetanan. Semua pemuda itu menatapku. Mereka mengernyit melihatku yang makan tergesa-gesa.

Aku tersipu malu, “Maafh.. akhu mhemhang shudahh lapharh sejhakh tadhi.. hehehe.” Aku menyeringai bodoh sambil mengusap mulutku yang belepotan.

“TIDAAAAAAAK!!! SEHUUUUUN AAAAHHHHH!” suara jeritan melengking terdengar dari dalam.

Read more…