Posts tagged ‘renungan’

Pause And Think

Assalamu alaikum… Well, meskipun makin jarang yang mampir ke blog ini, aku tetep pengin nulis dikit-dikit lah. Kali ini aku mau curhat secuil. Akhir-akhir ini, aku sering tiba-tiba deg-degan. Bukan karena gejala jantungan. Tapi karena aku mikirin akhir dari kehidupan ini. Yup, KEMATIAN-ALAM KUBUR-AKHIRAT. Tiap aku renungin lagi, aku mikir tentang apa aja yang udah aku lakuin selama ini. Terus aku tersentak oleh fakta bahwa semua yang ada di dunia ini akan binasa. Lalu aku kebayang-bayang tentang gimana kita nanti bakal antri nerima buku amalan kita. Gilaaak! Dari manusia pertama lho! Kita ini dapet antrean nomor berapa coba? MasyaAllah. Lalu aku tersentak lagi dan ngerasa bahwa aku lagi tidur panjang. Ya, kita benar-benar sedang tidur panjang. Kita akan bangun ketika hari kebangkitan tiba, yaitu ketika sangkakala dibunyikan untuk ke dua kalinya. So, teman-temanku, tiap hari usahain buat nge-pause semua kegiatan duniawi, dan ingat HARI KITA DIBANGUNKAN DARI TIDUR PANJANG INI.Semoga Allah merahmati. Wassalam

Advertisements

La Tahzan: Jangan Bersedih (part 4)

 

*-*

*Iman Adalah Kehidupan

 

Seberapa besarkah keimanan kita?
Ketika kita dilanda kesusahan dan kita terpuruk hingga menyerah dan putus asa, saat itulah keimanan kita diragukan. Kok gitu?

Yups, memang begitu. Karena tipikal orang yang sengsara dalam segala konteksnya adalah mereka yang perbendaharaan keimanan dan keyakinannya telah ludes. Makanya mereka selamanya berada dalam kesedihan, kemurkaan dan kehinaan.

Resep mujarab buat membahagiakan jiwa, membersihkannya dan menyucikannya, membuatnya senang dan menghilangkan kegundahan di dalamnya hanyalah iman kepada Allah.

Buat orang yang membangkang kepada Allah, jika mereka nggak beriman sama sekali, jalan terbaik yang bisa mereka tempuh adalah bunuh diri biar jiwa mereka tenang dan terbebas dari segala tekanan.

Belum lama ini aku ketemu salah seorang saudaraku. Sekarang ini dia lagi down banget gara-gara dia kena tipu sehingga banyak uang yang hilang ditilep si penipu itu. Dan dia diuber-uber orang-orang yang uangnya ikutan hilang itu. Dia nggak punya kerjaan, jadi nggak punya uang buat bayar kerugian tersebut. Dia sampai ngemis ke semua keluarganya yang masih tersisa (yang kebetulan kaya-kaya), tapi mereka nggak mau bantu dia. Aku pribadi nggak bisa bantu apa-apa kecuali ngadem-ngademin dia bahwa Allah nggak lalai akan hambanya yang beriman. Aku terus nasehatin dia dan ingetin dia tentang betapa besar rahmat Allah, dan bahwa suatu saat dia bakal dikasih jalan terbaik sama Allah. Nah, dia itu saking downnya sampai berkali-kali mau bunuh diri. Aku sampai ngutip hadits-hadits tentang siksaan bagi pelaku bunuh diri biar dia mikir panjang dan nggak gegabah. Dan itu cukup berhasil. Tapi masalahnya dia depresi banget. Ya, gimana nggak depresi coba?
Dia diusir dari rumah suaminya dan sekarang jadi gelandangan yang tidur di masjid dan kadang saking laparnya dia sampai makan makanan sisa yang dibuang ke tong sampah. Dia perempuan, btw.
Miris banget sumpah. Aku pengin banget bantu, tapi aku sendiri nggak punya uang sebanyak itu. Dia itu sudah putus asa. Keimanannya sedang diuji Allah. Sejak lebaran ini aku nggak dengar kabar dari dia. Gimana nasibnya pun aku nggak tahu.
Iman dia sedang dalam level terendahnya, makanya dia nggak bisa melihat hikmah dari ujiannya itu. Dia lupa bahwa di dalam kesulitan pasti ada kemudahan.
Well, aku pribadi nggak yakin bakal sanggup kalau ada di posisi dia. Tapi kalau kita mau belajar dari orang-orang yang ngerasain ujian yang jauh lebih berat, insyaAllah kita bakal sanggup hadapi rintangan apapun. Karena ya itu, badai pasti berlalu.
Dengan meningkatkan iman dan taqwa, insyaAllah kita bisa lolos dalam tiap ujian yang Allah berikan.

 

Sudah saatnya kita semua (bahkan dunia) mengakui dan mengimani secara tulus (ikhlas) bahwa ‘tidak ada Ilah selain Allah’.
Sekuat dan selemah mana iman Anda, sehangat dan sedingin mana iman Anda, sebatas itulah kebahagiaan, kelapangan dan ketenangan yang Anda rasakan.”

Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. AN-Nahl: 97)

Read more…

La Tahzan: Jangan Bersedih (part 3)

Read more…