-0-
Cuping hidung Yixing melebar berusaha menangkap partikel-partikel uap yang membawa serta keharuman kopi yang barusan ia tuang ke dalam cangkir. Dinikmatinya sensasi menenangkan yang ditimbulkan aroma nikmat itu. Sensasi yang meremajakan pikirannya yang cukup semrawut karena menghadapi kasus-kasus yang dilimpahkan kepadanya.
Pria akhir dua puluhan itu meregangkan kedua kakinya ke atas meja dan punggungnya ia sandarkan dengan nyaman di sofa. Sesesap demi sesap, ia membiarkan cairan pahit bercampur manis itu melebur dan memanjakan lidahnya. Nikmatnya minuman berkafein itu membuainya dan Yixing pun merasa santai dan segar. Semua kepenatan nyaris sirna seiring berkurangnya isi cangkir itu.
-0-

Read more…

Advertisements