Posts tagged ‘kdrama’

Obrolan Ringan Tentang K-Drama

 
Beberapa minggu ini aku nonton beberapa judul K-Drama yang seru-seru. Diantaranya; Angry Mom, Remember, Reply 1988, Dr. Frost dan Sensory Couple (The Girl Who Sees Smells).

 

angry_mom-cp

Dari Angry Mom dulu deh. Aku iri sama Jo Kang Ja. Andai bodiku kayak dia, aku juga mau make seragam SMA lagi dan sekolah lagi. Seriusan, kejenuhan sebagai ibu rumah tangga bikin aku iri sama anak-anak sekolah. Sepusing-pusingnya mereka ngadepin tugas, ujian, dll, seenggaknya mereka hanya punya satu tanggungjawab, yaitu belajar.
Kalo ibu rumah tangga mah tanggungjawabnya seabrek. Bukan cuma ngelahirin dan ngurusin anak, tapi harus menjaga kehormatan dirinya dan suaminya, menjaga anak-anaknya agar nggak salah gaul, menjaga perasaan mertua dan ipar-ipar, belum lagi ngedidik anak baik itu ilmu agama, akhlak dan akademis. Dan tanggungjawabnya itu bukan di dunia tok, tapi nyampe ke akherat. Itulah salah satu alasan kuat kenapa para emak itu CEREWET. Karena bebannya berat banget. Selain ngurusin keluarganya, dia juga harus ngurusin dirinya sendiri. Itulah sebabnya Allah memuliakan para ibu dengan menyebut “surga berada di telapak kaki ibu”.
Tapi bagaimanapun juga, aku masih pengin sekolah lagi heheh. Sekolah buat ibu-ibu seharusnya dibikin ya? Aku yang pertama bakal daftar heheh

Nah, di Angry Mom ini awalnya rada ngebingungin. Kenapa si Jin Yi Kyeong dan Oh Ah Ran dibully dan diancam sama Go Bok Dong. Tapi mulai episode 2 dan 3, satu per satu semakin jelas. Konfliknya bagus, menitikberatkan pada korupsi besar-besaran demi kampanye capres. Aku kalau nonton yang kayak gitu, pasti kepikiran kampanye-kampanye politik di Indonesia. Pasti banyak pihak yang menghalalkan segala cara buat dapat dana kampanye. Kalau dari kampanyenya aja nggak jujur, lalu gimana kita mau percayain masa depan pemerintahan ini di tangan para pendusta? Maka jadilah apa yang terjadi saat ini. Kemelaratan merajalela. Kekurangan pangan. Kejahatan makin menjamur. Well, rusaknya dunia disebabkan karena rusaknya manusia. Relevan banget kan?

Karakter Park No Ah, si guru polos yang lemah, yang nggak disegani sama sekali itu ternyata bisa jadi contoh guru idaman yang dibutuhkan para murid. Guru yang begitu perhatian terhadap perilaku murid-muridnya. Mungkin kalau guru seperti itu dibudidayakan, kemungkinan besar acara tawuran antar pelajar dan kenakalan-kenakalan remaja lainnya bisa diminimalisir. Hanya sayangnya, negara ini kayaknya kurang merhatiin kesejahteraan guru. Beda banget sama negara-negara maju yang menjamin kesejahteraan tenaga pengajar. Di sini yang namanya guru, pasti masih nyari kerja tambahan, entah dengan jadi guru les privat atau dagang. Karena gajinya nggak mencukupi. Padahal guru merupakan tonggak keberhasilan suatu bangsa. Miris ya.
Karakter yang diperanin Baro B1A4, Hong Sang Tae, sebenarnya bikin iba. Dia dirusak oleh bapaknya sendiri. Kekurangan perhatian dan kelembutan ibunya, Sang Tae jadi anak yang egois dan sok berkuasa. Padahal dia rapuh banget. Dan Park No Ah nyadari hal itu. Dengan beberapa pendekatan, Sang Tae pun berhasil ditolong.

Read more…

Advertisements

Apa yang Aku Suka dari…

Akhir-akhir ini, aku sering bosan karena hampir semua orang dalam kontak hapeku sibuk dengan urusannya masing-masing, akhirnya aku jadi nggak ada teman ngobrol yang seru dong, ya. Untungnya aku punya stok novel dan drama yang bisa aku pakai buat membunuh kebosananku.
Seperti novel yang aku pinjam dari iparku, “INFERNO” by Dan Brown. Salah satu penulis novel yang jenius dan kece badai ulala dah. Hehehe. Sebelumnya aku sudah jatuh cinta sama dua novelnya yang berjudul “The Da Vinci Code” dan “Angles and Demons”, yang kedua-duanya difilmkan dan diperankan oleh Tom Hanks. Sayang banget filmnya nggak semenakjubkan novelnya. Udah klise banget sih, filmnya gagal menggambarkan greget novelnya.
Tapi, “Inferno” yang lagi aku baca ini memberikan kesan yang lebih mencekam dibanding empat novel Dan Brown yang sudah aku baca.

Read more…