Aku heran dengan temanku yang satu ini. Biasanya dia berisik, heboh, dan bawel, tapi beberapa hari ini dia mendadak jadi pendiam, dan cukup menyebalkan dengan sikap juteknya bak emak-emak kehabisan duit belanja mingguan. Aku sebagai teman yang penuh perhatian berusaha mencoba untuk berkomunikasi dari hati ke hati dengannya, tapi dia selalu sewot dan tidak segan-segan melempar aku dengan apapun yang ada di dekatnya. Untung saja bukan meja atau sofa yang dia timpuk ke mukaku, bisa hancur wajah tampanku ini.

Perubahan sikapnya ini menarik perhatian teman-temanku yang lainnya, dan mulailah bisikan-bisikan penuh tanda tanya mengikuti pendengaranku di manapun aku berada (ketika bersama teman-teman tentunya).

Read more…