Posts tagged ‘Fluff’

I Want To Write You A Song

rapmon
*

Segerombolan gadis berkumpul di seberang lapangan, sedang mengobrol dan sesekali cekikikan centil. Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengawasi dari kejauhan. Kedua mata itu nyaris tak berkedip menatap sesosok gadis berambut sebahu yang dihiasi jepit rambut mungil di salah satu sisinya. Ketika gadis itu tersenyum bersama kawan-kawannya, si penatap rahasia ini pun ikut tersenyum seolah dia diajak bercanda.
Sebuah tepukan kasar mengejutkannya, “Namjoon, Jangan kelamaan menatapnya, nanti dia kena sial lho,” ucap orang itu dengan cengiran usil menghiasi wajahnya.
“Kalau yang ditatap itu kamu, sudah pasti siapapun bakal sial,” Namjoon mendengus kesal.
“Mau sampai kapan kamu mengawasi semua gerak-geriknya?”
“Kim Taehyung, aku bukan kamu yang bisa dengan gampangnya nembak cewek. Aku…” ucapannya menggantung ragu.
“Kamu kurang pede ya?”
“Bukan. Tapi aku belum pantas untuknya,” gumam Namjoon lirih.

Read more…

Advertisements

Me And My Kids

*

 
*^*

a/n: Hola! Aku tiba-tiba kembali lagi dengan FF baru. Yup, FF KRISLAY terbaru. Hohoho. Sebagian besar dari kisah ini terjadi di kehidupan nyata, alias kehidupanku sendiri hehehe. Seperti biasa, aku selalu ngangkat tema yang simpel jadi sebuah cerita yang mengademkan hati wkwkwkwkw. semoga nggak mengecewakan ya. Plis plis plis pada komen dan kasih kesan-kesannya ya.

*^*

Akhirnya sampai juga ke ‘home sweet home’ gue. Seharian ngejogrok di kantor ngadepin manajer bawel dan rekan kerja yang bau ketek benar-benar bikin gue nyaris pingsan saking stresnya.
Rumah… tempat gue pulang dan istirahat. Tempat dimana gue bisa bebas dari tekanan hiruk pikuk tempat kerja yang super sibuk.
Biasanya gue sampai rumah itu jam 6 sore, tapi berhubung hari ini akhir bulan, maka gue terpaksa pulang jam 8 malam, dan baru sampai rumah sekitar jam 9 kurang.

Sofa kesayangan gue sudah lambai-lambai jablai gitu waktu gue masuk ruang keluarga. Dan lambaian itu nggak gue abaikan. Tubuh keren gue langsung menyambut uluran cintanya. Dan gue pun ngegelosor di atas permukaannya yang empuk, lembut dan agak bau susu basi.

HAH, APA? SUSU BASI?

Read more…

Oh, Brother! (V. Minseok /END)

***

 

 

 

***

 

 

Minseok sedari pagi tampak begitu sibuk menyiapkan ini-itu bersama ibu dan kakaknya demi mempersiapkan pesta ulang tahunnya. Pesta kecil-kecilan saja, karena Minseok tidak begitu suka suasana terlalu ramai. Dia hanya mengundang keempat sahabatnya untuk ikut merayakan hari jadinya.

Seorang pria 28 tahun (yang sering keliru dikira usia 18 tahun) masuk dapur sambil mengangkat kotak minuman bersoda. Minseok yang sedang menata kue-kue di atas piring saji, menggumam terima kasih.
“Seok, apa lagi yang mau dibeli?” tanya kakaknya.
“Sudah pesan pizza, Kak? Empat loyang kurang nggak, ya?”
“Pesan lima loyang saja, Sungmin. Ibu takut kurang nanti. Kamu tahu sendiri gimana selera makan teman-teman adikmu ini,” ujarnya disela kekehan usilnya.
Minseok manyun dan Sungmin tergelak.
Pemuda yang berulang tahun itu menyetujui usul ibunya dan memesan lima loyang pizza ukuran large.

Read more…

Oh, Brother! (III. Chanyeol)

***

 

 

 

Pada hari minggu ini, Chanyeol menggunakan kesempatannya untuk menuntaskan semua tugas yang dilimpahkan dosennya. Ada sekitar tiga tugas dari tiga mata kuliah yang berbeda.
Cowok bongsor boros senyum itu sengaja bangun lebih pagi demi mendedikasikan waktunya untuk belajar.
Semua berjalan lancar.
Pukul 7, dia mandi. Kemudian dia menyiapkan dua tangkup roti isi daging asap dengan keju dan selada, ditambah segelas susu. Sambil mengunyah rotinya, Chanyeol menyeleksi apa saja yang akan dikerjakan dulu. Selesai sarapan setengah jam kemudian, dia langsung masuk kamarnya dan mulai tekun belajar.
Demi kelancaran kerjanya, cowok bersorot mata jenaka itu bahkan mematikan ponselnya agar terbebas dari gangguan Yifan, Luhan dan dua sahabat lainnya.

Read more…

Mr. Yixing And Mr. Yifan (two : Fragile As Crystal)

-0-
Cuping hidung Yixing melebar berusaha menangkap partikel-partikel uap yang membawa serta keharuman kopi yang barusan ia tuang ke dalam cangkir. Dinikmatinya sensasi menenangkan yang ditimbulkan aroma nikmat itu. Sensasi yang meremajakan pikirannya yang cukup semrawut karena menghadapi kasus-kasus yang dilimpahkan kepadanya.
Pria akhir dua puluhan itu meregangkan kedua kakinya ke atas meja dan punggungnya ia sandarkan dengan nyaman di sofa. Sesesap demi sesap, ia membiarkan cairan pahit bercampur manis itu melebur dan memanjakan lidahnya. Nikmatnya minuman berkafein itu membuainya dan Yixing pun merasa santai dan segar. Semua kepenatan nyaris sirna seiring berkurangnya isi cangkir itu.
-0-

Read more…

Love Is The Answer (Two)

A/N : Sequel LOVE IS THE ANSWER (one)

=0=

“A great spouse loves you exactly the way you are. An extraordinary spouse helps you grow; inspires you to be, do and give your very best.”

 

=0=

Mumpung sekarang hari Minggu, gue punya rencana buat kasih kejutan untuk Luna. Pagi banget sebelum dia bangun, gue buru-buru ke dapur dan siapin sarapan. Jam 6 tepat, Luna bangun dan langsung mandi seperti biasa. Gue berdiri di depan kamar mandi nungguin dia keluar.

“Ngapain kamu berdiri di sini?” tanyanya heran.

Gue tersenyum dan rangkul bahunya. “Ayo, kita sarapan.” Dia kaget waktu lihat meja makan sudah terisi menu sarapan pagi ini.

“Ini kamu yang bikin?”

“Iya.” sahut gue bangga.

Dia nggak bilang apa-apa lagi, tapi dari wajahnya, kok, kaya nggak suka. Kami makan dalam diam. Rasanya canggung banget.

Read more…

Love Is The Answer (One)

A/N: Ini lanjutan dari FF FAMILY MATTERS. 🙂

-0-

“We come to love not by finding a perfect person, but by learning to see an imperfect person perfectly.”

-0-

Ucapan Yixing masih membekas di benak gue. Tumben banget sobat gue itu punya pemikiran cukup kompleks seperti itu. Dia ngebuka hati dan pikiran gue. Mungkin gue terlalu pasrah dengan keadaan gue, dan yang memalukan itu gue hanya bisa ngeluh. Padahal gue harus bisa jadi pria yang berkarakter. Gue harus bicara dengan Sandara. Demi harga diri gue sebagai lelaki sejati.

Langkah gue menuju kamar tidur begitu mantap, lalu gue buka pintu kamar dan melihat istri gue lagi olesin krim di perut gendutnya. Gue samperin dia dan kecup dahinya. Perutnya gue usap-usap lembut.

Dia menatap gue sambil usap helai-helai rambut gue. “Chanyeol, aku sudah tentuin nama buat anak kita, sih.” ucapnya bangga.

Read more…