Posts tagged ‘Comedy’

Part Time Job

8d6726394d385ee4e322e295f36a10b6

Di kantin gue dan dua sobat kental gue, Hoseok dan Yoongi, duduk di meja melahap makan siang kami. Dua orang itu lagi heboh ngebahas tentang kerja sambilan. Gue yang sudah beberapa kali nyoba kerja sambilan, nggak ikut ngerumpi bareng mereka. Cukuplah gue menjadi pendengar aja.
Salah satu dari mereka nyadar kalau gue sudah pengalaman dalam kerja part time itu natap gue dengan penuh harap.
“Namjoon, lo kan udah beberapa kali kerja sambilan, bisa dong ngasih kita tips and trick buat nemuin kerjaan yang pas buat kita?” Yoongi mendadak kelihatan serius, dan Hoseok manggut-manggut penuh ekspektasi.
Gue sengaja lama-lamain nyeruput kuah ramyun. Biar gue makin ngerasa dibutuhin.
“Kim Namjoon! Nggak usah sok dibutuhin, deh,” sembur Hoseok dongkol. Gue hanya ngakak bahagia. Mereka memang sudah terlalu kenal gue.

“Tips and tricknya nggak susah, kok, guys,” kata gue sebelum minum jus jeruk buat ngilangin rasa pedas ramyun tadi, “lo berdua harus mau disuruh kerja apapun. Selama itu nggak ngelanggar norma-norma, lho. Lalu, kalian perlu nyari daya tarik dari pekerjaan yang mau kalian geluti.”
Yoongi dan Hoseok melongo. Sepertinya mereka nggak konek sama penjelasan gue.
“Diiyain aja, deh. Biar nggak kelamaan.” Kata Yoongi lesu.
Dan karena waktu belajar dimulai lagi, kami bertiga baik ke kelas masing-masing.

Read more…

Advertisements

Jogging Spirit

ca16f2569c2b8a5f15b88e7a11d125f8

 

Matahari baru saja mengintip dari cakrawala dan seorang pemuda sedang melakukan pemanasan untuk olahraga lari paginya yang rutin dia lakukan sejak sebulan lalu ini.
Wajahnya memancarkan semangat yang mampu menular kepada siapa saja yang melihatnya. Senyumnya sudah nyaris secerah cahaya mentari. Matanya berbinar bahagia.

 

“Sudah siap jogging, nih?” tanya temannya yang menatapnya dari kepala hingga kaki.
“Yoi, Bro. Lo mau ikutan?”
“Penginnya,sih ikutan. Tapi…” ucapannya menggantung di udara.
“Ah, bilang aja kalau lo malas. Tidur aja sana. Biar gue yang sehat sendirian.”

Read more…

Oh, Brother! (I. Yifan and Tao)

***

 

a/n ; Hai. aku kembali lagi dengan FF baru. jujur aja setelah sekian lama aku nggak nulis, aku jadi ngerasa kayak murid baru belajar nulis lagi. canggung dan kagok banget. jadi kalau FF ini terasa kurang bagus, kurang ngefeel atau kurang kece kayak FF2 ku sebelumnya, aku minta maaf sebelumnya hehehehe. please kasih good review ya. sudah lama aku nggak dapat komenan bagus hanya karena aku sudah nggak nulis FF YAOI lagi. T_T *mewek.

met baca ya. FF ini terinspirasi dari pengalaman hidupku sebagai sulung dari 5 bersaudara. ^^b

 

***

4ed42260e81b70876ba7c838ae6137bd

Sebuah cermin mendesah lega waktu wajah cowok tampan itu berbalik membelakanginya. ‘akhirnya cowok narsis itu pergi. Fiuh,’ batin cermin itu kira-kira. Cowok jangkung itu pun buru-buru menuruni tangga ke lantai bawah.

“Mami, Yifan cabut dulu, ya,” pamitnya dengan suara serak-serak paska pubernya.

Si Mami yang sibuk nguleni adonan pie menyahut, “Mau cabut gigi lagi, Fan? Bukannya baru sebulan lalu kamu cabut gigi gerahammu yang bolong?” ia mendesah lelah, “Makanya rajin gosok gigi dan kurangi ngemut permen loli terus.”
Yifan menggeram pelan, “Bukan cabut gigi, Mami. Tapi Yifan mau cabut ke rumah Luhan.”
Terdengar kekehan salting dari pihak sang Mami, “Kirain kamu mau ke dokter gigi lagi. Umm… Fan, kamu ajak adikmu, ya.”
Cukup satu kalimat itu saja sudah bisa bikin mata setengah jereng Yifan melotot, diiringi pekikan melengking khas ala sinetron alay.

“APAAAA? Ogah banget aku main sambil ajak si kutil itu!” sungutnya jutek setengah merajuk. (Yifan hebat. Meski kesal, dia masih sempat bikin sweter. /woy, itu merajut/ oh, udah ganti berarti )
“Mami bakal sibuk siapin buat acara arisan nanti sore, dan si Mbak pulang kampung, Mami nggak sanggup kalau harus masak dan jagain adikmu sekaligus, Fan,” pintanya sambil mendorong pelan bahu anak umur 1 tahun agar mendekati si sosok titisan tiang jemuran itu.
Mata galak Yifan menatap tajam bocah imut yang lagi nenteng ransel kepala panda. “Titipin tetangga aja, sih. Noh, si Sunny demen banget sama si kutil ini,” jari telunjuknya menuding tepat hidung mungil adiknya.

Read more…

Mr. Yixing And Mr. Yifan (two : Fragile As Crystal)

-0-
Cuping hidung Yixing melebar berusaha menangkap partikel-partikel uap yang membawa serta keharuman kopi yang barusan ia tuang ke dalam cangkir. Dinikmatinya sensasi menenangkan yang ditimbulkan aroma nikmat itu. Sensasi yang meremajakan pikirannya yang cukup semrawut karena menghadapi kasus-kasus yang dilimpahkan kepadanya.
Pria akhir dua puluhan itu meregangkan kedua kakinya ke atas meja dan punggungnya ia sandarkan dengan nyaman di sofa. Sesesap demi sesap, ia membiarkan cairan pahit bercampur manis itu melebur dan memanjakan lidahnya. Nikmatnya minuman berkafein itu membuainya dan Yixing pun merasa santai dan segar. Semua kepenatan nyaris sirna seiring berkurangnya isi cangkir itu.
-0-

Read more…

Family Matters

=0=

 A/N : Tiba-tiba aja muncul bayangan buat bikin cerita tentang keluarga member EXO setelah menikah nanti. Soal umur, itu terserah kalian mau dianggap mereka umur berapa. Yang jadi poin dari fic ini adalah banyaknya suka dan duka dalam berkeluarga. Meski ada yang galau atau bete, tapi bukan berarti menye-menye. Buat yang nggak suka biasnya dipair sama makhluk berjenis kelamin wanita, silakan jauh-jauh dari fic ini. Karena di sini semua cowok adalah STRAIGHT dan menikahi WANITA. Seriusan, nggak ada YAOI-nya sama sekali. Aku sudah pensiun dari dunia perYAOIan yang nista hehehehe. Ada beberapa POV di tiap sesi. Dan semua POV berasal dari member EXO. Aku nggak ngasih tahu itu POV siapa, tapi kalian silakan tebak sendiri. Hehehe.Silakan dibaca…

=0=

Sore hari yang mendung seharusnya jadi sore yang santai dan menyenangkan. Tapi kenyataannya, sore ini justru jadi sore yang bikin gue panik dan kesal. Suara gue nyaris serak gara-gara manggil istri tercinta. Tapi dia seperti kesurupan setan budeg atau setan keras kepala, deh. Nggak mau nurut sama omongan gue.

For God’s sake, Amber! Lo turun dari genteng sekarang juga!” perintah itu sudah gue ulang lebih dari dua puluh kali, tapi dia terus saja nangkring di atas genteng.
Read more…

EXO In UdeLand Udelicious

-o-

 

Sudah lebih dari tiga tahun lamanya, anggota grup cukup keren EXO ngabisin waktu bersama. Termasuk waktu mandi. Karena nggak jarang mereka mandi bareng maka mereka sudah tahu bentuk tubuh semua member.

Termasuk Udel.

Siang ini setelah latihan buat perform di MCountDown, mereka mandi bareng di tempat latihan. Tanpa mereka sadari, ternyata udel-udel mereka berinteraksi satu sama lain.

Read more…

The HISTORY Of WOLF

-o-

Prologue

Kurang lebih setahun yang lalu, sekelompok makhluk asing dikirim ke bumi karena dihukum oleh kerajaan yang berkuasa di planet mereka. Kedua belas alien berwujud menyerupai manusia bumi itu terpaksa menjalani hidup di dunia manusia. Mereka harus bisa menyembunyikan kekuatan supernatural mereka. Karena kalau sampai manusia tahu tentang mereka, maka habislah riwayat mereka. Entah mereka menjadi bahan penelitian di institusi-institusi ilmu pengetahuan atau bahkan dijadikan objek sirkus. Oleh karena itu, kedua belas makhluk luar angkasa itu menyamar dan baru bisa menggunakan kekuatan mereka jika mereka sedang berada di luar jangkauan manusia.

-o-

“Woy! Luhan, tendang bola itu ke gue!” teriak cowok berkulit sawo kematengan nyaris busuk itu.

‘Gue arahin ke lo, ya, Kai. Awas kalo lo teleport sebelum bolanya nyampe!’ balas Luhan pakai telepati ke otak Kai.

‘Sebelah kiri, Luhan! Biar Suho nggak bisa nangkep!’ Kai ngomong ke Luhan dalam hati. Dan Luhan langsung ngangguk. Bola itu menggelinding di tendang Luhan ke arah yang diperkirain Suho. Tapi dengan kekuatan telekinetiknya, Luhan ubah haluan bola itu dan dengan cekatan Kai ngilang dari tempatnya, dan muncul di tempat bola itu menggelinding, lalu dengan satu tendangan, bola itu ngelewatin Kris, si kiper dan… gol.

Read more…