Posts tagged ‘Amber’

Love Is The Answer (Three – End)

A/N : Ini lanjutan dari FF sebelumnya, yaa. The Final part

=0=

“The greatest marriages are built on teamwork. A mutual respect, a healthy dose of admiration, and a never-ending portion of love and grace.”

=0=

Aku mondar-mandir di teras rumah, sesekali aku lirik jam tanganku. Hampir jam 9 malam dan Sunny belum pulang. Sudah kutelepon berkali-kali tapi nggak diangkat. Kebiasaan, deh, pasti handphone-nya di silent. Pada puncak kekhawatiranku, sebuah mobil berbelok ke pekarangan. Supir pribadiku turun dan bukain pintu untuk Sunny. Akhirnya istriku pulang juga. Rasa khawatirku itu lenyap seketika waktu kulihat istriku turun dari mobil dan menenteng beberapa kantong dari butik ternama. Belum sempat aku mengucap satu kata pun, Sunny sudah berkicau dengan ramainya.

“Joonnyun, lihat apa yang aku beli.” dia ambil satu bungkusan dan membukanya dengan semangat. “Piyama buat anak kita. Bagus, kan?”

“Ya, bagus. Berapa harganya?”

” Hmm, agak mahal, sih. 150.000,”

Read more…

Advertisements

Family Matters

=0=

 A/N : Tiba-tiba aja muncul bayangan buat bikin cerita tentang keluarga member EXO setelah menikah nanti. Soal umur, itu terserah kalian mau dianggap mereka umur berapa. Yang jadi poin dari fic ini adalah banyaknya suka dan duka dalam berkeluarga. Meski ada yang galau atau bete, tapi bukan berarti menye-menye. Buat yang nggak suka biasnya dipair sama makhluk berjenis kelamin wanita, silakan jauh-jauh dari fic ini. Karena di sini semua cowok adalah STRAIGHT dan menikahi WANITA. Seriusan, nggak ada YAOI-nya sama sekali. Aku sudah pensiun dari dunia perYAOIan yang nista hehehehe. Ada beberapa POV di tiap sesi. Dan semua POV berasal dari member EXO. Aku nggak ngasih tahu itu POV siapa, tapi kalian silakan tebak sendiri. Hehehe.Silakan dibaca…

=0=

Sore hari yang mendung seharusnya jadi sore yang santai dan menyenangkan. Tapi kenyataannya, sore ini justru jadi sore yang bikin gue panik dan kesal. Suara gue nyaris serak gara-gara manggil istri tercinta. Tapi dia seperti kesurupan setan budeg atau setan keras kepala, deh. Nggak mau nurut sama omongan gue.

For God’s sake, Amber! Lo turun dari genteng sekarang juga!” perintah itu sudah gue ulang lebih dari dua puluh kali, tapi dia terus saja nangkring di atas genteng.
Read more…

Last First Kiss

-o-

A/N : Haaaiiiiiiiiiiii… apa kabar semuaaaaaa? Kali ini, author nista yang berusaha insaf, mau mulai meniadakan FF YAOI. Jadiiiiii… mulai FF ini dan seterusnya kalaupun genre ROMANCE pastilah STRAIGHT. Intinya, NO MORE YAOI or YURI. Say no more… yaoi… no more… yuri… say no more… baby… don’t cry… baby… *digamparbolakbalik.  Semoga fans-fansku terutama yang KRAY maupun HANHUN shipper nggak pada kabur. Hehehehe. Dan pastinyaaaa… cast cewek yang bakal aku pake adalah bias-biasku yang kece-kece dan asik. Tenang aja. Hehehehe

 

Cukup sekian kata pengantarnya. Silakan mengarungi isi otak dan hati Luhan tercintah.

-o-

Lagi enak-enaknya tidur, tiba-tiba kepalaku ditepuk. Sambil mengernyit kesal, aku mendongak dan langsung aku sentak orang nggak pengertian itu.

“Jo, apa-apaan, sih?” Orang itu cuma nyengir sambil acungin beberapa lembar amplop segala macam warna. “Apa itu?” aku mengangkat alisku tak acuh.

“Ini surat cinta, Luhan. Aku nemu setumpuk di dalam lokerku. Kayaknya mereka nekat selipin amplop-amplop ini dari sela pintu loker. Hehehe.” Dia melompat duduk di atas mejaku dan kipas-kipasin kertas itu dengan gaya tengil.

Okay, congrats. Finally you got yourself some secret admirers, Jo.” Balasku sinis dan siap-siap kembali tidur sebelum gurunya masuk.

“Eits! These are love letters for you, Dude.”

Aku intip sekilas surat-surat itu dan kibasin tanganku, “Throw them away!” dan kepalaku aku rebahkan lagi ke atas meja.

“Luhan! Kamu nggak bisa main buang begitu aja. Dibaca dulu apa salahnya, sih?” dia mengomel dan mendadak kelihatan bijaksana. “Siapa tahu ada cewek kecenganmu yang nekat nembak kamu. Ayo. Ayo, buka suratnya!”

Read more…

Need A Little Love (Three-Ending)

oOo

A/N : Akhirnya update juga, meski bukan KRAY tapi ini termasuk FF yang sulit buat aku ramu alurnya dan masukin feel ansgtnya. semoga ngena di hati, dan bisa jadi inspirasi.

Awas buat yang coba-coba plagiat atau repost ff-ffku dengan mengakui milik pribadi. Kalau mau share bilang aja. Jangan ngaku-ngaku milik sendiri. Seriusan, awas kalau sampai ada yang ketahuan curang.

oOo

Karena itu adalah hari minggu, maka tak seorangpun masuk ke kamar Sehun untuk membangunkannya. Mereka mengira bahwa Sehun masih tidur dan juga mungkin masih marah dengan kejadian semalam yang membuatnya enggan menemui keluarganya.

Masing-masing menjalankan kesibukannya sendiri. Ayah dan ibunya pergi entah ke mana, Jongin menghabiskan waktunya di gym dan berenang, Kris berlatih dengan tim basket kampusnya. Hanya dua orang pembantu rumah tangga dan seorang tukang kebun yang ada di rumah Sehun.

Dan mereka sama sekali tidak tahu menahu tentang keberadaan Sehun. Dan tak ada yang berniat mencari tahu. Semua orang seolah tak peduli akan keberadaan atau ketidakberadaan Sehun.

Read more…

Need A Little Love (Two)

 

oOo

Pintu kantor guru diketuk pelan, sepertinya sang pengetuk itu ragu-ragu. Ketukannya mengambang dan kurang mantap. Sambil bertanya-tanya siapa orang di balik pintu itu, aku mempersilakannya masuk. Pintu terbuka dan seseorang masuk ke dalam ruang kantor guru yang cukup lengang. Hanya ada aku dan tiga orang guru yang sibuk sendiri-sendiri.

“Selamat… siang, Pak.” Sapanya sopan dengan tubuh membungkuk hormat.

“Siang, Sehun. Silakan duduk,” aku menawarinya duduk di kursi kosong di depan mejaku.

Remaja pucat itu terlihat agak kikuk, mungkin karena insiden kemarin siang.

Read more…

Need A Little Love

 

 

oOo

 

Materi yang akan aku ajarkan hari ini sudah kusiapkan sejak semalam. Berbekal buku tebal sosiologi, aku pun berangkat ke sekolah. Pagi ini cuacanya cukup cerah, meski baru pukul 6.30, tetapi hangatnya pancaran sinar matahari mengelus tubuhku.

 

Ku tersenyum tiap kali berpapasan dengan orang-orang yang kukenal. Ada penjual roti keliling langgananku, seorang ibu paruh baya yang menjajakan nasi kotak, remaja bertopi cokelat yang sedang bersepeda untuk mengantar koran, beberapa siswa sekolah dasar berjalan bersama-sama menuju sekolah mereka. sungguh pagi yang biasa, tetapi aku menikmatinya.

Read more…