Posts from the ‘SuDo’ Category

EXO In UdeLand Udelicious

-o-

 

Sudah lebih dari tiga tahun lamanya, anggota grup cukup keren EXO ngabisin waktu bersama. Termasuk waktu mandi. Karena nggak jarang mereka mandi bareng maka mereka sudah tahu bentuk tubuh semua member.

Termasuk Udel.

Siang ini setelah latihan buat perform di MCountDown, mereka mandi bareng di tempat latihan. Tanpa mereka sadari, ternyata udel-udel mereka berinteraksi satu sama lain.

Read more…

Advertisements

Living A Mess

-*-

A/N : Hai… aku kembali dengan FF SUDO yang baru. Seperti biasa, ini FF Friendship. Nggak ada jalinan cinta YAOInya. Wkwkwkw. Dan ini hasil IMAJINASIku yang pintar mengambil hal-hal nyata dan meramunya dalam bumbu FIKSI yang NGGAK NYELENEH. Wkwkwkw. Imajinasi memang tanpa batas, tapi wajib diingat kalau penalaran juga tanpa batas. Dan penalaran itulah yang bisa melumpuhkan imajinasi tanpa nalar. Fufufufu. Oke, deh. Silakan dibaca. Kalau jelek, silakan banting perangkat komputer atau laptop atau hape anda. hehehehe. becandaaaaaaa.

Kutunggu komenannya yaaaa.

-*-

Sebuah kunci bernomor berada dalam genggaman Joonmyun.

“Itu kunci kamarmu. Dan kamu akan berbagi kamar dengan mahasiswa lain. Selamat datang di asrama kami dan semoga kamu betah.” Joonmyun mengangguk dan membalas senyum ramah wanita beparas keibuan itu.

“Terima kasih, Bu. Permisi.” Joonmyun membungkuk sekilas lalu melanjutkan langkahnya menuju kamar yang akan dia tempati selama masa kuliah.

Sepanjang jalan yang dilaluinya, Joonmyun berpapasan dengan beberapa mahasiswa baru seperti dirinya yang tampak sibuk mencari kamar-kamar mereka. Pintu kamar bernomor 2212 dibuka, dan Joonmyun berharap tidak ada orang lain di dalam. Dirinya belum siap berbasa-basi dengan siapapun. Hembusan nafas lega mahasiswa baru itu menyatakan bahwa harapannya terwujud. Kamar itu sepi. Joonmyun melangkah ragu memasuki ruangan itu. Kedua matanya meneliti kondisi kamar. Dua buah ranjang berukuran single, dua lemari pakaian, dua meja belajar kecil, penghangat ruangan dan kipas angin di langit-langit kamar.

Satu sisi ruangan itu sudah terisi berbagai macam benda. Tumpukan buku, kertas, kotak sepatu, tas dan botol-botol serta kaleng kosong yang ditata rapi dalam kardus. Joonmyun menghampiri sisi yang satunya lagi yang masih kosong. Dia meletakkan kopernya di atas ranjang dan mulai memindahkan isinya ke dalam lemari yang tersedia. Ruangan itu cukup nyaman dengan ventilasi udara yang mengizinkan sinar matahari menyusup dan menyinari serta menghangatkan kamar.

Read more…