***

 

 

 

Assalamu alaikum…

 

Kapan ya terakhir kali aku posting sesuatu di sini?

Rasanya sudah sewindu hehehe

 

Pertama kenapa aku males posting?  Karena jarang pakai laptop, lalu belum ada hasrat buat bercuap-cuap lewat tulisan, dan ketiadaan jaringan internet yang memadai hihihi

 

Selama beberapa lama aku hiatus dari dunia blog ini, kegiatanku sebenarnya berjalan seperti biasa. Alias masih ngikutin dunia perKPOPan.

Setelah lepas dari EXO aku terpikat sama BTS, sampai sekarang masih suka BTS.

Lalu anak-anakku maksa aku buat kenalan sama Wanna One, Seventeen, dan sekarang nyuruh aku berkawan dengan NCT. Jujur, NCT belum bisa memikat aku.

 

Emang ya, dunia KPOP itu persis pasir penghisap. Sekalinya masuk, susah buat keluar dan bahkan tenggelam di dalamnya.

Jahat ya hehehe

Well, sebulan yang lalu, Alhamdulillah aku dikasih kesempatan oleh Allah untuk berkunjung di Rumah Suci-Nya di Makkah Al Mukarramah, dan mengunjungi masjid Rasulullah shallalu alaihi wasallam, di Madinah Al Munawarrah. Nikmat luar biasa masyaAllah. Semoga aku sekeluarga bisa berangkat lagi ke tanah suci untuk beribadah. Aamiin

 

Kata orang-orang yang sudah pernah haji maupun umroh, kebiasaan yang kita lakukan dalam keseharian kita akan terbawa hingga ke tanah suci. Dan yang aku alami cukup lucu sebenarnya.

Jadi ketika di tanah suci, aku sekamar dengan tiga orang ibu. Meski umur mereka sudah di atas 50 dan 60 tahun, tapi mereka asik dan lucu, Alhamdulillah.

Nah, ketika di Madinah udaranya dingin sekali, jadi para jamaah memakai jaket. Salah satu jaket jamaah yang bikin aku ngakak adalah jaket yang dipakai suami salah seorang roommate ku bertuliskan 99 XIUMIN dan lambing EXO di bagian lengannya. Ternyata… anak pasangan itu adalah EXO-L. hahaha. Ternyata sudah sampai Saudi Arabia aja aku masih ketemu sama bau-bau KPOP. Hehehe.

Dan anak ibu yang lain juga KPOPer. Jd aku sekamar sama ibu-ibu yang punya anak KPOPer. Bahkan di antara ibu-ibu itu ada yang maniak drakor.

7 hari di Makkah dan Madinah rasanya masih sangat kurang puas. Pengen sebulan di sana. Apalagi menjalankan ibadah puasa ramadhan di sana. Aaah nikmatnya.

 

*

 

Ganti topik….

 

Ada beberapa hal yang bikin aku sebel dan bahkan muak. Yaitu fenomena merekam atau memotret segala hal lalu menunggahnya di social media.

Menurutku itu penyakit kronis.

Demi mendapat like dan follower sebanyak mungkin, orang-orang ini berlomba-lomba mengunggah segala kejadian di sekitar mereka bahkan jika hal tersebut sebenarnya berbahaya bagi orang lain.

Misalnya video perkelahian atau pembullyan yang marak terjadi di lingkungan sekolah.

Ketika melihat temannya berkelahi, bukannya dilerai dan dicegah tapi malah direkam dan disebarluaskan.

Para remaja ini sudah hilang rasa empatinya. Mereka malah bersukaria di atas permasalahan teman-temannya. Masih remajanya aja sudah bermental buruk seperti ini, kira-kira pas dewasanya gimana coba? Yang begini-begini ini yang bakal jadi penerus generasi sekarang, yang mungkin bisa jadi pejabat atau bahkan presiden. Bisa kebayang nggak negaranya bakal jadi seperti apa kalau pemimpinnya nihil rasa empatinya?

 

Terus video-video mesum. Kalau mau bermesum-mesum ria monggo lakukan di tempat yang hanya mereka, Allah dan Malaikat pencatat amal saja yang tahu. Nggak usah direkam lalu dishare dengan bangganya di medsos.

 

Masalahnya adalah orang-orang yang sering share foto, video dan tulisan-tulisan di medsos itu lupa atau malah nggak tahu kalau semua yang mereka lakukan itu bakal dimintai pertanggungjawaban.

Jadinya mereka seenaknya sendiri upload segala macam tanpa ngerasa berdosa atau malu.

 

Ada satu video yang bikin aku luar biasa jijik, yaitu video tentang anak kecil yang nonton video mesum lewat handphone.

Si ibu yang duduk di sebelahnya adem ayem nggak sadar kalau anak balitanya lagi nonton adegan tak senonoh dari hp.

Dan yang biadab adalah orang yang merekam kejadian itu.

Harusnya kalau orang ini waras dan punya hati nurani serta ketakutan kepada Allah, maka sudah sepatutnya dia langsung bangun dari duduknya dan mengambil hp dari tangan anak itru sebelum si anak lihat terlalu banyak, lalu hp itu diserahkan ke ibunya sambil dikasih tahu ada konten jorok di hp itu.

Bisa jadi ibu anak itu nggak tahu kalau ada video itu di hpnya. Mungkin video itu baru masuk lewat kiriman dari WA yang otomatis masuk ke galeri hp.

Intinya, yang sarap adalah si perekam. Bukannya mencegah kemungkaran eh malah mengabadikan kemungkaran itu lalu menyebarnya. Kan kasihan si anak. Dia nggak tahu apa-apa, dan mukanya tersebar di seluruh nusantara.

 

Seringkali orang nggak sadar bahwa apa yang dia perbuat sekarang bisa berdampak buruk bagi orang lain di masa yang akan datang.

Dan itulah yang bisa jadi alasan dirinya diazab.

 

*

 

Kembali ke dunia KPOP.

Setelah aku menghilang dari twitter dan facebook, aku piker dunia fanwar alay nggak mutu dan nggak penting sudah musnah. Ternyata masih tumbuh subur ya. Budaya malu-maluin diri sendiri rupanya masih menjamur. Hehehe

Miris.

 

Sudahlah… nggak usah fanwar-fanwar lagi.

Nggak ada manfaatnya sama sekali. Baik bagi si artis maupun si penggemar dan lebih-lebih nggak berguna bagi nusa dan bangsa apalagi agama.

 

Sekian dulu deh… belum tahu mau bahas apa lagi.

 

Ciao~

 

Advertisements