***

 

 

Mulai sekarang, aku hapus semua postingan yang berisi pendapatku tentang beberapa isu yang ada dalam K-Pop. Seperti komentar panjang aku tentang BTS yang sudah jadi pion Illuminati, dan tentang segala hal yang mengkritik K-Pop. Aku lakuin ini bukan karena takut atau gerah sama komentar ganas dari para pembela boyband tersebut, tapi aku takut sama Hari Pertanggungjawaban di akherat nanti. Aku ogah banget ya diperhitungkan tulisan-tulisanku yang menggugah emosi banyak manusia berkepribadian kerdil sehingga nanti aku dihukum berat. Dosa aku udah banyak, dan semoga Allah mengampuni aku. Kurang kerjaan banget kan nambah-nambahin dosa hanya karena aku sedikit memberi peringatan.

 

Mulai detik ini aku berlepas diri dari kalian (Front Pembela K-Pop –plus konten illuminatinya-), karena apapun yang kalian lakukan (membela idola kalian, melindungi idola kalian, bahkan menghambakan diri pada idola kalian) itu bukan urusanku, dan sedikitpun aku nggak akan bertanggungjawab atas semua perbuatan maupun pemikiran kalian.
Ketika kalian telah dibutakan oleh kecintaan sesaat kalian pada idola kalian, maka itu adalah ujian bagi diri kalian maupun orangtua kalian yang udah ngorbanin segalanya demi kalian.

 

Banyak yang bilang, (dengan bangganya) bahwa meskipun mereka mengidolakan bias, mereka masih ingat sholat dan ngaji. Well, apakah itu sudah cukup membuktikan kecintaan kalian pada Tuhan kalian?

Ketika Firman Tuhan dilecehkan, apakah reaksi kalian sama ganasnya seperti ketika idola kalian disangkutpautkan dengan Illuminati?

 

Ketika saudara-saudara kalian dibantai di Aleppo-Suriah, Rohingya, Yaman, Palestina dan banyak lagi, apakah kalian meneteskan airmata seperti ketika kalian dengar idola kalian sakit sampai dirawat di rumah sakit?

 

Dalam sehari, berapa menit yang kalian luangkan untuk berzikir kepada Allah? Dan sebandingkah dengan berapa jam kalian mengingat-ingat idola kalian?

 

Adik-adikku yang masih disayang Tuhan, kalian telah diberi akal dan hati nurani. Kenapa kedua aset itu nggak kalian gunakan sesuai dengan fitrahnya? Fitrahnya yaitu membandingkan mana yang baik dan mana yang buruk, mengenali mana yang benar dan mana yang salah.

 

Aku pernah ada di posisi di mana aku enggan dinasehati. Ya, masa-masa seumur kalian ini. Ketika ngerasa bahwa hanya diriku yang benar. Ketika aku dinasehati tentang memajang poster artis di dinding, aku nggak terima. Aku nggak mau dengar, dan terus aja aku tempelin poster di dalam kamar. Padahal ketika ada gambar makhluk hidup di dalam rumah, maka malaikat rahmat enggan masuk. Malaikat yang memberikan rasa tenang dan tentram dalam rumah itu ogah mampir. Makanya ketika itu aku sholat malas-malasan, ngaji pas Ramadhan doang, lupa zikir. Masa remajaku hilang tanpa guna. Sia-sia. Apalagi waktu itu aku belum berhijab, hangus semua ibadahku. Udah setengah-setengah ibadahnya, ditambah ogah berhijab. Bye bye deh.

 

Padahal kalau kita renungkan, kurang baik apa Allah sama kita. Nafas gratis. Masih leluasa jalan ke sana kemari. Mata bisa melihat keindahan ciptaan Allah. Telinga bisa mendengar suara-suara indah. Lidah bisa mencecap aneka rasa makanan lezat. Bisa berbicara. Ya Allah, nikmat mana lagi yang telah kami dustakan.

Astagfirullah.

 

Kalian terlalu berbangga diri. Sampai lupa bahwa kita semua akan merasakan kematian. Dan ketika kematian itu datang, kita nggak bisa nolak atau menundanya.

Ketika kematian telah datang, nggak ada seorang pun yang bisa menolong kita. Bahkan amal ibadah kita bukan jaminan yang akan mengantarkan kita pada surga. Jaminan kita masuk surga adalah dengan mendapatkan Rahmat dari Allah. Gimana kita bisa mendapatkan Rahmat dari Allah? Caranya dengan berbuat segala sesuatu demi mendapatkan ridho-Nya. Kita harus ikhlas menghambakan diri hanya pada-Nya.

Gimana kalian berharap ridho-Nya sedangkan dalam hati dan pikiran kalian adalah bias kalian?

Gimana kalian berharap ampunan-Nya sedangkan kalian rela begadang demi menunggu MV baru idola kalian, tapi nggak pernah begadang untuk tahajjud?

Gimana kalian masih berharap mendapat banyak rezeki sedangkan bersedekah aja hitung-hitungan, tapi uang buat beli tiket konser atau minimal beli album original idola dengan mudahnya kalian hamburkan?

Gimana kalian berharap pertolongan-Nya sedangkan kalian lebih sibuk hafalin lagu-lagu idola kalian dibandingkan hafalin Firman-Nya yang suci?

Gimana kalian berharap rahmat-Nya sedangkan kalian enggan membela-Nya ketika Dia dilecehkan?

Padahal kalian mati-matian ngebelain idola kalian yang pada kenyataannya NGGAK MEMBERIKAN KALIAN APAPUN! BAHKAN SESUAP NASI PUN TIDAK!

Kalian dengan lantang maki-maki siapapun yang ngasih komentar miring tentang mereka. Bahkan dengan ikhlas mengeluarkan kata-kata kasar yang nggak pantas.

Kalian berusaha nyari pembenaran atas pembelaan kalian.

 

Kemanakah rasa malu kalian kepada Pencipta kalian?

Aku nggak sok suci seolah aku terbebas dari segala dosa. Aku bukanlah Nabi atau Rasul yang terhindar dari dosa. Aku sama kayak kalian. Aku sering berbuat dosa, entah sengaja atau nggak sengaja. Tapi bukan berarti kita nggak boleh berusaha memperbaiki diri agar jadi manusia yang lebih manusiawi.

Allah luar biasa baiknya. Dia masih kasih kita umur. Supaya bisa kita gunain buat berubah. Berubah menjadi sosok yang lebih baik. Menjadi manusia yang pantas dicintai Allah.

Pada dasarnya aku lagi belajar untuk berubah. Sedikit demi sedikit. Dan aku pengin ajak kalian untuk berubah jadi lebih baik. Tapi kayaknya cara aku ngajak kalian berubah mungkin kurang tepat. Dalam postingan-postingan yang lalu mungkin aku sering sarkastis. Akhirnya kalian bukannya sadar tapi malah ngamuk-ngamuk. Maafin aku karena sudah bikin hati dan pikiran kalian gonjang-ganjing.

Yang jelas, aku nggak takut sama sekali dengan bashingan kalian yang kasar dan kurang beradab itu. Yang kalian lakukan hanya berkata-kata. Dan kata-kata kalian itu akan menghantam wajah kalian sendiri.

Aku justru miris lihat mentalitas kalian yang masih belum matang. Mudah-mudahan seiring bertambahnya usia kalian, mentalitas kalian akan semakin matang dan ranum. Sehingga kalian bisa menjadi sosok-sosok berakhlak dan berkarakter baik. Aamiin.

 

 

Ya Allah, ampuni aku (yang lancang ngungkapin pendapat dengan cara yang frontal), dan ampuni adik-adikku yang sudah berkata-kata kasar kepadaku dan orang lain. Mereka belum menemukan jalan yang lurus, Ya Allah. Maka tunjukilah kami jalan yang lurus, agar kami tidak lagi tersesat.

 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.”

Aamiin

 

Sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.

 

NB: Buat teman-teman yang sudah mampu mencerna postingan-postinganku yang ‘special’ itu, aku ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. aku bersyukur pada Allah karena sudah membuka hati dan pikiran kalian dalam melihat kebenaran. Semoga rahmat dan kasih sayang-Nya selalu melimpahi kalian.

Aamiin

 

 

Advertisements