ca16f2569c2b8a5f15b88e7a11d125f8

 

Matahari baru saja mengintip dari cakrawala dan seorang pemuda sedang melakukan pemanasan untuk olahraga lari paginya yang rutin dia lakukan sejak sebulan lalu ini.
Wajahnya memancarkan semangat yang mampu menular kepada siapa saja yang melihatnya. Senyumnya sudah nyaris secerah cahaya mentari. Matanya berbinar bahagia.

 

“Sudah siap jogging, nih?” tanya temannya yang menatapnya dari kepala hingga kaki.
“Yoi, Bro. Lo mau ikutan?”
“Penginnya,sih ikutan. Tapi…” ucapannya menggantung di udara.
“Ah, bilang aja kalau lo malas. Tidur aja sana. Biar gue yang sehat sendirian.”

Si pemuda bersemangat itu melanjutkan pemanasan dan sedikit peregangan otot agar terhindar dari cidera otot ketika berlari. Keringat mulai muncul, tanda tubuhnya sudah mulai memanas, itu berarti dia sudah siap untuk melakukan jogging.
“Gue tahu lo semangat banget olahraga pagi, dan gue sama sekali nggak bisa ngelarang lo…”
“Oke, lalu?”
“Lalu gue salut sama kegigihan lo buat ngejaga kesehatan tubuh lo…”
“Hmm… terus?”
“Terus… gue pengin ikutan jogging… tapi…”
“Tapi apa?”
“Tapi… GIMANA GUE MAU JOGGING BARENG LO KALAU CELANA TRAINING GUE LO PAKE, DASAR YOONGI PE’A!” semburnya penuh emosi sambil menunjuk celananya yang dipakai Yoongi.
“Ya ampun, Hoseok, kenapa sewot. Kan cuma minjem doang,” balas Yoongi kalem,
“Masalahnya itu celana kepanjangan banget di lo, kan jadi kotor gitu bawahnya,” Hoseok makin sewot.
Yoongi hanya tersenyum tengil dan melambaikan tangan sambil berlari menjauhi Hoseok.
“Ntar gue cuciin, deh,” serunya sambil terus berlari-lari kecil menyambut hangatnya pancaran sinar matahari yang sudah terbit.
Hoseok memaki kesal dan berjanji akan membalas keusilan Yoongi di lain waktu.

 

 
A/N: saya tahu ini ff yang amat sangat wagu. Tapi semoga bisa menghibur walau hanya sedikit. Hehehe.

Advertisements