Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.
(QS: Al-Kahfi Ayat: 57)

 

 

Nauzubillah min dzalik.

Assalamu alaikum,

 

Pada kesempatan yang berbahagia ini, aku pengin banget ngepost sesuatu di sini. Untuk menyingkat waktu, gimana kalau langsung saja aku jabarin maksud dari judul di atas.

Jadi beberapa hari llu aku nulis ini di AFF, sebagai bentuk keprihatinan aku terhadap dunia perkpopan yang berpengaruh terhadap dunia perFFan. Aku bikin postingan dengan judul berikut;

 

Kapan FF YAOI  Bakal Brhenti Dibuat?

Judulnya frontal ya? Well, bukannya mau sok suci, aku memang EX-author ff bernuansa yaoi bahkan nc. Tapi itu semua sudah jadi bagian dari masa lalu yang penuh dosa dan aib. Aku hanya berharap, teman-temanku nggak terlalu lama terjebak dalam perbuatan yang merusak mental dan pikiran, selain nanggung dosa menulisnya, juga nanggung dosa yang terur berakumulasi akibat ff itu dibaca banyak orang. Dengan ini, aku nggak tega nambahin dosaku dan dosa teman-temanku, jadi aku bakal stop baca ff yaoi yang mereka tulis. Sebagus apapun ffnya, buat apa kalo gak ada manfaatnya? Yang ada malah mudharatnya doang. Oleh karena, aku sangat berharap, teman-temanku yang berbakat untuk berhenti menimbun dosa dan memberanikan diri membuat cerita yang lebih bermanfaat. InsyaAllah malah dapat pahala. Syukuri karunia Allah dengan menggunakannya di jalan yang diridhoi-Nya. I hope you guys can change to be a wonderful inspiring writers. Amin. :’)

Dari pesan sederhana itu, ternyata ada beberapa pihak yang nggak terima. Dan muncul komenan semacam berkut;

kenapa ini dbilang dosa? Karena ini Yaoi/Yuri? Mungkin topik ini memang sensitive ya untuk bbrp orang dan agama yg msh berpikiran kalau yaoi/yuri itu ‘salah’, tetapi berharap seseorang menghentikan imajinasinya soal ff karena itu yaoi/yuri? That’s unfair.”

kan ini topik yang sensitif karena bawa-bawa agama dan kamu pun bahkan menyebutkannya, tapi memangnya kalau yaoi atau yuri itu salah? dalam imajinasi ataupun dalam dunia nyata?
oke kalau dalam imajinasi dan kita menumpahkannya dalam tulisan, bisa berujung fitnah dan lain-lain (tapi please, imajinasi manusia ga ada yang bisa batasin), tapi dalam dunia nyata apakah salah?

Itu sedikit banget contoh reaksi ketika aku memberi sedikit nasihat buat para temanku di dunia FF. Mau tahu kenapa kok masih banyak yang punya tanggapan seperti dua komenan di atas?

Ini alasannya…

 

Syeikh Ibn Qayyim menyebutkan beberapa hukuman, akibat dari perbuatan maksiat yang cukup membuat seseorang harus berpikir, sebelum melakukan perbuatan maksiat. Digambarkan oleh Syikhul Islam, akibat perbuatan maksiat itu antara lain :

Pertama, perbuatan maksiat yang dilakukan oleh seseorang itu, mempunyai akibat, akan dapat menutup hati, pendengaran, dan penghilatan. Sehingga, terkuncilah hatinya, tersumbat kalbunya, karena ia penuh dengan kotoran yang berkarat. Allah yang membolak-balikkan hatinya itu, sehingga tidak memiliki pendirian, membuat jarak antara diri dan hatinya. Allah akan membuatnya lupa untuk berzikir, dan membuat lupa dirinya sendiri. Hakikatnya, kemaksiatan juga menjauhkan seseorang dari kethaatan kepada Allah, menjadikan hati menjadi tuli dan enggan mendengarkan kebenaran. Selalu menolak kebenaran, dan membuat seseorang buta dan enggan melihat kebenaran.”

dikutip dari;

Ketahuilah Akibat Maksiat Terhadap Jiwamu

 

Nah, itulah kenapa aku bilang kalau bikin FF bertemakan hubungan sesama jenis, dan juga hubungan berlawanan jenis yang berisikan hal-halberbau porno dan bisa menimbulkan hasrat bagi pembacanya adaah termasuk hal-hal yang maksiat. Bukan urusanku bahwa di kehidupan nyata mereka tersebar di mana-mana, tapi yang aku masalahkan adalah menulis hal-hal yang sudah jelas dilarang dalam agama apapun. Berhubung sudah sekian lama bergelut dengan kemaksiatan membuat FF berbau yaoi/yuri (NC Yadong ataupun gak yadong) dan FF straight (yang yadong) sehingga jadi terbiasa dengan hal itu dan akhirnya nggak nganggep itu suatu dosa yang nantinya bakal dipertanggungjawabkan.

 

Para ulama mengatakan :
“Janganlah kamu berbuat dosa. Jika memang terpaksa melakukannya, maka jangan kamu mendorong orang lain kepadanya, nantinya kamu melakukan dua dosa.”

 

Kita sebagai penulis cerita, bukan hanya mengeksplorasi diri sendiri, tapi juga menghibur orang lain. Yang jadi masalah adalah ketika apa yang kita tulis justru membuat orng lain belajar untuk meniru kit. Kalau yang ditiru adalah yang baik-baik sih no problem, faktanya justru kita malah ajarin author-author baru untuk membuat karya yang berbau maksiat.

jangan ditanya seberapa nyeselnya aku setelah sekian lama nulis banyak FF yang (sayangnya) bernuansa maksiat, rasa berdosanya itu nggak habis-habis. Harapanku adalah agar teman-temanku yang baik hatinya (mario teguh mode on) bisa segera menyadari kekeliruannya dan memohon ampun serta mulai merubah diri dan membersihkan hati dari penyakit-penyakit yang dibenci Allah.

Imam Ibnu Qayyim berkata: “Maksiat mempunyai pengaruh yang membahayakan bagi hati dan badan di dunia dan di akhirat, yang hanya diketahui oleh Allah. Di antara pengaruh maksiat itu berasal dari manusia yang ditularkan kepada orang lain. Di antara dampaknya juga merubah hamba melenceng dari fitrahnya. Maksiat membuat hamba berani terhadap orang lain yang tidak bersalah. Maksiat meninggalkan tabiat di dalam hati, yang jika semakin banyak dilakukan menjadikan pelakunya termasuk golongan orang-orang yang lalai.

Di antara pengaruh maksiat – menurut Syeikh Abdul Aziz Al Muhammad As Salman – adalah :

1. Merusak akal, karena akal adalah cahaya, maka maksiat menutup cahaya tersebut.
2. Hati menjadi hina, sempit dan gersang.
3. Menganggap maksiat bukan sesuatu yang hina sehingga menjadi kebiasaan.

4. Hilangnya rasa malu yang merupakan inti kehidupan hati.
5. Lemahnya penghormatan (ta’zhîm) kepada Allah
6. Melenyapkan barakah umur serta memendekkannya. Karena, sebagaimana kebaikan menambahkan umur, maka (sebaliknya) kedurhakaan memendekkan umur.

7. Melemahkan perjalanan hati menuju Allah dan kehidupan akhirat.
Mengerdilkan jiwa dan menjauhkannya dari kebaikan.
8. Terpenjara dalam tawanan setan dan kerangkeng syahwat.
9. Menjatuhkan kehormatan diri, kedudukan serta kemuliaan di hadapan Allah swt. Imam Hasan Al Bashri berkata: “Mereka (pelaku maksiat) rendah di hadapan Allah swt. sehingga mereka bermaksiat kepada-Nya, karena seandainya mereka orang yang mulia di hadapan Allah swt. niscaya Allah akan jaga mereka dari dosa.”
10. Putus hubungan antara Rabb dan hamba-Nya.
11. Terhalang dari memperoleh ilmu yang bermanfaat. Karena ilmu merupakan cahaya yang Allah letakkan pada hati seseorang, sedangkan maksiat akan meredupkan cahaya tersebut.

dikutip dari MAKSIAT DAN DAMPAKNYA (tulisan ustadz Suherman)

 

diperbolehkan menulis buku yang berisi cerita fiksi dengan dua syarat:
a. Semua orang yang membacanya menyadari bahwa cerita tersebut hanyalah fiksi.
b. Maksud dari ditulisnya cerita tersebut adalah niat yang baik semisal menanamkan akhlak-akhlak mulia.

Itu hukum menulis fiksi dalam Islam. Jadi jika kita menulis cerita dan isinya tidak menanamkan akhlak yang mulia, maka itu jadinya haram. lantas, apa yang bisa kita petik dari cerita-cerita yaoi, yuri, straight yadong? Sex education? Please, deh, baca buku medis aja, yang lebih jelas dan akurat. Tapi prakteknya nunggu akad nikah ya, hehehe.

 

Mudah-mudahan Allah ngebuka hati yang masih tertutup, dan bisa berkarya dengan lebih baik dan bermanfaat. Sayang banget punya bakat tapi dipakai buat maksiat dan mengajak pada kemaksiatan.

 

Sekian dulu postingan kali ini, semoga bisa sangat mmbantu teman-teman semua. Amin.

 

Berikut janji Allah…

“Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka” (QS 46:16)
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53).
wassalamu alaikum.
Advertisements