*

Assalamu alaikum,
Hai lagi. Semoga masih ada yang berminat baca postingan ini, ya. ^^

Beberapa waktu lalu aku kan ngepost sebagian kecil isi buku La Tahzan, nah, kali ini aku mau share poin-poin penting yang dibahas dalam buku tersebut. Semoga tips-tips berikut ini bisa membuka hati dan pikiran kita untuk bisa lebih mensyukuri nikmat hidup yang Allah berikan untuk kita.

Mari kita mulai…
• Keimanan itu menghapus keresahan, dan melenyapkan kegundahan. Keimanan adalah kesenangan orang-orang yang bertauhid dan hiburan bagi orang-orang yang ahli ibadah. Dengan adanya keimanan akan kuasa Allah, maka kita pasti lebih tenang dan tawakal. Nggak ngegalau tanpa akhir.

• Yang sudah terjadi biarlah berlalu, dan yang telah pergi telah mati. Jangan dipikirin yang sudah berlalu karena masalah tersebut sudah lewat. Jangan menyesali apa yang sudah terjadi, tapi perbaiki diri supaya hal tersebut nggak terulang lagi. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran agar nggak ngulang kesalahan yang sama.

• Terimalah qadha’ yang telah pasti dan rezeki yang telah dibagi itu dengan hati terbuka. Segala sesuatu itu ada ukurannya. Karenanya, enyahkan kegelisahan. Kita sama sekali nggak bisa ngubah takdir Allah. Tapi kita bisa memperbaiki nasib. Caranya? Dengan berusaha keras, berdo’a dan bertawakal. Yang penting sudah berusaha dengan niat yang baik. Contohnya, ada siswa yang belajar mati-matian buat bisa dapat beasiswa di universitas tertentu, tapi ternyata takdir berkata lain. Dia nggak dapat beasiswa di universitas tersebut, tapi malah diterima di universitas lain yang sama sekali bukan pilihan dia. Itu namanya takdir, tapi seenggaknya dia tetap dapat beasiswa. Hehehe. Ya, siapa tahu ternyata di universitas itu dia malah ketemu jodohnya? Semua rencana Allah itu pasti ada hikmahnya. Baik itu anugerah ataupun bencana.
• Berdzikirlah. Mengingat Allah di setiap saat. Dengan berdzikir, hati akan menjadi tenang dan tentram. Dengan mengingat Allah, kita akan selalu menahan diri dari perbuatan dosa. Allah pun menjadi ridha, dan tekanan hidup akan terasa lebih ringan, karena kita yakin bahwa Allah akan memberikan jalan yang terbaik untuk kita melalui segala bentuk cobaan dalam hidup ini.

• Jangan menanti ucapan terima kasih dari sesama. Cukuplah pahala dari Allah. Yang penting ikhlas membantu orang, tanpa mengharap balasan apapun dari mereka. Biasanya orang-orang yang dibantu bakal ngebantu kita suatu saat nanti, itupun karena dorongan hati mereka sendiri. Kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, kan? Ikhlas sajalah, itung-itung nabung pahala. ^^

• Waktu pagi tiba, jangan menunggu sampai sore. Hiduplah dalam batasan hari ini, seolah hari ini adalah hari terakhir kita hidup. Jadi maksimalkan ibadah dan mencari ilmu serta beramal baik di hari ini. Karena kita nggak tahu besok nyawa kita masih bersemayam di tubuh kita atau malah dicabut malaikat pencabut nyawa. Nggak ada jaminan kita bakal hidup sampai besok, kan? Maka kerhakan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik di hari ini.

• Biarkan masa depan itu hingga dia datang sendiri. Maksudnya, jangan terlalu menantikan masa depan. Karena apapun yang kita rencanain hari ini, belum tentu terlaksana besok. Hanya Allah yang tahu apa yang bakal kita kerjain besok. Yang terpenting adalah lakukan yang terbaik di hari ini, maka insyaAllah besok pun akan menjadi baik juga.

• Bersihkan jiwa dari dengki, dan jernihkan dari iri. Karena itu merupakan penyakit hati yang ngerusak banget. Iri dan dengki adalah sifat yang sangat buruk. Mereka itu adalah orang-orang yang susah dikala teman mereka senang, dan sebaliknya, mereka senang saat temannya susah. Dan kadang saking jahatnya para pendengki itu, mereka nggak segan-segan pakai ilmu hitam buat nyelakain orang yang mereka benci itu. Nauzubillah. Semoga Allah melindungi kita dari orang-orang macam itu.

• Kurangi acara ngumpul-ngumpul yang nggak penting. Nongkrong berjam-jam bareng gerombolan orang itu bisa menimbulkan banyak keburukan. Yang pasti adalah terjadinya ghibah alias ngegosipin orang. Beda lagi kalau ngumpulnya buat mempelajari agama. Pengajian, majlis ta’lim, bedah Qur’an dan hadits, dan sejenisnya. Oleh karena itu, kalau nggak ada tujuan berkumpul yang penting, lebih baik nongkrong di rumah aja, selain lebih ngejaga diri dari maksiat, juga bisa terhindar dari fitnah.

• Buku adalah teman yang paling baik. Tapi lihat dulu buku apa yang dibaca. Usahain buat membaca buku-buku yang menambah wawasan kita tentang agama kita. Membaca buku-buku ilmu pengetahuan, dan sesekali baca novel juga boleh, asalah jangan yang isinya nggak benar.
• Keluarlah ke tempat yang lapang, lihatlah kebun-kebun dan pemandangan alam yang luar biasa indahnya. Dari situ kita bisa melihat betapa agungnya ciptaan Allah. Nggak usa ribet-ribet deh, cukup dongakin kepala dan lihat betapa indahnya langit yang dihiasi gumpalan awan yang berarak didorong angin. Siapa yang menciptakan semua itu? Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kalau rumahnya di daerah persawahan, maka nikmati hijaunya tumbuhan di sawah tersebut. Siapa coba yang menumbuhkan semua itu? Sudah pasti itu atas izin Allah. Alhamdulillah kita masih bisa menikmati indahnya alam kita ini. Bayangin gimana rasanya hidup di negara-negara konflik seperti Palestina, Irak, Suriah dan Afganistan? Boro-boro lihat pemandangan indah, yang ada Cuma puing-puing dan mayat bergelimpangan. T_T

• Kita diharuskan bergerak. Berolahraga. Nggak boleh malas dan berleha-leha tanpa kegiatan. Ayo, bangun dan jalan-jalan keliling kompleks atau kampung. Sekalian beramah tamah dengan tetangga.

• Bacalah sejarah, pikirkan keajaiban-keajaibannya, renungkan keanehan-keanehannya, simak kisah-kisahnya dan kabar-kabarnya. Perbaharuilah hidup kita. Jadikan hidup lebih bervariasi dan lebih berwarna. Ubah rutinitas, jangan monoton. Memang itu sangat membosankan kalau ngerjain rutinitas yang gitu-gitu melulu.

• Jauhi makanan dan minuman perangsang, misalnya kopi, dan the, eh. Hati-hati juga terhadap rokok, syisya dan yang lainnya. Makanlah makanan yang halal lagi baik. Karena makanan dan minuman itu bisa mempengaruhi karakter sesorang lho. Dan juga mengatur pola makan sangat erat kaitannya dengan kesahatan.

• Perhatikan kebersihan pakaian, bau badan dan penampilan. Selalu usahain tampil bersih dan wangi. Kalau buat cewek memang dilarang pakai parfum menyengat kalau keluar dari rumah, jadi diperhatiin aja supaya jangan bau badan. Nggak perlu wangi banget, asal jangan bau aja gitu. Berpakaian yang rapi dan indah, karena Allah sangat menyukai keindahan. Tapi harus tetap sesuai syariat lah. Berpakaian setengah telanjang itu nggak indah, lho. Jangan salah paham.

• Selalu ingat bahwa Allah sangat luas ampunan-Nya, Maha menerima taubat, Maha mengampuni hamba-hamba-Nya, dan menggantikan kejahatan dengan kebaikan. Buat yang ngerasa dosanya sudah segunung, ayo buruan bertaubat dan mohon ampun sebelum kematian menyapa. Perbanyak ucapan istighfar. Rosulullah aja istighfar 100 kali sehari semalam, padahal surga sudah jadi jaminannya. Nah, kita? Tiap hembusan nafas aja kayaknya bisa penuh dosa kok ogah istighfar, ya? Astaghfirullah.

• Jangan pernah lupa bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, terutama nikmat agama, akal, kesehatan, penutup (aib), pendengaran, penglihatan, rezeki, keluarga, dan lain-lainnya.

• Kita wajib mengingatkan diri kita bahwa di antara manusia itu ada yang hilang akalnya alias gila, kena penyakit yang sulit disembuhin, ada yang dipenjara sehingga dia nggak punya kebebasan, ada yang lumpuh atau yang ditimpa bencana seperti gempa, banjir, perang. Demi Allah Yang Maha Kuasa, kita harus bersyukur tiap saat.

• Hiduplah bersama Al-Qur’an, baik dengan cara menghafal, membaca, mendengarkan atau merenungkan. Sebab ini merupakan obat paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan. Dan itu sungguhan, teman-teman. Coba kalian bedain ketika mau tidur dengerin musik dan waktu mau tidur dengerin ngaji, pasti lebih nyaman dengerin ngaji. Hati jadi tenang dan damai. Itu karena para jin dan setan ogah deketin kita, beda kalau dengerin musik, jin dan setan malah datang rombongan, mereka kayak diundang ke pesta. Kalau nggak percaya, silakan dicoba. Lagipula, kalau kita rajin baca Qur’an, dan merenungkan serta mengamalkannya, maka itu bisa memberi syafaat di hari akhir. Pas di alam kubur juga bisa melindungi kita dari kejamnya azab kubur.

• Bertawakallah kepada Allah dan pasrahkan semua perkara kepada-Nya. Terima dengan ikhlas semua ketentuan-Nya dengan sepenuh hati, berlindunglah hanya kepada-Nya, dan bergantunglah hanya kepada-Nya karena sesungguhnya Allah cukup sebagai pelindung kita. Misalnya yang jomblo, ya ikhlas aja kalau belum punya gandengan, itung-itung diri jadi terhindar dari maksiat dan zina. Berdo’a supaya Allah ngasih jodoh terbaik. Karena pacaran bertahun-tahun itu bukan jaminan bakal jadi suami istri nantinya. Lebih baik perbaiki diri, menjadi orang yang sholeh/sholehah, sehingga jodoh yang datang pun sholeh/sholehah, amiin.

• Maafkanlah orang yang pernah melakukan kezhaliman kepada kita, sambung tali silaturahim orang yang mutusin tali silaturahim dengan kita, berilah orang yang sama sekali nggak pernah memberi apapun kepada kita, dan bersabarlah terhadap orang-orang yang berbuat jahat kepada kita, agar kita bisa memperoleh rasa bahagia dan aman dalam diri kita. Itu erat kaitannya dengan dendam, teman-teman. Perasaan dendam itu nggak enak banget. Menggerogoti jiwa yang sehat dan menghancurkannya perlahan-lahan.

• Perbanyak membaca “la haula wala quwwata illa billahi” karena bacaan ini akan membuat hati menjadi tentram, memperbaiki keadaan, membuat yang berat menjadi ringan dan membuat Allah menjadi ridha. Begitu juga dengan bacaan istighfar, sebab dengan beristighfar berulang-ulang akan ada rezeki, akan ada jalan keluar, akan ada keluarga, akan ada ilmu yang beruna, akan ada kemudahan, dan akan ada penghapusan dosa.

• Ini pas banget buat cewek-cewek yang nggak pede. Terimalah bentuk wajah, bakat, pemasukan dan keluarga dengan kelegaan hati niscaya kita akan mendapatkan ketentraman dan kebahagiaan. Contoh orang yang nggak menerima bentuk wajahnya adalah mereka yang bolak balik ke klinik operasi plastik buat ngerombak wajahnya sampai-sampai nggak bisa dikenali lagi. Nauzubillah min dzalik.

• Ketahuilah bahwa setelah kesulitan itu akan ada kemudahan, dan setelah kesulitan akan ada jalan keluar. Ketahuilah bahwa keadaan seseorang itu nggak akan tetap selamanya. Hari-hari akan terus bergulir, dan keadaan pasti akan berubah.

• Optimislah, jangan pernah putus asa dan jangan juga nyerah tanpa berusaha sedikitpun. Berbaiksangkalah kepada Allah, dan tunggulah segala kebaikan dan keindahan-Nya.

• Ujian itu akan mendekatkan jarak antara kita dengan Allah. Akan mengajarkan kepada diri kita bagaimana berdoa dan memohon, dan akan menghilangkan kesombongan dan berbangga hati dari diri kita. Karena dengan adanya ujian dan cobaan, kita jadi ingat posisi kita di dunia ini yang nggak ada apa-apanya dibandingkan seluruh alam semesta ini. Kita ini kecil sekali. Kita ini hanya seonggok tubuh yang suatu hari nanti akan membusuk di dalam tanah dan habis dilahap belatung. Jadi jangan sombong. Karena sifat sombong hanya milik Sang Khaliq, Sang Maha Pencipta.

• Jauhilah berburuk sangka, buanglah angan-angan, khayalan-khayalan yang merusak, dan pikiran-pikiran yang sakit. Hmmm… kalau menghayal jadi pembersih udel Luhan gimana, ya? #ditabok. Hehehe

• Baca ini baik-baik! Aku maupun kamu, hai reader kece, bukan satu-satunya orang yang mendapat ujian dari Allah. Nggak ada seorang pun yang lepas dari kesedihan, dan nggak ada seorang pun yang luput dari kesulitan. Tiap manusia pasti apat ujian dalam level yang berbeda-beda. Dan yakinlah bahwa semua itu datangnya dari Allah. Jangan pernah nyalahin makhluk lain, karena musibah, bencana maupun ujian semua datangnya dari Allah, dan semua itu nggak akan terjadi tanpa seizinnya. Jangan sekalipun bilang, “Ih, gara-gara lo gue jadi gagal tes kerja di perusahaan pembersih udel internasional itu!”. “Sialan! Gue telat interview gara-gara mobil gue mogok di tengah jalan.” Masa iya mau nyalahin mobil? Itu kan sudah rencana Allah. Jadi ya terima aja lah. Kita kadang kesal kalau sesuatu nggak sesuai rencana kita, dan akhirnya kita berusaha limpahin kekesalan kita ke siapapun yang bisa jadi kambing hitamnya, padahal Allah yang lebih tahu mana yang baik untuk kita dan mana yang buruk. Terkadang apa yang baik menurut kita ternyata buruk menurut Allah, dan begitu juga sebaliknya.

• Jangan banyak bergaul dengan orang-orang pendendam dan jangan pula dengan orang-orang pengangguran dan pendengki. Sebab mereka itu adalah penyakit jiwa, pembawa kesedihan dan keresahan. Pintr-pintarlah memilih teman. Bukan berarti beda-bedain teman, lho. Berteman dengan semuanya, yang tajir, yang miskin, yang pintar, yang bodoh, atau yang baik maupun bandel. Tapi, kita harus bisa membatasi dengan siapa kita bisa akrab dan mana yang cukup sekedar sapaan “ hi, apa kabar?”.

• Usahain buat sholat berjamaah. Buat yang cowok, sering-seringlah sholat di masjid. Berdiam diri di masjid sambil tadarus atau berdzikir. Buat yang cewek usahain sholat berjamaah bareng ibu atau kakak maupun adik di rumah. Jangan menunda-nunda sholat. Begitu tiba waktu sholat, langsung wudhu dan sholat. Dengan begitu kita akan merasa tentram dan bahagia. Serta terhindar dari perbuatan mungkar.

• Jadilah orang dermawan, sebab orang dermawan hatinya akan selalu lapang dan jiwanya luas. Sedangkan orang pelit jiwanya pengap, sempit dan nuraninya kotor.

• Tersenyumlah kepada siapa saja niscaya kita akan mendapatkan cinta kasih mereka. Tersenyumlah pada bapak tukang sampah kompleks, tanpa dia kita pasti kebingungan ngurusin tumpukan sampah di depan/belakang rumah kita. Tersenyumlah pada pak satpam di sekolah atau di kantor atau di perumahan, tanpa dia keamanan kita bisa terancam. Tersenyumlah pada tukang sayur yang lewat di depan rumah. Tanpa mereka pasti ibu kita kerepotan kalau harus ke pasar. Apa sulitnya tersenyum? Senyuman adalah semurah-murahnya sedekah, tapi efeknya luar biasa. Jadi, KEEP SMILE #pasanggayaalacesar wkwkwkwkwkw
Berhubung tips-tipsnya masih banyak banget, aku cicil aja ya nulisnya. Semoga tips-tips di atas bisa mengubah hidup kita semua menjadi lebih tenang, tentram dan bahagia. Amin.

See you…

Wassalamu alaikum

Advertisements