=0=

Setelah sekian lama aku nggak nulis apapun, mungkin ini waktunya aku berceloteh lagi di blog ini. Blog yang menjadi gunjingan sebagian KPOPER, baik yang PRO maupun yang KONTRA. Aku ucapin banyak terima kasih. Gamsahamnida. Arigato gozaimasu. Thank you. Hatur nuhun. Matur nuwun, karena sudah mau meluangkan waktu untuk membaca untaian huruf-huruf yang tergabung dalam kata-kata di sini. Entah tiap tulisan di sini membuat kalian tersenyum, terkikik, merajuk atau bahkan mengamuk, setiap emosi yang muncul dari membaca postingan-postingan di sini, aku hargai. Karena blog ini bisa diakses segala kalangan. Ada yang setuju, ada yang tidak setuju. Itu hak kalian sebagai pembaca. Karena aku menulis apa yang ingin aku tulis, bukan menulis apa yang diinginkan pembaca. Karena aku sama sekali nggak tahu apa yang dipikirkan orang lain. Aku hanya ingin membagi pemikiran-pemikiranku yang cenderung kritis, frontal dan tajam.

Beberapa pihak menuduh aku membuat postingan-postingan frontal hanya untuk menjadikan blog ini laku. Well, laku tidaknya blog ini toh sama sekali nggak menghasilkan uang. Kecuali kalau aku bikin blog ini menghasilkan uang tiap ada yang masuk blog ini. Tapi ini nggak diprogram seperti itu. Jadi banyak nggaknya viewer blog ini nggak ngaruh lah.

Sebelum aku bikin postingan-postingan nakal itu pun viewer blog ini sudah banyak, kok. Hanya bermodalkan fanfiction-fanfiction. Dan lucunya lagi, justru yang ngeramein blogku adalah para fans yang ngerasa tersindir secara langsung. I am sorry, I don’t feel like I have to make everyone happy with my posts.

Mungkin saat ini banyak yang membenci blog ini atau beberapa postingan di sini, atau bahkan membenci si empunya blog ini, tapi apa itu bisa merubah nasib seseorang? Apa kebencian sebagian fans Kpop terhadap isi blog ini bisa menjamin kesuksesan orang-orang tersebut? Beberapa bahkan ngata-ngatain aku tolol, pengecut, omong gede doang, beraninya main belakang, dan lain-lain. Ada juga yang ngebahas aku di status-status facebook, lalu muncul komen-komenan macam mau nyiram aku pakai air WC bekas Lee Soo Man, hmm kenapa nggak bekas Luhan atau Suga atau Dongwoon, gitu? Nggak asik, ah.

Lantas apa efek yang aku rasain dari gunjingan-gunjingan mereka itu?

NOTHING. NIHIL. ZERO.

Di saat mereka panas maki-maki aku, aku malah duduk nyantai sambil ngopi, bercengkrama bareng keluarga, ngakak-ngakak nonton film komedi. Nggak ngerasa ada orang-orang yang geregetan pengin tenggelemin aku di WC atau apalah. Aku nggak terganggu. Memangnya apa lagi yang bisa mereka lakukan selain maki-maki? Itu nggak ada bedanya dengan maki-maki artis tertentu yang keberadaannya nun jauh di mato. Alias…. Worthless and useless. Makan hati sendiri kan kalau kaya begitu? Amarahnya dan kebenciannya nggak tersampaikan langsung di depan muka orang-orang yang dibenci itu. Miris.

Aku nyadar banget kalau tulisan-tulisanku tentang genre fanfiction tertentu, yang cowok-cowok ajaib itu lho, terus tentang perseteruan antara pecinta couple-couple tertentu, juga tentang kualitas artis-artis manajemen-manajemen tertentu itu bikin hati sebagian penggemar kpop bergejolak dan nggak terima dengan opini-opiniku itu.

Semua itu murni dari pemikiranku tentang apa yang berkecamuk dalam dunia perkpopan. Bukan masalah sentimen atau kebencian, hanya pendapat seorang penyuka kpop yang miris melihat kelakuan fans yang sudah berubah dari mengagumi hingga nyaris sampai level menyembah para idola yang menurut mereka ‘maha sempurna’ itu. Nauzubillah min dzalik.

Aku paham banget banyak yang nganggep aku orang yang sudah nggak muda lagi, tapi bersikap kekanakan, rempong atau apapun lah istilah kerennya. Tapi, apakah seorang yang sudah nggak remaja lagi harus berpikiran tua?

Apa kalian tahu kenapa banyak sekali anak-anak remaja yang berkonflik dengan orangtuanya? Karena para orangtua berpikiran sangat tua. Andaikan mereka punya secuil pemikiran anak muda, aku jamin, jembatan komunikasi antara orangtua dengan anak remaja akan terbangun dengan lebih baik.

Di sini aku menempatkan diriku sebagai seorang wanita yang berjiwa muda. Seorang wanita yang mempunyai sudut pandang lebih dewasa (bukan tua) tentang dunia fangirling. Aku sebagai wanita ‘nggak muda lagi’ yang pernah mengalami masa-masa remaja dimana saat itu aku ngefans banget sama boyband-boyband barat, berusaha menyelami dunia fangirling masa kini. Aku kasihan waktu lihat banyak yang terjerumus dan hilang arah waktu mencintai idolanya dengan membabibuta. Lupa dengan teman-teman lama, lupa dengan keluarga, lupa dengan kewajiban sebagai siswa yang sedang menguntai masa depan, dan lebih menghabiskan waktu dalam lubang pasir hisap delusi yang tiada bekesudahan.

Bukan hanya menjadi delusional, rata-rata remaja era sekarang bersikap emosional. Nggak bisa disentil sedikit. Sebuah opini ringan bisa menjadi perang besar. Dari satu kritik bisa berubah menjadi bom nuklir berisi makian dan hinaan. Hal sepele menjadi begitu rumit dan menguras tenaga serta waktu.

Kenapa hal seperti itu bisa terjadi?

Mungkin itu karena kurangnya jiwa sosial remaja masa kini. Remaja-remaja lebih banyak habisin waktu mereka dengan berkutat dengan gadget mereka. Bahkan ketika kumpul bareng teman-teman, pasti mereka lebih sibuk BBM atau chatting dengan teman-teman yang nggak bersama mereka.

Dari kecil biasanya mereka dicekokin game-game macam PSP, atau game-game di tab. Waktu mereka buat kumpul sama anak-anak sebayanya berkurang, dan akhirnya berpengaruh sama mentalnya. Jadi egois, pemarah dan terlalu menuntut dituruti segala keinginannya.

Itulah bedanya anak jaman sebelum ada teknologi macam itu dengan anak-anak jaman sekarang.

Karena kontrol emosi yang kurang, maka sering terjadi fanwar-fanwar. Aku bilang Tao sama Kris ngerapnya hafalan, eh aku diomelin dan dibilang ngebash Tao dan Kris. Kalau aku bandingin rapnya Tao, Kris dengan Eminem, gimana? Pasti pada bilang, ‘ya beda, dong. Eminem itu kan udah senior, dia ngerap udah lama’. Ya, itu benar. Tapi sejak awal Eminem debut dengan Slim Shaddy-nya dia udah keren mampus. Lalu gimana kalau aku bandingin rapnya Chanyeol dengan Suga-nya BTS? Mereka juga beda. Cengkoknya beda. Tapi bakat nggaknya seorang rapper adalah ketika dia disuruh ngerap tanpa persiapan, dan bukan dari lagu yang dinyanyiin. Buktinya, Tao waktu era Mama, tiap ngerap selalu part Two Moons, ketika era Wolf, dia ngerap yang di Happy Camp itu yang I wanna go back, I’m officially missin’ you… bla bla bla. Waktu di EXO Showtime, dia ngerap itu lagi. Hmm… masih mau dibela? Silakan, dia bias kalian. Dan begitu pula dengan Kris. Lalu, aku pernah komen di sebuah fanfiction dimana tokoh uke-nya itu dijabarkan dengan sangat rapuh bagai wanita yang ditinggal mati suaminya, aku nyeletuk aja dengan bilang si uke kenapa dibikin kaya banci gitu? Padahal aku nggak bilang kalau orang yang aslinya banci, lho. Cuma ngomen yang di FF doang. Tapi fans-fans fanatik si uke itu pada ngamuk dan heboh sendiri dan dengan penuh percaya diri dan keyakinan mutlak, aku dibilang ANTI si uke yang pinter wushu itu.

‘eh, lo seenaknya ngata-ngatain idola gue, memangnya lo terima kalau Luhan gue hina-hina?’ misal ada yang bilang gitu.

Mau tahu jawabanku?

‘silakan hina-hina Luhan. Toh, yang dihina kan Luhan bukan gue.’ Dan gue ngeloyor pergi sambil makan keripik singkong. Toh, aku pribadi nganggep Luhan itu standar. Nggak istimewa. Nyanyi biasa, dance juga biasa. Dia pinternya di sepak bola dan rubik. Aku itu ngeliat kekurangan-kekurangan bias-biasku. Mereka manusia, nggak sepatutnya mereka diperlakukan bagai dewa yang harus dipuja dan disembah. Yang Maha Sempurna hanyalah Allah SWT.

Jadi apa manfaatnya ngebela mati-matian orang yang nggak bisa ngasih manfaat untuk kita? Kita ngebela orangtua kita, ngebela agama kita dan Tuhan kita ketika dihina. Ya, semacam yang terjadi di video musik punya Katy Perry yang judulnya Dark Horse. Katanya ada orang pakai kalung berlafazkan Allah, dan orang itu disentuh Katy Perry dan jadi hancur, beserta kalung itu. Bukankah itu yang harus dibash? Dikecam dan dituntut?

Bukan…

‘Itu nggak penting, karena yang dihina kan bukan bias kita dan itu bukan kpop’ itu mungkin yang ada di pikiran fans kpop. Astagfirullah. /kalau ada yang marah, itu berarti ngerasa begitu/

Kritik… aku ngasih kritikan untuk beberapa hal. Dan banyak yang nggak terima dengan kritikan itu. Ternyata, yang namanya manusia itu memang nggak mau dikritik. Karena semakin dikritik, maka dia akan makin mengukuhkan diri bahwa dia yang paling benar, dan bahwa yang mengkritik tidak tahu apa-apa. Itulah yang terjadi ketika aku nulis tentang betapa mengerikannya fanfic-fanfic berisi sepasang homosexual yang salah satunya bisa hamil. Aku ngritik dengan sangat tajam dan menusuk. Maaf, kalau banyak yang marah. That’s your emotion, so deal with it.

Aku diserbu puluhan komenan mencecar dan ngatain aku dengan elegannya dan elitnya. Mereka nggak akan mengaku salah. Mereka sampai matipun akan merasa mereka benar. Karena itulah mereka tetap ngotot bahwa aku ini yang berpikiran sempit, bodoh dan nggak kreatif. Well, that’s the fact. Aku baru paham ternyata kritik justru bikin orang makin keukeuh akan kebenaran dirinya.

Karena kritik itu menyinggung harga diri seseorang dan menempatkan orang itu dalam posisi defensif dan biasanya membuat orang itu berusaha mempertahankan dirinya.

Dan itu yang terlihat jelas di dalam komenan-komenan kontra itu.

‘kan namanya fiksi, imajinasi bebas tanpa batas’

‘ah lo yang berpikiran sempit’

‘lo nggak paham makna fiksi ya, min? buka kamus dong! Fiksi itu imajinasi sebebas-bebasnya.’

‘lo ngatain gue bodoh gara-gara suka bikin ff gitu? Asal lo tahu, ya, teman gue yang calon dokter juga nulis ff kaya gitu.’

Dan komentar-komentar defensif lainnya. Ah, sayang aku telat baca buku psikologinya, sih. Kalau aku baca waktu itu, mungkin aku bisa lebih keren lagi nulisnya.

Selain postingan frontal yang itu, ada juga postingan tentang couple si Panda dan Naga, serta Naga dan Unicorn. Banyak kecaman dari kapal yang ngerasa couple mereka dipojokkan. Padahal aku biasa aja, lho. Tapi kenapa reaksinya pada nggak nyante ya? Aneh.

Padahal aku nyampein semuanya dengan humor dan sedikit sarkasme. Hehehehe. Masalahnya, rata-rata para kapal itu nggak punya selera humor. Mungkin karena terlalu serius menanggapi dunia idola mereka, sehingga urat humornya jadi kejang dan gagal bekerja dengan baik.

Pernah suatu ketika, aku dapat inbox berisi serangan penuh amarah yang menurutku malah menunjukkan sikap insecure dari orang itu. Dia insecure akan eksistensi apa yang berusaha dia percayai. Nggak tahu masalah apa aja yang dia hadapi di rumah, sekolah atau dalam jiwanya. Terlalu banyak konflik yang nggak bisa diselesaikan itu bisa bikin orang ngerasa kecil, insecure dan takut kehilangan sesuatu yang dipercayainya.

Untuk apa dia tiba-tiba inbox aku dan marah-marah seperti itu? Apa aku menghina keluarganya? Aku menghina orangtuanya? Aku menghina bentuk wajahnya? Atau aku mengutuk dia? Aku bingung sumpah. Hanya karena aku komen tentang idola kesukaannya, aku dimaki-maki. Padahal banyak orang yang ngata-ngatain idola kesukaanku, tapi aku cuek aja. Terserah lah. Toh, yang dimaki atau dihina itu nggak lantas kejang-kejang, berbusa mulutnya, mukanya jadi biru dan mati kaku. So what’s the deal?

Memangnya pakai voodoo? Kaya videonya VIXX yang Voodoo Doll itu? Kalau bisa gitu, aku mau bikin Voodoo doll buat Luhan, mau aku celup-celupin ke air, jadi bajunya basah, terus dia buka bajunya dan udelnya terlihat. HOREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE. #oke ini kacau #salah fokus

Setelah dua tahun jadi penggembira EXO, kayaknya sudah waktunya aku mundur perlahan dan mulai melepaskan EXO dan gemerlap dunia KPOP yang makin nggak jelas konsep dan tujuannya. Cewek-cewek telanjang dipajang, cowok-cowok beradegan penuh kekerasan diumbar, lagu-lagu yang mulai nggak enak dikuping, berbagai macam grup baru bermunculan dengan konsep yang nyaris mirip. Semua itu menjemukan.

Meskipun aku lagi konek sama Bangtan Boys (BTS), tapi hanya sekedar suka lagu dan MV mereka, well… biasku Suga, sih. Tapi ya nggak aku kepo-kepoin banget dan cari macam-macam hal tentang dia.

Bukan hanya jenuh dengan konsep KPOP, tapi juga bosan dengan menulis fanfic. Entah berapa puluh judul yang sudah aku buat, dan alhamdulillah mendapat banyak sambutan dan komentar positif, meski aku butuh kritik yang menunjukkan beberapa kekurangan dalam tiap tulisanku.

Segala macam tema sepertinya sudah aku bikin, dari yang Yaoi (Kray, Kaisoo, Krisuho, Krisyeol, Sudo, Hanhun, Sulay, Baekyeol), sampai yang straight macam (Luhan-Amber, Krisber, Suho-Amber), tentang keluarga (Love withou End, Family Matters, Love is the answer), persahabatan (Living A Mess, Beautiful Sounds), permasalahan remaja (Need A little Love, Don’t call him BaoZi), komedi (banyaaaaaak, dan nista), Thriller, Horor, romance angst, dan lain-lain. Bahkan yang fantasy juga aku coba. Intinya aku sudah lelah dan kehabisan tenaga buat mikir plot baru, karena nyaris sudah aku bikin semua, dan dari sekian banyak FF yang aku bikin, nggak ada yang sama. Itu kerja keras, lho. Hehehe. Jadi terima kasih banyak buat yang mengapresiasi karya-karya amatirku.

Karena beberapa hal yang lebih menyangkut masa depanku di akherat nanti, maka dengan segenap kesadaran, aku bakal hapus semua fanfic yang mengandung unsur YAOI dan NC.

Karena dampak negatif FF Yaoi jauh lebih banyak daripada postifnya. Salah satunya ya terjadinya fanatisme berlebihan pada couple tertentu. Dan repotnya lagi, ketika satu cowok dipasangkan dengan tiga bahkan empat cowok sekaligus. Padahal yang harus diserang ya si cowok yang satu itu. Yang playboy banget itu. Pasangan-pasangannya kan adalah korban. Kasihan.

Sudah begitu, sering terjadi pertengkaran hebat dalam kotak komen ketika ada yang nggak suka dengan alur cerita itu. Misal, si K pacaran dengan si T, lalu si L yang mencintai K jadi sedih dan akhirnya gantung diri dengan tali beha tetangganya. Lalu para pendukung pasangan K dan L jadi marah dan nggak terima si L teraniaya begitu.

Lain lagi dengan perang di fanfic setipe yang beda endingnya aja. Si K pacaran dengan si L, lalu karena kegatelan maka si K pacaran juga sama si T. si T dikibulin sama si K, karena cinta sejati K adalah si L. lalu si T sedih dan nangis-nangis bombay sambil lari ke jalan raya, ceritanya mau ke alfamart seberang jalan buat beli tisu, tapi karena nggak tengok kanan kiri sebelum nyebrang dia nggak lihat ada bajaj lewat, eh ketabrak deh. Lalu K nangis-nangis nyesel karena ngebohongin T. si L marah sama si K, tapi karena terlalu cinta sama K, maka L maafin dia. Mereka pun hidup bahagia sampai beberapa petugas razia menggerebek mereka. (apa ini?). karena si T dibikin bagai Nikita Willy ditindas di sinetron, maka pecinta couple K dan T jadi marah dan murka. Lalu hujan makian dan hinaan tumpah ruah di kotak-kotak komen itu.

Lucu?

Ya. Bagiku itu lucu banget, cenderung konyol, sih.

Tapi bagi yang fanatik, itu nggak lucu banget. Gimana kalau kenyataannya memang seperti itu kejadiannya? Apa yang bakal terjadi?

Bertanyalah pada bulu ketek yang bergoyang aja lah.

Banyak kekonyolan yang terjadi di sekitar kita. Peperangan terjadi ketika pendukung couple HH mencaci maki si pipi bakpao karena dia terlalu dekat dengan si pemilik udel kece. Lalu apa yang sebenarnya diharapkan dari HH? Memusuhi dan menjauhi semua teman dalam satu grup? Membubarkan diri dan membentuk duo HH? Aneh.

Masih banyak hal-hal remeh yang mendadak jadi begitu penting, melebihi pentingnya mendoakan korban-korban bencana alam beruntun di Indonesia. Dari Manado, Sumatra Utara, Jakarta, Pati, Kebumen, Malang, dan lain-lainnya. Semua itu kalah penting dibanding segala hal yang berhubungan dengan idola.

Contohnya sekarang, aku masangin Luhan dengan Tiffany. Kira-kira, gimana reaksi pecinta couple HH?

Kalau mereka marah, lantas apa yang akan terjadi padaku?

Andai saja tiap makian yang ditujukan kepadaku bisa mengurangi satu kilo berat badanku, niscaya aku sekarang sudah sekurus Sooyoung. Hehehehe.

‘udah tua, gendut, belagu lagi. Ke laut aja lo,min!’

Mungkin ada yang pengin komen kaya gitu. Well, jangan ke laut doang, lah. Yang spesifik.

‘ke laut kepulauan karibia aja lo, min!’ amiiin.

‘ke venesia aja lo, min!’ amin ya Allah amiiiiiiiin. Pengin naik gondola. Hahahaha.

Semoga pada nyadar, ya. Kasihan lho masih muda tapi pemikirannya tercuci habis oleh pihak-pihak yang mengaku akan menerangi kehidupan umat manusia. You know lah what I mean.

Cukup sekian ya. Mungkin dari renungan ini ada yang menyadari bahwa amarah yang kalian lontarkan sebenarnya adalah amarah karena kekurangan yang kalian rasakan. Kurangnya perhatian keluarga, kurangnya perhatian teman, atau kurangnya rasa percaya diri, kurangnya anggapan orang akan keberadaan kalian, mungkin ngerasa nggak didengar, semua itu tertimbun dan jadi gundukan emosi yang bergejolak. Coba selami lagi apa sih yang kalian cari. Atau impian kalian dihambat orangtua? Materi? Aku yakin, kurangnya kontrol emosi terjadi karena proses. Proses sejak masa kanak-kanak yang terus terbawa sampai usia remaja.

Prioritaskan hidup, waktu dan tenaga kalian untuk menggapai masa depan kalian. Masa muda nggak akan terulang. Di usiaku sekarang, aku nyesel, kenapa masa mudaku nggak aku manfaatin dengan maksimal. Maka buat kalian para remaja, mumpung jalan kalian masih panjang, maka raihlah, manfaatkan tiap kesempatan, berjuang demi kesuksesan kalian di masa depan. Jangan sampai kalian jadi malu ketika mau cerita tentang masa muda kalian pada anak-anak kalian. Ingat, idola yang kalian agung-agungkan itu, menghabiskan masa mudanya dengan latihan dan kerja keras, bukan spazzingin idola mereka dan ngajak ribut fans-fans idola yang dia nggak suka. Aku yakin banget kalau anak-anak EXO dulu kerjaannya begitu, niscaya kita nggak akan kenal yang namanya Chanyeol, Baekhyun, Luhan, Tao, Lay, Kai dan lain-lain.

Misalnya kalau ditanya anak kalian, nih…

‘ma, dulu waktu mama SMP/SMA, sukanya ngapain?’

‘eh.. umm… apa yaaa… hmm.. ya gitu, deh’ jawabnya pasti gitu. Masa iya mau jawab gini ‘oh, mama sih demen banget maki-makian sama fans grup cewek yang bodinya lempeng kaya papan penggilesan. Terus mama suka manas-manasin temen-temen mama buat ngeroyok blogger kampret yang kerjaannya ngata-ngatain idola mama. Terus spazzingin idola mama dari subuh sampai tengah malam. Ya gitu deh,’

‘ya ampun, mama anarkis, dan kurang kerjaan, ya?’ mungkin begitu reaksi si anak.

Nggak kece, kan?

Jadi buat yang hobinya ‘unik’, coba direnungin lagi, apa baik buruknya hobi tersebut. Kalau lebih banyak jeleknya, maka lepaskan, tinggalkan. Kalau banyak positifnya, ya, semoga orang lain juga menganggap itu positif. Tapi kayaknya nggak ada yang nganggep itu positif, deh.

Tambahan:

ini adalah sedikit cuplikan pembicaraanku dengan fans yang nuduh aku Anti-Tao.

Me : bisa coba jabarkan dg spesifik ap yg bkin km yakin bgt kl q anti tao? Bukannya q lbh sering hina2 kris? Keliatan bgt kl km g tau apa2 ttg q. Untuk ap q marah atas ketidaktahuan org lain? Krn buatq itu bkn masalah. Justru bagimu mrupakan mslh besar. Jk km marah wkt q blg tao ky banci di ff, lantas siapa gadis cantik berambut panjang di pp mu?

She : HATI dan FIKIRAN ANDA BERKATA seperti ITU MBAK~ jangan mengelaaaaak~ jijik gue sama sampah sejenis lu oh,hina?hina apa MENISTAI?jelas itu BEDA JAUH!aduuuh ini otaknya kelelep terkubur tak bersisa. anda mempermasalahkan pp saya?itu tao,tao versi wanita~apa bedanya dnegan zhang yixing atau luhaeen yg diedit wajahnya mirip cewek?apa itu bukan BENCONG namanya? pasti anda menjawab itu adalah fanart editan hahahayy XD.

Me : ya, cowok diwanitakan, apapun istilahnya konotasinya pasti banci. Hmm… Ya, mungkin saking berumurnya, otakq sampai bau tanah. Tp setidaknya, q nggak meletup2 seperti km. Efek kelamaan dipakai c.

She : berarti kedua bias anda secara tidak langsung juga diharapkan menjadi BANCI kan?yayaya udah bau tanah jangan bermodalkan bacot sok tau gih.

Me : di saat q menuntut jwbn dr km ttg ap alasan km meyakini q anti tao, km malah mangkir. Bukankah km ragu atas keyakinanmu thd apakah q anti tao atau bukan? Hy bermodalkan 1 komentar ttg betapa tao direndahkan sampai taraf mirip banci, km dg lantang dan gigih menyerukan bhw q anti tao. Hy sebatas itukah keyakinanmu?

She : dan memang kenyataannya anda ANTI TAO meskipun anda TIDAK MENGATAKANNYA SECARA LANGSUNG!hanya dengan komentar busukmu,sudah membuat saya mendapat ‘penglihatan’ anda itu ANTI TAO . apakah sbatas itu keyakinan lu mengatakan jiwa gue rapuh lantaran gue PM dengan lu kata2 KASAR / gue berpegang teguh thdp opini gue? coba gue balikin deh,lu nggak mau disalahin bawa2 topik lain. apa itu namanya TIDAK BERPEGANG TEGUH untuk MEMOJOKKAN SESEORANG?gue mojokin juga sih,tapi SATU ARAH tidak bercabang :b

Me : Itu kalau dilihat dr sudut pandang km. Sdgkn dr sudut pandangku, q tau km mulai kalah.

She : itu menurut sudut pandang sendiri alias OBJEKTIF kan?cuih,modalnya OBJEKTIF. yayayaya OBJEKTIF tidak akan bisa MOJOKIN GUE lohhh LO. menurut ente mulai kalah gegara ente LARI KEMANA2 topiknya. wkwkwk jamban sono dan faktanya lagi lu kesal tapi lu sok kalem,orang yg mudah mengelak ya itu lu sendiri ~~ WTF? Ternyata bermain pada OBJEKTIF?yaelaaah kalau gitu mah berarti sama aje lu itu goblok minta mampus,disuruh pakai logika ini malah pakai OBJEKTIF jelaslah yg namanya kalau udah OBJEKTIF,semua pendapat orang lain diacuhkan. yaudahlah,katanya pengen BLOKIR kok nggak jadi?takut dibilang PENGECUT makanya males blokir ya?hoho

Me : bravo. gimana? Masih ad yg mw dicurhatin lg ttg betapa jiwamu makin ngrasa g aman?

She : lu nggak tau ya lu itu mainan gue?jadi gue bebas mau maki2 lu hahayyy yang tabah ya kalau nggak kuat silahkan lambaikan tangan ke kamera. balasnya setengah2,coba bales FULL dong. idiot dipelihara. begini nih mau jadi blogger?

She : doggy lagi apa sih?tai-nya udah dimakan belum?sebagai doggy, kalau sudah begini doggy udah termasuk kategori kurang ajar terhadap majikan loh. doggy kerjanya apa?jadi gembel ya hikss.

Me : wah, km bnr2 sudah kalah. Pengucapan2 km ud g relevan lg. Brarti km ud selesai keluarin unek2mu ttg komenanq itu kan? Msh ad lg g yg mw diceritain ttg kerapuhan jiwamu?

She : doggy merasa terhina ya?whoops maaf /lemparTulang doggy mana yang bisa berargumen?oh maaf majikan lupa kalau majikan masalahin komentar doggy, kenapa doggy larinya ke jiwa majikan? doggy membingungkan. doggy yang lepas.. Tolong~ tolong~ ada doggy lepas~ ”

well, itu cukilan aja, nggak full, karena terlalu panjang. Dari pembicaraan di atas, kalian bisa menilai sendiri mana yang waras dan mana yang kurang waras. Karena masalah sepele, bisa membebani jiwa. Yang pasti bukan jiwaku. Itu cerminan buat para fans yang terlalu memuja idolanya, sampai ke taraf nyaris menuhankan. Dan karena sudah fanatik itulah, maka terbentuk karakter yang suka kurang ajar begitu. Ya, semoga ini bisa jadi pembelajaran buat para fans, bahwa ngefans itu nggak perlu rempong dan bikin citra diri jadi ancur.

Oh, ya, ketika ‘She’ marah-marah gitu, aku lagi santai nonton BTS. Hahaha.

Well, last but not least, thank you for your time reading this.

Stay sane and be healthy.

WE ARE ONE!

Advertisements