-*-

Hai lagi,

Aku mau cuap-cuap sedikit boleh, kan?

Ada hal yang cukup mengganggu sebenarnya, dan miris juga kalau kita menyadarinya. Kalian mau tahu apa itu?

Masih tentang dunia Kpop, kok.

Kali ini aku mau bilang kalau kehidupan kita sebagai Kpoper jadi lebih terkotak-kotak dan terkadang malah terisolasi.

Why?

Setelah menjadi Kpoper, aku memang nambah teman di dunia maya. Bahkan aku dapat teman yang jadi temanku di dunia nyata. I am grateful.

Tapi yang terjadi justru aku malah ngerasa kalau teman-teman di dunia nyataku nggak seasik teman-teman Kpoperku. Akhirnya aku mulai menjauh dari mereka dan berkubang di dunia maya bareng teman-teman yang mukanya aja aku nggak tahu.

Menjadi fans Kpop itu ada baik buruknya. Tapi yang aku perhatiin kok malah banyak buruknya, ya?

Salah satunya adalah terjadinyadiskriminasi.

Fandom yang satu merendahkan fandom yang lainnya. Fans bertikai karena beda pendapat. Ada yang ngritik, eh dibilang ngebash. Padahal beda lho.

Ngritik adalah tanda kita perhatian dan ingin idola kita makin baik.

Sedangkan bashing adalah memaki dan menghina dengan penuh rasa benci.

Kritik = sayang. Ingin meningkatkan kualitas idola.

Bash = benci. Ingin menjatuhkan orang (idola) lain yang dibenci.

Beda, kan?

Itu efek buruknya.

Belum lagi nganggap teman non-kpop sebagai orang udik yang nggak gaul, dan akhirnya milih buat nggak berteman lagi sama mereka.

Yang terparah adalah, banyak yang sampai lalai sama agamanya, karena terlalu mengabdikan jiwa dan pikiran pada sang idola.

Sebenarnya bukan Cuma fans Kpop aja yang seperti itu, tapi yang aku hadapi saat ini adalah fans Kpop. Aku sendiri ngerasa kok kalau aku jadi jauh dari teman-teman dunia nyataku. Nope mereka malah nggak punya, aku punyanya nope teman-teman dari internet.

Jadi aku nggak men-judge orang lain, tapi aku sendiri juga ngerasain.

Tapi aku masih aware sama dunia di luar dunia Kpop.

Yang sangat disayangkan adalah, banyak remaja yang terpasung terlalu erat di dunia Kpop sampai akhirnya mereka lupa kalau ada dunia yang jauh lebih luas dari Kpop dan isinya.

Setiap menit kita dicekoki kemewahan selebritas Kpop, mata kita disuguhi wajah-wajah tampan dan cantik setiap detik. Obrolan kita di facebook maupun twitter berpusat tentang mereka. Dari hal-hal kecil hingga menistakan mereka habis-habisan (terutama Kris. Heheheh). Lalu karena otak kita sudah dijajah semua hal tentang Kpop, maka secara nggak sadar kita mulai menjauh dari dunia yang masih luas itu.

Kita jadi lupa (bahkan nggak tahu) tentang kasus pembantaian di Mesir dan Suriah. Pengeboman seenak jidat di Palestina. Penembakan semena-mena di Afganistan. Semua itu luput dari pengamatan kita yang terlalu sibuk dengan dunia semu Kpop.

Bayangin aja… selama bulan puasa kemarin, sudah terjadi pembunuhan massal oleh tentara militer Mesir. Di saat orang mau khusyuk ibadah, mereka dibantai. Lagi sholat juga ditembakin. Jahatnya luar biasa. Biadab banget.

Lalu apa yang terjadi di dunia Kpop kita?

Perang juga. Tapi untuk sesuatu yang apa ya…. Hmmm… nggak penting.

Sedangkan rakyat Mesir berjuang demi membela negara mereka dari cengkraman militer yang kejam. Dan di Suriah terjadi konflik antar dua aliran agama. Sama-sama agama Islam tapi perang. Antara Sunni dan Syiah. Banyak mayat berjatuhan. Dan mereka begitu demi ngebela paham mereka.

Aku pengin para remaja pecinta Kpop untuk lebih menyadari dan memahami arti hidup yang fana ini. Dunia ini jauh lebih besar dan luas daripada dunia kecil Kpop.

Banyak kerusuhan dan kericuhan yang berakibat melayangnya ratusan bahkan ribuan nyawa setiap harinya. Tapi kita dibutakan oleh gelimang kemewahan Kpop.

Pria-pria tampan bikin kita lupa akan berapa banyak pria lainnya berjuang mempertahankan Negara dan agamanya. Pria-pria yang merasakan panasnya peluru yang menembus kulit mereka. Pecahan-pecahan bom yang menyayat dan menyusup ke dalam tubuh mereka. Ledakan bom yang menghancurkan tubuh mereka.

Cewek-cewek cantik dan seksi bikin kita silau sampai lupa kalau banyak wanita di luar sana kehilangan suami dan anak-anaknya karena dibantai musuh. Meratapi kehilangannya, dan bahkan dia pun dibunuh dan dianiaya.

Musik berdentum-dentum yang bikin kita bergoyang itu pun membuat kita lupa akan suara jeritan anak-anak kecil yang memanggil ayah dan ibunya yang tewas dihantam rudal maupun bom, Seruan Allahu Akbar yang dilontarkan para mujahidin, para pembela agama dan Negara. Dan isak tangis orang-orang yang terjebak dalam konflik itu.

Lalu di manakah kita?

Kita duduk gelisah di depan layar computer demi menanti munculnya video musik terbaru sang idola. Kita memekik kegirangan demi melihat video yang rilis dan langsung berkoar-koar di twitter maupun facebook.

Dan selama berjam-jam berikutnya bahasan akan video itu bakal terus berlanjut.

Belum lagi kita semangat ngedownload variety show idola kita. Ngakak-ngakak nista demi lihat mereka bersikap konyol.

Jejeritan heboh ketika couple kesukaan kita ngelakuin interaksi sekecil apapun.

Semua itu bikin kita lupa bahwa kita hidup di dunia yang porak poranda.

Benarkah Kpop sudah menjadi awal terbentuknya DUNIA BARU yang bikin kita lupa akan adanya DUNIA LAMA YANG NYATA?

Think again.

Semoga postingan NON FRONTAL ini bisa menasehati jiwa-jiwa muda yang nyaris tersesat, dan menjadikan jiwa-jiwa itu kembali ke jalan yang benar sebelum terlambat.

Jangan jadikan Kpop sebagai poros kehidupan kita.

Ingat, kita punya masa depan. Jangan sia-siakan waktu demi hal-hal yang nggak bermanfaat.

Hentikan segala perseteruan antar fandom maupun fans ataupun stans.

Hidup ini jauh lebih luas dan lebih penting daripada Kpop.

Silakakan menyukai Kpop, tapi jangan jadikan itu sebagai tujuan hidup.

Good luck

God bless you all.

See ya.

WE ARE ONE!!!!

 

PS: Silakan share ini demi bisa menyadarkan banyak remaja yang masih terombang-ambing dalam kegamangan hidup yang penuh ujian ini. Semoga ini bisa menjadikan mereka lebih peka terhadap sekitarnya.

Advertisements