oOo

 

A/N : Ini ff iseng tapi penting, karena kita semua pasti bertanya-tanya apa sih yang bikin duizhang kece nan nista itu punya keberanian untuk pergi-pergi dengan memakai outfit yang nauzubillah horonya. Mungkin ada cerita di balik itu… dan beginilah versi saya…

oOo

Kris bolak-balik buka lemari bajunya. Semua pakaian layak pakai yang ada di lemarinya dia keluarin. Ada kemeja garis-garis semacam zebra cross, ada kemeja warna mustard (atau lebih tepatnya, kuning-kuning tai), terus kaos gambar tengkorak separo, ada sweater merah kayak embah-embah masuk angin, jaket kulit hitam, celana ketat hitam, celana jeans, syal, dan lain sebagainya. Kondisi kamarnya udah mirip pasar grosir lagi obral baju. Berantakan banget pokoknya. Chen masuk kamar itu dan ngejerit sambil jambakin rambutnya. Cowok manis kalem yang mukanya kayak orang nahan tangis itu heboh karena lihat kondisi kamar yang bikin jiwa kerapiannya tersinggung.

 

Kris cuek aja dan terus keluarin isi lemarinya, bahkan kancut-kancut segala macam bentuk dan rupa sudah bertebaran di atas ranjang.

“Kris! Lo hilang akal, yaa?” pekiknya sambil melotot-melotot.

“Gue lagi bingung, Chen! Ini baju semua udah gue pakai. Masa mau gue pakai berulang-ulang? Bisa-bisa reputasi gue sebagai airport fashion luluh lantah. Gue sampai kapanpun harus mempertahankan reputasi gue sebaga idola dengan gaya kece di airport. Kalau lo, mah, pakai piyama juga nggak ada yang merhatiin.” Ocehnya ngeremehin Chen.

“Jadi masalahnya apa? Lo mau beli dadakan, gitu? Mana nyukup waktunya?” Kata Chen sambil mungutin baju-baju Kris yang berserakan itu.

“Terus gimana, doooong? Gue nggak mau muncul di depan para fans dengan style yang nggak keren. Mau ditaruh di mana muka tampan gue ini, Chen?”

“Taruh aja di lemari.” Balasnya bosan. Kris lempar Chen pakai kancut motif bunga tulip layu.

“Kasih ide, dong, Chen-Chen.”

Chen mendesah ringan dan bilang kalau dia mau nyoba buat nyariin solusi buat Kris.

Kris duduk termenung di depan lemari. Tatapannya kosong dan penuh kekecewaan.

Dia kecewa karena dua hari lalu nggak ikutan Tao belanja di butik. Dia dengan pedenya bilang kalau bajunya udah banyak. Ternyata dia lupa kalau semua baju di lemarinya udah pernah dipakai dan foto-fotonya udah bertebaran di tumblr dan website-website lainnya.

Kris nyadar kalau dia itu bodoh dan sok tahu, karena rasa putus asa itulah, Kris bangun dan menuju ke jendela, lalu dia lompat dari jendela dan terjun bebas ke bawah.

THE END

*dilemparin kancut bekas Kris.

*Kris nggak selebai itu, kok. Hehehehe.

Chen masuk kamar Suho dan lihat leader EXO-K itu lagi jongkok di depan ranjangnya. Jelas aja main vokal EXO-M itu bingung. Ngapain cowok kece berwajah teduh kayak tenda kawinan itu jongkok-jongkok gitu?

Dia pun nyamperin Suho dan colek pantatnya pakai kakinya.

“Hei, lo lagi ngapain? Pindah-pindah, udah penuh, tuh.” Chen nunjuk lantai. Suho mengumpat pelan sebelum bangun dan duduk di tepi ranjang.

“Gue nyari gelang yang dikasih fans gue di Thailand waktu itu, Chen,” mukanya kelihatan agak mendung.

Chen yang notabene sayang banget sama Suho itu pun akhirnya tiarap dan merayap ke bawah kolong. Setelah beberapa menit meraba-raba lantai bawah kasur itu, akhirnya dia berhasil nemuin gelang yang dimaksud.

“Horeeeee… makasih, Jongdae!” Suho meluk Chen.

Gelang ndeso gitu aja dihebohin, batin Chen di balik senyumannya.

Setelah Suho duduk tenang, Chen akhirnya bisa ngomong.

“Joonmyun, Joonmyun ganteng. Saya mau tanya?” Chen kedip-kedipin matanya. (minum combantrin, Chen, kayaknya lu cacingan)

“Apa, Jongdae?” sahutnya sambil ngelapin gelangnya yang berdebu.

“Kris lagi ngalamin krisis kepercayaan diri, tuh.” Ungkapnya sambil selonjoran di ranjang kosong Sehun.

Suho ngangkat alis, “Krisis kepercayaan diri? Tumben?”

Chen ngejelasin problema yang lagi merundung Kris. Suho ngangguk-ngangguk paham akan permasalahan NGGAK PENTING BANGETnya Kris. Setelah itu Chen pindah keluar dari kamar Suho dan mulai nyari teman-teman lainnya.

Di dapur, seperti biasa dia nemuin D.O lagi bercumbu sama wajan. Suasananya bener-bener HOT!

“Hei, Soo Soo, lo lagi sibuk, kagak?” Chen towel-towel pantat bahenol D.O.

“Nggak, Chen. Gue cuman lagi menanak nasi, menggoreng ikan, merebus sayuran dan kalau lo nggak keluar juga dari sini, siap-siap lo gue jadiin Jongdae panggang bumbu kimchi!” raungnya sambil ngacung-ngacungin pisau daging. Dan Chen langsung keluar dapur. Dia masih sayang fans, kalau sampai dia kenapa-kenapa, kan, kasihan fans yang nggak bisa dengar suaranya lagi.

Chen yang malang melintang senyumnya itu berkelana ke sana kemari membawa alamat. Dia nemu Baekhyun lagi hiasin matanya dengan eye-liner barunya, yang kata iklannya, water-proof, jadi Baekhyun bisa nangis-nangis tanpa takut eyelinernya luntur.

“Baek, bisa bicara sekejap?”

“Ngomong aja, Chen. Lo mau pake eye-liner juga? Yaaa… itung-itung biar mata lo nggak kayak orang nelangsa gitu, Chen,”

Chen narik nafas buat nahan emosinya, “Nggak, Baek, makasih. Gue ke sini buat minta tolong sama lo.”

Dan Chen mengungkapkan semuanya dari awal hingga akhir. Baekhyun menyanggupi. Lalu Chen meminta Baekhyun menyampaikan pesannya kepada Chanyeol, teman sekamarnya.

Satu persatu ditemuin Chen, Luhan yang lagi bercermin sambil ngamplas giginya, Kai baru masuk dari luar, dia pakai boxer loreng-loreng dan bertelanjang dada habis berjemur. Xiumin yang habis push-up pun dia datangi, biar gampang, Chen ngumpulin semua member di kamar leader EXO-K, Suho.

“Jadi kalian sanggup bantuin Kris, kan?” Chen berdeklamasi. Dan Kai dikremasi. *Nggaaaaak, cuma nyari kata yang ada rimanya!!! Becanda, Kai, candaaa*

“Sanggup!” seru mereka serentak tapi nggak kompak. Terutama Sehun, “Thanggup!”

“Tiga puluh menit dari sekarang, kita semua ngumpul di sini lagi!” tegas Chen. Suho rada-rada ilfeel juga sama Chen, lagaknya kayak leader gitu. Suho ngerasa seolah posisinya direnggut paksa sama Chen.

Masing-masing menghambur ke kandangnya dan ngelakuin apa yang Chen suruh. Tepat setengah jam berikutnya kamar Suho ramai lagi. Kebetulan Kris nggak keluar kamar karena galau.

Chen mengernyit waktu lihat semua yang ada di depannya. “Seriusan ini semua?”

“Iya, intinya ini buat bantuin Kris biar bisa ke airport dengan gaya yang keren,” celetuk Baekhyun. Chen nggak bisa bilang apa-apa lagi. Dia meraup semua yang tergeletak di kasur Sehun itu dan membawanya ke kamarnya.

Dan benar dugaan Chen, Kris duduk selonjor di lantai, hanya memakai boxer dan kaos dalam putih. Mukanya ngenes banget.

“Janganlah bermuram durja, Duizhang. Ini gue udah nemu solusinya,” kata Chen sok wibawa. Muka muram suram buram Kris langsung menguap dan digantikan ekspresi muka lega persis orang sembelit seminggu yang akhirnya bisa keluar juga.

“Solusinya apa, Chen?”

“Ini.”

“Apa ini?” muka Kris cengok kayak habis kepentok pintu.

“Ini sumbangan dari semua member. Mereka sudah rela berbagi benda-benda kesayangan mereka. Jadi amatlah sangat nggak pantas kalau kamu sampai nggak pakai pemberian mereka ini,”

Mata Kris mendadak membulat mirip mata D.O pas lihat Kai mandi sambil ngedance, atau ngedance sambil mandi? Whatever lah.

You want me to wear these?”

“Yup! Buruan dicoba, dipilih terus dipake, gue dan yang lain nunggu di depan, ya. Nggak pake lama!” ancam Chen sebelum menutup pintu. Kris berdiri sambil garuk-garuk kepala, leher, ketek dan perutnya waktu lihat gundukan baju, celana dan aksesoris lainnya.

oOo

“Ayo! Cepat! Nanti kita ketinggalan pesawat! Suho, kamu atur kolonimu! Kris! Mana Kris? Ke mana si tiang jemuran itu!” sang manager mulai bawel karena anak asuhnya lelet semua.

Lay yang sudah rapi jali dengan dandanannya yang kece itu nunjuk ke pintu kamar Kris. “The Diva lagi dandan,” katanya sambil mendengus. Dia bete karena Kris belum nongol juga dari kamarnya.

Pintu kamar Kris digedor-gedor manager berkali-kali sebelum akhirnya terbuka. Kris ragu-ragu ngelongok dari sela pintu dan ngelirik kanan-kiri dengan muka lugu-lugu minta digamparnya itu. “Psstt… yang lain pada ke mana?” bisiknya ke manager.

“Udah masuk mobil semua, Lay aja yang terkenal lelet itu barusan aja keluar dari sini. Lo buruan, nape? Leader tapi nggak bisa ngasih contoh yang bener!” semburnya jengkel.

Kris pelan-pelan langkahin kakinya keluar dari kamarnya, dia benerin letak topinya, tarik-tarik kemejanya dan benahin posisi celananya.

Manager seolah kesamber petir berkekuatan jutaan volt. Mulutnya nganga, matanya mendelik takjub (baca: Jijik) dan telunjuknya terangkat, mengacung ke arah Kris.

“Nggak usah komentar! Ayo, pergi!” geram Kris sambil narik tangan manager dan ajak keluar dorm. Manager masih aja diam ribuan bahasa. Speechless pokoknya. Dalam hati dia ngeyakinin dirinya kalau semua ini adalah mimpi buruknya, karena dia tidur nggak sempet baca ayat Kursi sama doa mau tidur.

Teman-teman Kris langsung pada ngelongok dari jendela mobil dan mereka pingsan karena nahan tawa yang seolah mencekik leher mereka.

Kris masuk ke dalam mobil. Mukanya kecut, cemberut, kusut mirip orang nahan kentut.

“Chen, you’re so fucking a dead meat!” desisnya penuh murka. Chen mencicit takut dan ngumpet di balik punggung Chanyeol.

“Kris… lo kelihatan… emmm… errr… unik?” kata Suho yang sikut-sikutan sama D.O.

“Unik?” Luhan ikutan nyeletuk, “Dia kelihatan fashionable banget! Lihat gimana dia mix and match semuanya dengan pas.” Pujinya tulus, padahal dalam hati dia lagi koprol ngakak-ngakak.

Kai sama Sehun manggut-manggut ngedukung pendapat Luhan. Lay sama Baekhyun pura-pura ngeliat ke luar jendela, padahal mereka lagi ngikik tertahan sambil remes-remesan paha. Untung Kris nggak lihat, dia bisa tahu kalau ternyata penampilannya itu kocak banget.

“Hmm… tapi kenapa gue nggak pernah lihat kalian pakai barang-barang ini?” tanya Kris penasaran sama benda-benda yang dikumpulin Chen tadi.

“Oh, itu pemberian fans. Makanya lo udah berbuat baik, Kris. Secara nggak langsung lo nyampein rasa cinta lo ke fans-fans kita.” Xiumin berusaha diplomatis (?). Kris manggut-manggut.

“Jadi ini dari siapa aja? Maksud gue, sumbangan dari siapa aja benda-benda ini?”

“Topi dari gue, kemeja tengkorak itu dari Chanyeol, kalung dari Kai, gelang yang di tangan kanan lo itu punya Suho, gelang di sebelah kiri dari Baekhyun, celana polkadot adem itu dari Sehun, sepatu putih punya Tao. Oh, ya, kaos kutang putih itu dari Lay.” Jelas Luhan santai.

757467950

“Gue serasa gelandangan yang disumbang pakaian dan aksesoris. Tapi, seriusan gaya gue keren? Lagian, dari semua yang Chen sodorin ke gue, hanya baju dan celana ini yang nyukup. Lagian ada celana panjang,  tapi pas gue pakai jadinya setengah tiang, pasti itu punya Suho, Xiumin atau D.O, deh?”

“Sialan!” tiga Hobbit sahabat Frodo Baggins itu mengumpat. *sorry gaaaiiiissss. XD

“Nggak apa-apa, Kris. Meskipun agak eye-catching, tapi overall, lo udah berhasil jadi idol yang masuk kategori fashioNista.” Ungkap Lay lembut sambil senggol Baekhyun.

Kris sumringah. Wajahnya berseri-seri dan dia makin pede dengan pakaian yang dia pakai.

Sementara Kris lagi di awang-awang karena bahagia, kesebelas temannya berusaha pertahanin wajah datar mereka. Chanyeol sampai nyureng dan meringis gaje demi nahan gelak tawanya yang sudah siap-siap nyembur. Dengan kasar Chen alihin pandangan Chanyeol dari pakaian Kris, demi keselamatan mereka semua.

.

.

.

.

“WHAT THE FUCK IS THIS? CHEN! LOOK WHAT YOU’VE DONE, YOU UGLY TROLL!!!!” raungan Kris membahana ketika malam harinya dia iseng-iseng buka-buka tumblr dan lihat betapa banyaknya komentar fans dan pengamat fashion yang menghujat dan jadiin selera airport fashionnya sebagai ejekan dan hinaan. Tiap angle terpampang dengan jelas, dan Kris nyadar kalau gaya berpakaiannya norak, jelek, aneh, ndeso, katrok, kamseupay, dan nista.

Chen ngumpet di kamar Suho.

“KALIAN KAMPREEEEETTT! GUE BENERAN JADI FASHIONISTA! NISTA BANGET! GUE NGGAK AKAN MINTA TOLONG KALIAN LAGI! MENDINGAN GUE KE AIRPORT TELANJANG BULAT DARIPADA NURUTIN KALIAN! I FUCKING HATE YOU, GUYS!!!” Kris makin menjadi-jadi waktu baca postingan di blog mejiemagic yang ngata-ngatain dia sedemikian rupa. *bhuakakakakaka… gaje.

Semua member mastiin pintu kamar mereka terkunci rapat, mereka nggak mau besok udah nggak bernyawa lagi karena disembur si Naga Nista itu.

THE END

A/N : Hehehe mian gaje dan pendek. Tapi mungkin begitulah kejadiannya. Hahahaha.

Advertisements