oOo

A/N : Dalam rangka menunjukkan betapa cintanya author pada seorang Kris a.k.a Wu Yi Fan a.k.a Kevin Li a.k.a Li Jia Heng. Maka author lagi berbaik hati buat bikin koleksi one-shots penistaan terhadap si leader sok keren KRIS. LOLs

 

Yang nggak suka biasnya dinistakan, silakan menjauh. Sejauh mata sipit Baekhyun memandang.

 

Yang suka biasnya dinistakan, author ucapkan… selamat bergabung!

 

Ide cerita diberikan oleh adik nista author @ranimation94

oOo

KRAM

*

Ke-12 member EXO sudah topless topless show us  some abs some abs… pantless pantless it’s only in your dreams…

Intinya anak-anak EXO lagi ngumpul di pinggir kolam renang hotel tempat mereka menginap.

Mereka siap-siap mau berenang. Dan Kris seperti biasa, sok-sok paling cool en keren itu dengan santainya berdiri di tepi kolam. Dengan udel yang kalah imut dibanding udel Luhan, Kris manggil Lay buat renang bareng.

Tapi Lay lagi pemanasan dulu, dia ngajak Kris.

“Kris, lo harus pemanasan dulu biar nggak cidera pas lagi berenang,” kata Lay kalem.

Kris kibasin tangannya, “Alaaah… pemansan hanya buat mereka-mereka yang lemah dan nggak profesional. Gue dari bayi udah mahir berenang. Pas masih di dalam perut emak gue, gue berenang dalam air ketuban, pas gue lahir, gue berenang di ember. Terus pas gue TK, gue berendem di kubangan. Setelah masuk SD, gue nyemplung di empang. Pas udah SMP, gue berenang di kali ama temen-temen gue. Waktu SMA gue paling demen berenang di laut. Jadi gue udah kenyang ama yang namanya berenang, Lay. Ikan aja kalah ama gue,” katanya sok, sambil nepuk-nepuk dada tipisnya.

Mau tahu gimana reaksi Lay?

Muntah paku payung!!!

Karena kekeras kepalaannya, Kris naik ke papan lompat atau apalah itu namanya, dan berdiri tegak, lengannya dimajuin ke depan, telapak tangannya ditangkupin, nekuk lutut lalu nyebur dengan gaya sok-sok kayak atlit lompat indah. Begitu tubuh kurus tingginya (yang mirip tusuk konde) masuk membelah air di bawahnya, cipratan airnya banyak banget. Kalau ada jurinya, pasti dia dapat nilai -10 deh.

Beberapa temannya yang alay macam Chanyeol, Baekhyun dan D.O lompat-lompat sambil ngasih semangat buat Kris. Layaknya cheerleader kehilangan jati diri.

Kris yang dengar yell-yell teman-temannya itu jadi makin bringas memangkas air di sekelilingnya dengan tebasan lengan dan kakinya. Baru satu setengah lap dia arungi, tiba-tiba betisnya kaku dan nyeri. Sama sekali nggak bisa digerakin. Kris ngerasa kayak ada yang narik dia ke bawah air. Dia ayun-ayunin tangannya, melambai-lambai ke arah gerombolan temannya yang masih saling oles sunblock di punggung, dada, lengan, paha dan muka. Mereka mengantisipasi biar nggak kadung gosong kayak Kai.

Heeee…..llllll….pppppp’

Sayup-sayup terdengar suara dari tengah kolam renang, beberapa member EXO lainnya nengok ke arah Kris yang dadah dadah sambil muncul tenggelam.

“HAAAAI KRIIIIIISSSSS!!!” pekik Chanyeol ceria sambil balas lambai-lambai.

“Itu Kris beneran songong banget, ya? Mentang-mentang berenangnya kayak ikan pesut terus langsung pamer sama kita-kita,” dengus Suho sambil nuang lotion ke punggung hitam Kai.

“Suho! Lotionnya jangan banyak-banyak, dong!” protes Kai yang ngerasa kulit punggungnya jadi lengket-lengket gimanaaa gitu.

“Biar nggak makin gosong, Kai” kata Suho.

“Heh, itu Kris kayaknya minta tolong sama kita, deh.” Celetuk Chen, yang notabene paling anteng di antara mereka. Anteng kalau lagi kebelet.

“Ah, mana mungkin dia minta tolong. Lagian mau minta tolong apaan, coba?” imbuh Luhan yang lagi ngolesin lotion ke selangkangan Sehun yang lecet karena sempaknya terlalu ketat.

“Tenggelam kali?” Tao ikut-ikutan nimbrung. Tangannya lagi sibuk ngolesin sunblock ke keteknya yang banyak bulunya itu.

“Kris? Cowok yang sepupuan ama ikan mujair itu tenggelam? Aaaah… nggak mungkiiiin!” Xiumin nyeletuk dengan muka penuh lotion tebel. Maksudnya biar pipi keramatnya nggak gosong.

Helllpp….  Hheeelllpppp….’

Suara serak-serak radang tenggorokannya Kris menyambangi kuping anak-anak EXO, dan Lay yang udah kelar pakai pelampung langsung narik Sehun dan didorong ke dalam air.

“Sehun! Selamatkan leader kami!” seru Lay dari tepi kolam.

“Lay! Ngapain lo ngedorong adik kesayangan gue?” Luhan protes.

“Karena gue nggak mau lotion gue luntur, Dodol!” balasnya.

Sehun akhirnya terpaksa berenang-renang ke tengah, sebelum akhirnya berakit-rakit ke tepeian.

Kris menghilang dari pandangan. Dia kelelep alias tenggelam.

“KRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIISSSSSSSS!!!!” pekik Lay, Tao dan Chanyeol. Masing-masing ngedorong Luhan, Baekhyun dan Kai ke dalam air. “TOLONG KRIS!!!” lanjut ketiga cowok nggak setia kawan itu.

Akhirnya sambil menyelam dan minum air, Kai berenang cepat ke arah Sehun yang sudah menyelam buat nolongin Kris. Pas Kai mendekat, Sehun pengin ngejerit kaget, tapi takut keselek air, akhirnya dia teriak dalam hati..

‘MAMAAAAA!!!! ADA BELUUUUT!!!’

Dengan bantuan Kai, akhirnya Kris bisa digiring ke tepi kolam.

Semua ngerubutin Kris yang tergeletak lemas. Mukanya pucat.

“Kaish dia nafas buatan!” perintah Kai, sok-sok bossy, gitu. Yang ada dia malah dijorogin Suho ke kolam.

“Lay! Kasih Kris nafas buatan!” perintah Suho.

Tapi Lay malah bergidik, “Ogah! Dia belum gosok gigi!”

Semua nanya, kok, dia bisa tahu?

“Sikat giginya nyemplung ke WC, terus dia nggak punya cadangannya.”

“Kenapa sikat bisa masuk ke WC?” tanya Baekhyun atau D.O, nggak jelas karena mereka semua ikutan nanya.

“Kayaknya pas dia lagi meragain dance move-nya I Got A Boy, deh. Terus sikatnya lepas dari pegangannya dan nyemplung deh.”

“Ooohh…” semua memaklumi.

Akhirnya, Chen berinisiatif buat bantuin Kris. Dia tekan-tekan dada, perut dan dengkul Kris, maksudnya buat ngeluarin air yang ketelen. Suho, Xiumin dan Luhan miringin badan Kris dan tepuk-tepuk punggungnya.

Akhirnya tanpa nafas buatan, Kris pun sadar. Dia batuk-batuk kayak aki-aki bengek.

“Kris is aliiiiiiiiiiiiiiiiive… he’s aliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiive,” Lay sorak-sorak sambil meluk Kris dan ciumin mukanya yang basah.

“Perasaan tadi lo nggak ada inisiatif buat nolongin Kris, deh…” Kai buka kartu, bikin Lay pengin jorogin Kai ke dalam kolam lagi.

“Kalian bego semua! Gue hampir meregang nyawa di dalam air, tapi kalian malah grepe-grepean sendiri!” amuk Kris.

“Lagian salah lo juga, sih. Disuruh pemanasan tapi nggak mau. Jadi kram, kan, kakinya?” kata Lay yang lagi siap-siap mau berenang.

Kris ngamuk, dan jorogin Lay ke dalam kolam. Terus dia nguber tiap orang dan lempar satu-satu ke dalam kolam.

oOo

Tak Ada Gula, Ya Tak Apa

Rambut masih basah, tapi dada dan perut sudah nggak terekspos lagi. Dari Xiumin sampai Sehun sudah berbaju rapi. Lay dan D.O seperti biasa, para pecinta kompor dan wajan itu lagi berkutat di dapur. D.O lagi goreng  ubi dan singkong, Lay lagi bikin teh tarik yang dia icip-icip pas Showcase di Malaysia. Dia ngegaya narik-narik susu. Susunya siapa hey?

D.O terpesona sama cara Lay nuang teh susu dari gelas ke gelas lainnya, meski ada sebagian yang tumpah ke lantai. Sok, sih.

Akhirnya 12 cangkir teh tarik sudah siap diminum. Uap panas mengepul dari ubi dan singkong goreng bikinan D.O.

Lay ngelewatin Kris yang mau masuk ke dapur, “Kris, ngeteh, yuk. Ini gue bikin teh tarik kayak yang di Malaysia itu.”

Kris mendengus sambil masang tampang songong, sok, nyebelin, Jutek, (yang bikin Lay pengin nyiram mukanya pakai teh tarik) “Gue nggak doyan!”

“Serius? Ntar tehnya abis, lo nyariin?” Lay ngiming-ngimingin si leader kemayu itu.

“Iya! Pergi sana, jangan ganggu gue!” usir Kris, Lay ngangkat bahu dan masuk ke ruang tengah.

Kris celingukan di dapur. Dia ngambil teko, diisi air terus direbus. Dia buka lemari dapur dan ngambil cangkir dan tatakan.

Dia gelatakin lemari kecil yang isinya teh, gula, kopi, dll.

Kris ngambil teh celup dan masukin ke cangkir.

“Hmm… gula mana, ya?” gumamnya sambil ngebuka tiap lemari di dapur. Tapi dia nemuin wadah gula yang kosong melompong.

Sementara itu di ruang tengah, semua member nyeruput teh bikinan Lay, dan ngunyah gorengan buatan D.O.

“Kris mana?” tanya Suho yang mulutnya megap-megap kepanasan ubi goreng.

“Di dapur. Kayaknya lagi bikin sesuatu. Gelatakan nggak jelas gitu.” Jelas Lay yang matanya merem-melek nyeruput teh susu. Keenakan ceritanya.

Jiwa usil D.O menyeruak bagai bau mulut Kris kalau bangun tidur. Menguar kemana-mana.

“Heh, gue kerjain dia aja, ah. Lagian dia kenapa nggak minum teh bikinan lo, Lay?”

“Dia bilang nggak doyan,” jawab Lay yang lagi minum cangkir kedua. Teh punya Kris yang ogah diminum itu.

“Kris nggak doyan? Kalau seingetku, kemarin malam dia bikin seteko teh susu en diminum sendirian di balkon sambil menatap bintang-bintang. Sok elit gitu.” Celetuk Luhan yang lagi nyuapin Sehun sebuah singkong.

D.O makin semangat ngusilin Kris. Dia masuk ke dapur dan lihat Kris nyari-nyari sesuatu.

“Nyari apaan, Kris?” tanyanya sambil nyandar tembok dengan gaya tengil parah.

“Nggak nyari apa-apa.” Jawabnya ketus.

D.O ngintip isi cangkir Kris. Air teh yang agak kental karena kelamaan nyelupin tehnya. Hmm pasti pahit dan sepet banget, batin D.O

“Nyari gula, ya, buat tehnya?”

“Siapa yang nyari gula? Gula itu nggak baik buat kesehatan. Bisa bikin diabetes. Gue lebih suka minum teh tanpa gula. Lebih sehat.” Sahut Kris sambil ngangkat cangkir tehnya. D.O diam aja ngeliatin si cowok tinggi tapi aneh itu.

Kris ngeliatin D.O, nunggu cowok itu keluar dari dapur, jadi dia bisa buang tehnya. Tapi cowok bogel bermata mirip bakso urat itu malah gigit-gigit kuku sambil liatin Kris.

Akhirnya sambil nahan biar mukanya nggak mengernyit kepahitan, Kris pura-pura menikmati tiap sesapan tehnya. Teh pekat yang pasti sepet dan pahit.

Setelah berhasil nenggak habis isi cangkirnya, D.O senyum dan masuk ke ruang tengah.

Kris langsung kumur-kumur dan minum air putih banyak-banyak.

“Guys… lo lo semua pasti ngakak liat Kris. Sumpah hina banget. Dia kan, lagi bikin teh tapi gulanya habis dipakai Lay semua. Akhirnya karena udah terlanjur diseduh, dia terpaksa minum teh pahit. Hahaha. Dia dengan soknya bilang kalau dia nggak suka minum teh pakai gula. Mukanya priceless banget! Bikin mules, sumpah.” D.O cerita sambil nahan tawa biar nggak kedengeran Kris yang lagi mencaci maki di dapur.

Ironis sekali nasibmu, Kris.

oOo

SEMBELIT

 

 

 

 *

 

Sehabis makan malam, semua member EXO udah duduk di depan tifi. Mereka pasrah ngeliatin layar tifi yang berubah-ubah tiap beberapa detik. Kris dengan gaya songongnya, ngeganti chanel seenak jidat. Nggak ada yang tahu dia mau nonton apaan.

“Aduh… perut gue… melilit…” kata Kris sambil remes perut gepengnya.

“Kebanyakan makan, lo!” celetuk D.O yang sebel sama Kris gara-gara ngabisin macaroni schottel yang seharusnya jadi jatahnya.

Kris melotot dan pukul bahu D.O.

Begitu Kris menghilang dari ruang nonton tifi, Xiumin dan Suho rebutan remote.

“Heh! Gue lebih tua!” sembur Xiumin sambil narik remote dari tangan Suho.

“Gue leader! Mau apa lo?” bentak Suho dengan wajah kalem.

Tiba-tiba Chen yang kalem dan selalu pasang muka senyum-senyum nelangsa itu (emang bentuknya gitu. -__-) menyeruak di antara Xiumin dan Suho, ngambil remote dari mereka, dan dengan sopannya dia noyor jidat mereka satu-satu. Lalu dengan santainya dia duduk dan ngeganti chanel.

Xiumin dan Suho terpukau dan ngerasa teraniaya, kok, bisa-bisanya Chen yang lebih muda dari mereka itu berlagak bossy dan tengil gitu?

Member lainnya semacam Luhan dan Sehun lagi ngerumpiin sempak keluaran terbaru yang gosip-gosipnya nyaman dipakai. Baekhyun dan Chanyeol dengan sukarela ngerjain Kai yang lagi sit-up buat nambah tiga biji kotak di perutnya yang udah kotak-kotak kayak cetakan es batu. (suka-suka lo, deh, Kai).

Tao dan Lay tumben-tumbenan diam aja sambil ngeliatin acara tifi yang dipilih Chen, Dunia Dalam Berita. (sejak kapan Chen demen nonton TVRI?).

D.O yang anteng-anteng mencurigakan, tiba-tiba nepuk tangannya kencang banget, bikin Chen pengin ngelempar bibirnya pakai remote.

“Apa D.O?” tanya Xiumin dengan mata yang selalu memicing. (woy! Itu karena dia sipit, emangnya D.O?  melotot melulu)

“Gimana kalau kita kerjain Kris, aja?” serunya kayak orang menang togel.

“Gimana caranya?” tanya si jenius Chanyeol.

“Dia lagi di wc, kan?” tanya D.O dengan mata makin melotot bahagia.

Chanyeol ngangguk.

Terus D.O ngumpulin teman-temannya (minus Kris) ngebentuk lingkaran setan (eh bukaaan! Lingkaran doang ding) dan bisik-bisik. Sesekali ada suara cekikikan Baekhyun yang kedengaran genit-genit gitu.

Seringai jahil menghiasi wajah-wajah nista mereka.

Sementara itu, Kris lagi berjuang melawan rasa mulas yang melilit. Perutnya kayak dikruwes-kruwes, ditabokin pakai tongkat wushunya Tao, dan diinjek-injek kaki gede Chanyeol. Mulesnya bikin muka Kris merah kayak kepiting rebus saus balado. Merah banget.

Pas baru setengah jalan, tiba-tiba Kris yang lagi ngelamun sambil ngeden itu, dikagetin sama gedoran di pintu.

“Kris! Kris! Buruan!” seru seseorang yang suaranya ganggu banget.

“Apa, Yeol? Lagi nanggung, nih!” sahutnya sambil mengerahkan segenap tenaganya buat ngeden. “Aaaah…” desahnya lega.

“Itu artis favorit lo ketangkep polisi. Dia kena skandal!” kata Baekhyun yang juga bahagia bisa ikut andil dalam ngerjain Kris.

“Haaaah?! Sumpah lo, Baek?” serunya masih agak ngeden. Maklum dia tadi sore minum teh pahit yang kental, jadi sembelit, deh.

“Iyaaaa! Ini lagi dibahas kronologisnya. Dia digrebek aparat pas lagi pesta di rumah temennya!” Baekhyun dan Chanyeol heboh sendiri, bikin Kris makin penasaran.

Terdengar bunyi air mengalir, tandanya dia lagi nyiram.

“Ah, orang nongkrongnya di night club, sih. Ya, nggak heran kalau dia kena kasus kayak gitu. Sayang banget!” katanya.

Buru-buru Kris membersihkan diri, terus keluar dari wc. Tangannya sibuk risletingin celananya.

“Mana beritanya?” tanyanya sambil masuk ke ruang tifi. Di sana semua lagi santai, Luhan tiduran di paha Sehun, kakinya selonjoran di atas paha Lay. Dan Lay dengan polosnya mijitin kaki Luhan. (ah, kamu emang manja, Luhannie…. Sini udelnya kakak bersihin,). Chen kayak bos berlian, nangkring di sofa sambil pegang remote. Xiumin dan Suho ngegelosor di lantai, mirip orang buangan. Miris.

Kai tidur di pojokan dengan perut tak berhijab, maksudnya nggak ditutupin gitu!

Intinya semua santai, deh.

Kris ngeliatin layar tifi. Masih tayangan berita, sih… tapi…

“Mana berita artis kesukaan gue yang katanya kena kasus?”

Nggak ada yang bersuara.

“Kenapa malah berita penculikan balita?” dia nanya lagi. Dia towel-towel bahu D.O.

“Hmm? Berita yang mana, Kris?” dia nengok ke Kris, dengan mata besarnya yang berkilauan kayak mata Shinchan kalau mau ngerayu emaknya. Dan itu bikin Kris nggak pernah bisa marah sama D.O.

“Yang artis favorit gue digrebek polisi….”

“Kata siapa ada berita kayak gitu?” balas D.O masih dengan muka tanpa dosanya.

Kris akhirnya nyadar, kalau dia lagi dikerjain. Dan dengan muka merah karena marah dan perut mules, Kris membeludak.

“PARK CHANYEOL! BYUN BAEKHYUN! LO BERDUA IKUTAN MASUK WC SAMA GUEEEE!!!!!”

Baekhyun dan Chanyeol tutup idung dengan air mata berurai, nungguin Kris berjuang kembali dengan sakit perutnya. Di wc!

 

A/N : Based on true event.

 

oOo

TEA TIME

 

 

 

*

EXO diundang oleh seorang promotor sebuah stasiun televisi ternama, mereka dijamu makanan lezat di sebuah restoran makanan jJepang yang terkenal enak dan mahal.

Bagi dewa makan grup itu, Tao, undangan itu seolah surga dunia buat dia.

Kris udah wanti-wanti sama Tao, biar dia nggak nggragas alias rakus. Tao janji bakal makan sesuai porsi yang wajar.

Mereka pun makan menu-menu khas Jepang, dari yakiniku, teriyaki, sushi sampai karedok udah berbondong-bondong masuk ke lambung mereka.

Kegiatan minum teh bagi masyarakat Jepang adalah sebuah tradisi. Makanya EXO pun disuguhi minuman teh khas Jepang.

“Kris, lo mau ke mana?” tanya Suho waktu lihat Kris bangun dan mau keluar ruangan itu.

“Mau nyari angin,” jawabnya dengan muka merah kayak orang sakit perut.

“Nyari angin atau buang angin, Kris?” Lay nanya sambil nyenggol-nyenggol Baekhyun.

Kris nggak bilang apa-apa. Dia cuma melototin mereka berdua sebelum keluar.

“Tehnya dua belas cangkir, ya?” tanya mbak-mbak pelayan yang pakai kimono cantik. Nggak kayak kimono motif norak punya Kris.

“Iya, Mbak. Yang manis kayak Mbaknya,” kata Chanyeol sok-sok genit.

“Aaah, Mamasnya bisa aja. *giggle* Jadi semuanya nggak pakai gula, kan?” tanya lagi si mbak-mbak tersipu malu itu.

“Yang lainnya dikasih gula, Mbak. Kecuali satu,” celetuk D.O, dan yang lainnya langsung nyengir-nyengir kuda nil.

Secangkir teh panas udah ada di tangan masing-masing, ketika Kris masuk lagi.

“Lama amat buang anginnya?” lagi-lagi Lay usil.

“Gue nggak buang angin, Lay!” geram Kris geregetan.

“Oh, pasti lo buang air, deh?” tebak Luhan yang lagi niupin the panas Sehun. (manja amat, nih, bocah? / lo yang jadiin gue manja, Thor!)

Kris berusaha cuek. Dia ngerasa lega banget ada teh buat dia.

Mata tajamnya merhatiin ekspresi teman-temannya waktu nyeruput teh, muka-muka nge-fly gitu.

Akhirnya dia yakin kalau teh itu pasti enak.

Dengan rasa yakin dan Pe-De, Kris pun menyesap tehnya. Dia nggak nyadar kalau teman-temannya dari tadi pada ngelirik dia, nungguin reaksinya.

Chanyeol sama Baekhyun hampir keselek cangkir waktu lihat muka Kris mengernyit.

“Pssttt…” Kris bisikin Chen yang duduk di sampingnya. Cowok dengan senyum manis itu kelihatan larut dalam nikmatnya teh.

“Hmm?” gumam Chen dengan bibir masih mengecup tepi cangkir.

“Tehnya nggak enak,” bisik Kris. Dia takut didengar bapak-bapak yang ngundang mereka.

“Masa, sih? Teh gue enak, kok,” balas Chen dengan muka polos sepolos-polosnya.

Kris heran, kenapa teman-temannya bilangkalau tehnya enak.

“Lay, teh lo enak, nggak?” tanyanya, dan Lay ngangguk sambil tersenyum manis.

“Luhan! Teh lo rasanya gimana?” Kris masih penasaran.

“Enak banget, Kris. Nih, Sehun aja sampe maksa mau ngabisin teh gue,” sahutnya dengan gigi melambai-lambai.

Kris makin penasaran. Jangan-jangan lidahnya bermasalah?

“Nyicip dong, Lay!” dia nyeruput teh dari cangkir Lay.

“Kok, manis? Teh gue sepet en pahit!” ungkapnya.

Semua nahan tawa waktu D.O ngejawab.

“Teh buat lo emang sengaja nggak pake gula, Kris. Kan, lo bilang kalau lo nggak suka yang manis-manis.”

“Iya, ntar bisa kena diabetes. Kan, lo sendiri yang bilang kemarin,” imbuh Suho dengan senyum mau-mau tapi malu-maluin.

Kris nggak bisa bilang apa-apa, dia cuman narik nafas dalam, dan nenggak isi cangkirnya itu dengan muka mleyot-mleyot nahan pahit.

Yang lain ngikik nista.

‘Alamat sembelit lagi, deh, gue.’ Batin Kris dalam hati.

Poor Kris.

oOo

SUN BATHING

 

 

 

*

Kris muter-muter di depan cermin setinggi badan (badan Suho), dan dia jengkel banget karena ternyata kulitnya memang warnanya terlalu pucat kayak cicak.

Dia lagi iri banget sama yang namanya Kim Jongin a.k.a Si Item.

Selain warna kulitnya kayak coklat belgia, bentuk perutnya segi enam, I mean Six Pack. Hehehe.

Kris menang di tinggi badannya doang. Selain kulit pucat, dia juga krempeng kayak papan reklame.

Daftar ke-jealousan Kris terhadap Kai nambah satu poin, yaitu warna kulit seksi.

Akhirnya Kris bikin keputusan mutlak, yaitu TANNING.

Dia udah semangat banget mau tanning di dalam peti yang ada lampu-lampunya itu. Tapi niat mulianya itu nggak jadi dilaksanain. Kenapa?

Gini, nih ceritanya….

Suatu hari di hari Halloween, Kris, Tao dan Luhan bareng-bareng nonton film horror, Final Destination dari yang pertama, yaitu jaman yang masih jadi aktor utamanya, Devon Sawa, sampai yang ke empat. (aku belum nonton yang ke-4/ nggak ada yg nanya!).

Di tema roller coaster nyungsep itu ada kejadian dua orang cewek ganjen kebakar hidup-hidup di dalam peti tanning.

Dan Kris jadi parno sendiri.

Dia ngebayangin kalau kejadian itu terjadi pada dirinya.

Kris pun gagal men-tanning badannya.

Mau berjemur di pantai takut dikerubutin fans. Setelah mikir sampai jungkir balik, Kris nemu ide brilian.

ROOFTOP!!

Yup, dia mau berjemur di atap apartemen mereka.

Pagi itu, sektitar jam sembilan, Kris bawa sehelai handuk panjang, body oil, sunglasses dan sebotol air mineral.

Nggak ada seorang member pun yang lihat dia. Mereka masih berenang-renang dalam kubangan iler masing-masing. (gue nggak ngiler, Thor! / Udah, deh, Yeol! Muka lo aja udah kayak orang ngiler!)

Kris yang hanya memakai boxer motif macan loreng itu, menggelar handuk panjangnya, duduk di atasnya dan mulai ngolesin body oil ke badan kerempengnya.

Setelah itu dia memakai kacamata hitamnya dan rebahan dengan lengan dibuat bantal. Pamerin keteknya yang menyembulkan bulu ketek yang nggak serupawan bulu ketek Yunho, leader seksi TVXQ, kakak seniornya. (bulu ketek Yunho adalah jimatnya Yunho! Tanpa bulu itu, Yunho lemah. / Yah! Lo kate gue samson?/ Bukan, YuYun! Tapi lo Bams, vokalis samson)

Seharusnya, kan, sekitar lima belas menit atau dua puluh lima menit dia balik badan, memunggungi matahari, kan?

Tapi dasar si Kris ini punya kapasitas otak yang begitu hebatnya, malah ketiduran dengan posisi tubuh telentang menantang matahari yang makin ngerasa hot karena disuguhin tubuh polos Kris. (ingat! Kris masih pakai boxer)

Sejam berlalu, dan sinar terik matahari makin menyusup ke dalam lapisan kulit terdalam Kris. Tapi cowok kerempeng itu nggak ngerasa panas. Mungkin karena kulitnya bebal atau gimana.

.

.

.

Sementara itu di dorm semua kelimpungan nyari Kris.

“Kris ke mana, sih?” Lay kelihatan panik dan khawatir.

“Ditelepon aja, Lay. Lo khawatir bener, sih?” tanya Tao yang nyari-nyari di dalam laci.

“Gue bukan khawatirin Krisnya, tapi gue lagi nyari gelang gue yang dipinjem dia.” dan Tao cuman nyumbang ‘oh’ aja.

“Lagi boker, kali? Bukannya dari kemarin dia sembelit mulu?” celetuk Luhan, yang lagi main dandan-dandanan sama Sehun.

“Barusan gue dari kamar mandi, dan gue nggak ketemu Kris, kok.” Ujar Chen yang nepuk-nepuk perut kurusnya dengan muka lega.

D.O yang lagi motong-motong sayuran di dapur ikut nimbrung, “Ada yang lihat minyak jelantah bekas goreng ubi kemarin itu, nggak?”

“Yang lo masukin ke botol body oil bekas gue itu?” sahut Kai yang lagi push-up on the wall.

“Iya. Nih, mau gue pake buat goreng teri. Sayang, kan, kalau pake yang baru,” balas D.O sambil garuk-garuk ketek. Mikir di mana dia naruh botol itu.

Mereka nyoba nelepon Kris, tapi telepon itu ngejogrok manis di meja.

Akhirnya mereka berasumsi, Kris keluar buat beli sesuatu dan sebentar lagi bakal pulang.

Sekitar jam satu siang, pintu diketuk dan Sehun yang disuruh bukain.

“Kris…?” mata Sehun yang biasanya sayu-sayu napsuin itu jadi melotot mirip D.O.

Kris cemberut. Dan masuk ngelewatin Sehun yang detik berikutnya sudah ngakak ngosrek-ngosrek sambil nendang-nendang tembok. (lo ketawa atau ayan, Hun?)

Baru ngelangkahin kaki jenjangnya ke ruang keluarga, semua orang yang lagi beraktifitas sesuka hati itu ngakak gegulingan, tendang-tendangan, ngangkang-ngangkang hingga salto-salto waktu lihat wujud Kris.

Muka merah banget dengan lingkaran putih bekas ketutupan kacamata, kulitnya cokelat banget, kayak kebakar gitu. Cokelat-cokelat kemerahan.

Tapi punggungnya putiiiiih muluuuus…

“Lo kenapa, Kriiiiiiissss? Huakakakakakakakaka….” Lay, Luhan, Chanyeol dan Baekhyun ngakak sambil nunjuk muka Kris.

“Gue ketiduran dan lupa telungkup! Huaaaaaaaaaaaaaaaaa….. Mamaaaaa….. My friends are heartless heartless no one who care about meeeeee…..” dan Kris nangis sesenggukan, karena besok mereka harus tampil di acara penghargaan yang bakal disiarin live.

Kai yang paling bahagia saat itu, karena segosong-gosongnya dia, Kris jauh lebih gosong.

Dan D.O mencak-mencak (sambil ngakak tentunya) waktu lihat minyak jelantahnya yang dimasukin ke botol body oil bekas Kai itu ludes dipakai Kris buat ngolesin tubuh pucatnya itu.

Ha ha ha

THE END

 

 

 

A/N : saya haturkan berjuta-juta maaf untuk Kris dan para penggemar Kris. Saya minta maaf kepada Lay, karena pria yang suka flirting dengan anda, saya nistakan di sini. Mohon maaf kepada ibunda Kris, Mama Yifan, karena telah membuat anak anda tampak sangat konyol dan layak dikasihani. Buat semua sahabat Yifan, saya ingin ucapkan maaf karena sudah membuat Kris mengenaskan.

 

Hehehehe

 

 Dan kenapa Kris sekarang mengejar-ngejar saya dengan gergaji mesin di tangannya?

 

Kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrr…. Udel Luhan sudah tak aman lagiiiii….

Advertisements