^^^

 

A/N : seperti biasa, ide datang di ‘saat’ yang tidak tepat. Dan beginilah hasilnya. FF ngaco parah. XD

Semoga terhibur…

^^^

Seharian libur di dorm otomatis bikin para member EXO bosan. Kebetulan pas hari libur itu kedua kubu K maupun M berada di satu tempat, dorm K.

Masing-masing orang nyoba buat nyari kesibukan buat membunuh waktu yang begitu panjang. Maklum, mereka kan sudah terbiasa hidup dengan jadwal ketat tiap jamnya. Jadi begitu ada hari libur gini, mereka malah bengong.

Mari kita telaah lebih lanjut kegiatan masing-masing orang…

Jam delapan pagi…

Aroma roti bakar memenuhi ruangan. Harumnya kopi di pagi hari bikin Suho melek dan langsung nyerbu ke dalam dapur.

Senyuman lebar dan mata yang juga sama lebarnya menyambut Suho, sang leader yang mendadak kelihatan makin ganteng di iklan smart pc samsung.

“Good morning, D.O!” sapanya dengan senyuman mesra melambai-lambai.

“Pagi, Grandpa, kopinya udah siap, roti bakar isi selai kacang juga udah nangkring dengan manisnya di atas meja, koran hari ini juga ada.” kata D.O dengan tampang sales-sales krim pemutih wajah.

“Setdah, masa aku dikatain Grandpa? Aku Suho Daddy, and you are D.O Mommy, and Sehun is our devilish son. What a happy family,” Suho nyengir persis orang rakhitis (?).

“Nah, Kai, Chanyeol, dan Baekhyun siapa kita, Suho?” tanya D.O pura-pura nggak tahu, padahal tiap hari guyonannya gitu-gitu aja. Suho nggak kreatif becandaannya. Gitu mulu. -__-

“Mereka itu gelandangan yang kita pungut, ya itung-itung bisa ngumpulin pundi-pundi pahala,” jelasnya dengan wajah adem ayem kayak bos minyak abis panen.

D.O nyengir kuda tanpa poni dan lanjutin ngebersihin dapur.

Suho ngeloyor ke meja makan, dan benar sperti apa yang D.O bilang, secangkir kopi robusta yang diimpor langsung dari asalnya, setangkup roti isi selai kacang yang gurih dan agak-agak gosong rotinya, lalu sebuah surat kabar edisi pagi.

Suho narik kursi dan duduk dengan lagak kayak pejabat baru menang pemilu. Diseruputnya cairan hitam harum itu dan roti semi gosong pun dia kunyah. Untung rasa pahit gosongnya ketutupan rasa pahit kopi. Rupanya D.O tadi ngelamun, jadi rotinya hampir gosong seutuhnya.

Sambil baca-baca berita di koran, Suho menikmati sarapan di hari libur.

D.O sudah kelar sama urusan dapur, segunung roti isi sudah ada di tengah meja dengan senampan berisi berbagai macam minuman sesuai selera para member yang lain.

“Sarapan gue mana?” gumam Kris sambil garuk-garuk rambut kayak orang kutuan.

“Itu di meja, comot sendiri aja. Buruan sebelum diserbu Tao.” D.O nunjuk ke meja makan. Kris langsung nyomot setangkup roti dan segelas kopi susu hangat dan nikmat buat kita semua… Ya! kopi susunyaaaa… *(menggeliat ala jupe pamer toket(oops))

Baekhyun dan Chanyeol berebut ngambil segelas susu coklat. D.O yang khawatir ada gelas yang pecah pun akhirnya menengahi, “Apa, sih, yang direbutin? Ini ada tiga gelas susu coklat. Ngapain kalian pakai rebutan segala?”

“Gue nggak suka gelas yang itu. Gue maunya yang ini!” kata Chanyeol sambil terus pegangin gelas.

“Tapi ini gelas gue! Noh, ada huruf B, nya!” Baekhyun juga ikutan ngotot.

“Itu punya Bang Chanyeol! Jadi itu punya gue!” Chanyeol makin mempertahankan harga dirinya.

“Cukup! Bawa sini!” D.O nyerobot gelas dari Baek-Yeol dan dalam sekali teguk, dia tenggak isinya sampai habis.

Baekhyun dan Chanyeol liat-liatan terus nunjuk gelas yang dipegang D.O.

“Lo seriusan minum itu?” tanya Chanyeol dengan muka mengernyit kayak plasti kresek diremes-remes. Ekspresi jijik, gitu.

“Iya, daripada kalian ribut, mendingan aku minum, aja. Kenapa memangnya?” D.O natap Chanyeol dan Baekhyun bergantian.

“Karena… karena itu… ummm.. tadi sama Baekhyun, susunya di… diludahin biar nggak gue minta,” Chanyeol ngaku. Mukanya merah karena nahan tawa.

Baekhyun senyum-senyum penuh dosa dan mundur pelan-pelan.

“APAAAAAAA????? DASAR JOROK!!!! JIJIIIIIIK!!! HUAAAAAAA!!!!” dan D.O melarikan diri ke kamar mandi terdekat.

Lain D.O, lain pula Luhan. Cowok bergigi maju tiga senti setengah mili itu lagi duduk sambil mainan rubik. Sebenarnya dia males mainan rubik, karena dalam hati dia pengin banget jalan-jalan. Tapi Sehun lagi nggak mau keluar, jadilah Luhan ngendon aja di dorm sambil liatin Sehun mainan game di hapenya.

Karena tingkat kebeteannya sudah mencapai puncak, Luhan pun bangkit dari duduk leyeh-leyehnya dan masuk kamar. Sehun cuek-cuek aja sambil terus berisik mainan game.

Lay dan Kai sudah kenyang makan roti dan minum susu putih cap nona, mereka berdua latihan gerakan dance baru mereka buat lagu terbaru EXO.

Xiumin dan Chen serta Tao sudah duduk berhadapan. Tao rupanya lagi ngajarin dua kakak satu grupnya itu bahasa Cina yang baik dan benar.

Kris sang leader berjiwa narsis dan sok perfect itu duduk di samping Suho, the other leader.

“Hey, wassup, Bro?” sapanya dengan gaya tengil nauzubillah min dzalik.

“Baik. Kamu?” balasnya dengan senyum ramah tamah ala mbak-mbak penerima tamu di hotel.

“Agak suntuk, sedikit jenuh, dan cukup bosan.” Jawab Kris sambil menghela nafas panjang.

“Terus itu jadi masalah buat aku? Gitu?” balas Suho sambil ngangkat sebelah alisnya. Terus dengan santai si leader ganteng manis kayak gulali gopekan itu ngelanjutin baca koran.

“Tengil, lo!” kata Kris sambil noyor kepala Suho. Dengan tampang berkerut, Kris bangun dan nyari-nyari korban buat tumpahin unek-unek nggak pentingnya.

Akhirnya Tao jadi korban pertama Kris. Cowok bermata mirip panda nggak tidur sebulan itu lagi enak-enaknya tiduran sambil dengerin suara Chen nyanyi lagu daerah. Dia dipaksa duduk sama Kris dan diharuskan dengerin tiap ucapan yang nongol dari mulutnya.

Tao pasrah, secara dia yang paling muda di EXO-M, jadi dia nurut dan duduk sambil dengerin Kris cuap-cuap tentang kondisi kulitnya yang kurang berseri-seri karena kurang makan buah dan nggak rutin buang air besar.

Tao sudah keliatan bete tingkat dewa matahari menanti dewi bulan, sambil nahan biar jangan nguap saking bosannya, Tao pura-pura mules dan pengen ke kamar mandi.

Mau nggak mau Kris lepasin Tao dan ngebiarin adik kesayangannya itu pergi.

Kris masih belum puas dengan curhatannya tadi, dia pun lihat Chanyeol yang lagi nganggur.

Cowok yang punya hobi cengengesan kayak orang lupa daratan itu lagi duduk santai sambil ngebolak-balik majalah dewasa, entah milik Luhan atau Kai. Matanya membulat dan berbinar-binar, sesekali dia nelen ludah.

Kris menepuk bahunya dan ikutan ngelongok ke apa yang lagi diamatin Chanyeol.

“Buseeeet! Itu mbak-mbaknya pake underwear  merk apaan? Bagus banget!” pekik Kris yang nunjuk gambar seorang cewek bule berbodi bohai  yang cuman pake underwear merk terkenal.

“Yaelaaah! Bukannya muji-muji bodi mbak-mbak cantik ini, malah perhatiin underwearnya. Dasar nggak memahami estetika seni, Kris!” sembur Chanyeol sambil buru-buru nutup majalah yang ternyata isinya cewek-cewek cantik yang topless-topless no one wearing a decent clothes.

“Jiah… songong amat! Eh, Yeol, lo ngerasa jenuh, nggak?” tanya Kris sambil rangkul bahu Chanyeol.

“Mayan, sih. Biasanya, kan, kita latihan, syuting, rehearsal, perform, interview. Nah, ini nggak ada yang dilakuin. Bete juga, sih.” Chanyeol ikut mengamini pendapat Kris.

“Oh, ya. Kenapa nggak kita rapat dadakan aja?” usul Kris dengan wajah berbinar-binar kayak lampu kuning 5 watt.

Kris dan Chanyeol ngumpulin semua member yang tadinya berceceran di mana-mana.

Semua sudah duduk melingkar di lantai ruang tengah. Kris berdiri di tengah-tengah mereka dan berdehem. Sok berwibawa dia. =__=

“Oke, saudara-saudara yang terhormat…” dia diam sebentar, “kecuali lo, Kai.”

“Gue kenapaaaa?” protes Kai nggak terima.

“Lo nggak terhormat.” Sahut Kris.

“Kenapaaaa?” ratap Kai dengan wajah memelas.

“Karena lo suka stripping di atas panggung! Sudah cukup senior kita, om Siwon yang begitu. Kita generasi muda nggak boleh niru-niru yang nista. Lo udah bikin banyak cewek dan cowok mimisan dan kehabisan darah gara-gara liat bahu lo dan perut lo dan…”

“Pelvic thrutht…” imbuh Sehun sambil ngikik di sebelah Luhan. Kayaknya dia demen banget lihat Kai diomelin.

“Ya, dan pelvic thrust nista lo itu. Jadi lo nggak gue masukin kategori saudara terhormat.” Jelas Kris mantap.

“Bawel!” gerutu Kai sambil gigitin kukunya.

“Woooy! Lanjut, dong!” duo Baekhyun dan Chanyeol ribut nyuruh Kris lanjutin rapatnya.

“Oke, jadi begini. Berhubung kita lagi off duty, nggak ada kerjaan apapun selain…. Yah! Chanyeol! Stop ngupil di depan umum! Dasar jorok! Lanjut…. Berhubung kita nggak ada kerjaan, gimana kalau kita saling nyumbang ide buat ngisi hari kita yang membosankan kayak muka Kai bangun tidur ini,” tutup Kris dengan senyum sok manis yang lebih keliatan kayak orang konstipasi akut. Yang jelas Kai sama sekali nggak suka dengan kalimat Kris yang terakhir.

“Makan-makan!” Xiumin dan D.O jingkrak-jingkrak sambil high-five.

“Ke taman safari! Mau liat sodaranya Tao, hahaha.” Seru Baekhyun dan Chanyeol.

“Shoppiiiiing!” Tao dan Sehun lompat-lompat sambil saling menggenggam tangan.

“Main bola aja!” usul Luhan yang saking hobinya main bola sampai giginya mirip gawang.

“Ke taman ria! Gue mau naik roller-coaster.” Pekik Chen dan Lay.

“Ke pantai aja. Mainan pasir, bikin benteng pasir, mainan voli sama cewek-cewek berbikini…” terawang Suho sambil senyum-senyum mabuk.

“Gue mau…”

“Kai nggak usah ikutan ngasih usul!” tegas Kris.

“Jahat! Pilih kasih! Main hakim sendiri! Nggak adil! Dasar leader nista!” Kai ngambek dan masuk kamar, pintu pun digebrak.

“Nah, terima kasih buat semua usulan kalian yang menarik. Tapi gue sudah mutusin yang terbaik.” Ujar Kris diplomatis.

“Oh, ya? Apa, tuh?” tanya semuanya nggak bebarengan.

“Nonton film. Gue punya koleksi dvd bejibun dan belum sempet gue tonton. Jadi gimana kalau kita nonton aja di rumah sambil makan camilan bikinan D.O?”

“Kalau dari awal udah punya niat mau nonton film, ngapain coba pakai acara rapat mendadak segala? Dasar leader gadungan, lo!” Chanyeol dan Baekhyun memprovokasi yang lainnya.

Tapi tatapan tajam dan galak Kris bikin semua diam dan nurut. Sungguh leader berjiwa diktator ya?

“Luhan! Ambil koleksi dvd gue di kamar. D.O siapin camilan. Lay, bikin minuman yang dingin-dingin, Suho lo rapihin ruangan ini, Baekhyun tolong eye-liner gue dibalikin, ya. Hmm… Xiumin, coba singkirin bokong lo dari depan tv. Chen, jangan cengar-cengir kayak orang cacingan. Tao, stop playing with my alpaca! Dia masih nggak enak badan. Sehun, panggil Kai, suruh dia nguras kamar mandi. Chanyeol, nyalain tv dan dvd-nya.” Kris bener-bener lagaknya kaya kaisar romawi gila tahta. Dan apakah semua member nurut sama perintahnya?

Ya mana mau? Akhirnya Kris terpaka ngerjain semuanya sendiri, karena semua member pada ngambek dan masuk kamar masing-masing.

Setelah satu dus berisi dvd bajakan hasil hunting di penjual dvd langgangannya berada di lantai ruang tengah, Kris nyuruh para member pilih tiga film dengan genre berbeda sebagai rekomendasi tontonan mereka hari ini.

Tiga film sudah berjejer rapi di lantai.

“Hmm… kalian pengin nonton yang mana? Drama? Action? Horror?” tanya Kris sambil natap tiap orang satu-satu.

“Nggak ada yang komedi?” tanya Chanyeol dan Baekhyun, dua pelawak EXO.

“Ngeliat kalian berdua udah lebih dari cukup.” Celetuk Suho sambil lirik dua rekan grupnya yang memang lawak abis.

“Terserah apa kata duizhang aja, deh,” imbuh Lay kalem. Memang itu bocah tenang banget, kalem, baik budinya, akhlak mulia, anak sholeh yang rajin ibadah dan hormat pada orang tua. Ah, ngidam apa ya ortunya dulu?

“Nah, ini nih yang gue demen! Nurut ama sesepuh!” kata Kris sambil petantang-petenteng bangga.

Lay jadi malu. Karena lihat leadernya kayak orang nggak waras.

“Gimana kalau drama aja?” Sehun dan Tao kompakan.

“Oke… yang ini ya?” kata Kris.

“Apa judulnya?” tanya Luhan sambil melongo.

“Ini film lama, sih, House of Wax.” Kata Kris ngebaca judul filmnya.

“Itu bukan drama, Kris!” seru D.O yang memang hobi nonton film Hollywood.

“Drama, kok! Ada romancenya!” kata Kris ngotot.

“Ya, ampun Kris. Itu film isinya bunuh-bunuhan. Ada Paris Hilton yang ketusuk besi sampe nembus ke punggungya segala, kok.” Suho ikutan nimbrung. Karena dia sudah pernah nonton film itu waktu jaman baheula.

“Tapi gue lihat ada ciumannya sama yadongannya di tenda. Itu drama! Ada romance-nya! Gimana, sih, kalian?” Kris mendengus kesal karena teman-temannya pada nggak paham apa yang dia omongin.

“Yaudah, yang action, deh, judulnya apa?!” tanya Suho agak kesal.

“Hmm… ini…. Judulnya Final Destination 4,” Kris menyatakan dengan penuh kharisma.

“Yaelaaah… Kriiiis! Itu film horror!” kata Chanyeol dan Luhan bersamaan.

“Masa, sih? Kayaknya ada kejar-kejarannya atau gimana gitu,” elak Kris nggak mau kelihatan bego.

“Itu film tentang malaikat pencabut nyawa yang ngincer korban-korbannya. Lo ke mana aja, sih, Kris?” dengus Chanyeol bete.

“Oh, udah ganti berarti. Yaudah yang ini aja, Horror,”

“Kris, itu bukan horror! Ya ampun! Itu film dokumenter kayaknya,” Xiumin yang sipit itu ngerebut bungkus dvd dari tangan Kris dan ngebaca isinya,

“Buset! Ini film dokumenter tentang kehidupan Alpaca.” Seru Xiumin sambil geleng-geleng.

“Wah, Alpaca! Ace bisa lihat keluarga kandungnya, dong?” Kris kelihatan bahagia tiada tara.

Yang lain hanya saling bertukar tatapan datar.

“Kita nonton ini ajaaaa! Pasti seruuuu!” Tao jingkrang-jingkrak sambil salto dan split waktu nemu film yang dia suka.

“OGAAAAAHHHH!!!! Udah seribu kali kita nonton film panda gendut pencalitan kayak barongsai!” sembur semua member begitu lihat Tao ngacungin film Kungfu Panda kesukaannya. Tao kelihatan sedih.

“Kris, ini sudah hampir dua jam nentuin mau nonton film apa, tapi belum kelar juga.” Kata Suho kalem seperti air tenang dalam rawa.

“Iya, nih. Perut gue lapar….” Kata Baekhyun yang guling-gulingan sambil megangin perutnya.

“Gue ngantuk… Hoaaaahmm….” Luhan nguap lebar banget, pamerin mulut ala gawangnya (yang sudah pernah author kecup dua kali dalam mimpi. HAGZ HAGZ HAGZ)

“Bete ah!” gerutu Chen yang sedari tadi megang dvd film semi bokep. Nggak disangka, si anak mami yang baik dan ramah lingkungan itu ternyata punya kecenderungan yang sama dengan Kris dan Luhan dan Kai. (sok tau. Padahal nggak paham siapa yang demen nonton yadong XD)

“Memangnya kamu mau nonton apaan?” tanya Sehun yang ngedeketin Chen.

“Ini, Hun. Film bagus katanya.”

“Woooow.. nonton pake laptopku aja, yuk. Ayuuuuukkkk.” Sehun narik paksa lengan Chen dan nyeret dia ke kamar.

Di ruang tengah, Luhan, Baekyhun, Chanyeol dan D.O lagi main batu gunting kertas buat nentuin siapa yang milih film. Kris, Lay, Tao, Xiumin dan Suho juga suit sendiri. Kai nggak boleh ikutan. Lagi-lagi bocah item (YAH! Gue ama lo iteman lo, Thor!!*protes Kai) itu ngambek dan masuk kamar.

Selang beberapa menit, Kris yang akhirnya menang. Entah dengan cara yang halal atau curang, hanya Luhan yang tahu. XD

Akhirnya, Kris dengan senyum anehnya melangkah ke dvd player dan masukin film pilihannya.

‘The Secret Life Of Alpaca’ itu judul yang muncul di layar tv LED keren di dorm mereka.

“Yaaaaaahhhh… Alpaca maning, alpaca maning…” gerutu D.O sambil tepok-tepok bibirnya.

“Ngapain Kris nonton film nggak mutu itu?” sergah Luhan kesal.

“Ini bagus. Dengan nonton film ini, kita jadi lebih tau tentang kehidupan alpaca. Kan, Ace perlu tau kehidupan keluarganya.” Jelas Kris dengan style ke bapak-bapakan.

Kris cuek, nggak peduli sama gerutuan teman-teman senasibnya. Satu per satu ninggalin Kris yang egois nonton film pilihannya sendiri.

Luhan celingukan nyari piaraannya, si Sehun, (hahaha) “Thehunku yang cakep mana, thih?” katanya mengimitasi bahasa nasional Sehun.

“Tadi aku lihat dia masuk kamar sama Chen,” kata Lay, teman sekamar sekaligus sohib kental Luhan.

Luhan ngangguk-ngangguk dan langsung ngeloyor ke kamar Suho dan Sehun. Dia ngelongok ke dalam, dan tampaklah dua orang lagi serius mantengin layar laptop sambil muka memerah kayak buah delima.

“Pssttt… lagi nonton apaan?” bisik Luhan sambil mengendap-endap masuk.

“Thini-thini, Luhannie… ada film baguth..” Sehun balas berbisik sambil nyuruh Luhan ngedeket.

Luhan ngelongok ke layar laptop dan matanya langsung menyipit, karena silau sama cahaya laptop.

“Film apaan, tuh?” Luhan yang penasaran duduk berdesakan dengan Sehun dan Chen.

“Film themi porno punya Krith.” Bisik Sehun sambil ngikik.

Luhan nyomot bungkus dvd itu dan ngeliat judulnya. “Yah! Ini dvd gue! Siapa yang ngambil?”

“Aku nemu di kotak dvd-nya Kris, Han,” kata Chen dengan muka kayak mau nangis tapi setengah teresenyum. Labil pokoknya.

Luhan nepuk-nepuk punggung Chen dan maafin dia. Lalu dia duduk dan nonton bareng Sehun dan Chen.

Tiba-tiba kamar Suho jadi penuh, satu per satu ikutan masuk dan Sehun pun muter kembali film yang tadi, dan mereka nonton sama-sama. Chanyeol sama Baekhyun senggol-senggolan sambil berisik, bikin D.O sama Suho bete dan tepok kepala mereka satu-satu. Kai yang tadi di kamarnya jadi ikutan nonton di kamar Sehun. Muka betenya jadi ceria.

Kris sendirian di ruang tengah sambil mangku alpaca. Dia nguap berkali-kali, tapi maksain matanya nonton layar tv.

“Kok, sepi?” dia baru nyadar kalau semua sudah kabur ke kamar Sehun.

“Filmnya jelek ya, Ace? Daddy matiin aja, ya?” Kris ngomong sama boneka kayak orang bego.

Dengan tampang sok cool dan keren, Kris matiin dvd dan tv. Sambil gendong Ace, dia ngebuka pintu kamar satu per satu sampai akhirnya ngebuka pintu kamar Suho dan matanya melotot waktu lihat semua pada ngerubutin laptop.

“Lagi nonton apa?” tanyanya dengan suara beratnya.

“Yang pasti bukan film tentang alpaca.” Sembur Luhan galak.

“Ikutan dund…” Kris tiba-tiba sok aegyo. Dan dia nyingkirin Baekhyun, D.O, Xiumin dan Suho, lalu dia duduk santai di depan laptop.

“Whoaaa kalian curaaaang! Nonton film india nggak ngomong!” protes Kris jengkel. Matanya nyureng kayak mata elang liat kodok.

“Shhhh…. Kita mau dengerin Aishwarya nyanyi!” kata Chen dengan wajah serius setengah senyum. Noh, labil lagi, kan?

“Itu kenapa Shahrukh Khan malah sama Maduri?” celetuk Kris sambil nowel-nowel layar laptop.

“Hhh.. udah tonton aja!” kata Lay sambil bekap mulut Kris pakai boneka alpaca.

Kris pun akhirnya tenang dan nonton Aishwarya Ray joget-joget sambil pamer udel, lalu adegan peluk-pelukan antara Aishwarya dan Shahrukh Khan yang dibumbui kecup sana sini yang bikin muka anak-anak EXO merah merah gimana gitu.

Belum lagi adegan basah-basahan di bawah hujan yang mempertegas lekuk indah tubuh Aishwarya. Bikin semua cowok itu mupeng sampai hampir ngeces.

Tiga jam telah berlalu dan film pun sudah tamat.

“Guys…” Kris manggil teman-temannya yang masih kebayang adegan-adegan tarian di film tadi.

“Ya, Kris?”

“Gimana kalau konsep EXO berikutnya adalah Bollywood? Dengan sedikit aksen Bollywood, pasti kita bakal lebih dikenal,” kata Kris.

Chanyeol keprok-keprok, “Yes! Ide bagus. Gue dari jaman SD pengein banget pakai baju india, yang ada udeng-udengnya gitu. Eh, Baekhyun, lo pake baju sari aja ya? Pasti cantik, ntar kita ujan-ujanan sambil joget-joget. Ah, mesranya.” Kata cowok cengengesan itu sambil ngiter-ngiter sama Baekhyun.

“Luhannieee….. thehunnie ogah ujan-ujanan, nanti mathuk angin.” Kata Sehun manja.

“Hmm… kalau masuk angin, nanti gue kerokin, deh.” Balasnya sambil colek dada Sehun.

Suho dan D.O lirik-lirikan sambil menghela nafas. Rupanya anggota mereka pada sarap semua. Akhirnya Suho dengan ramah nyuruh mereka keluar kamar karena dia mau tidur.

“D.O, cukup sekali deh ngusulin nonton film bareng Kris. Kacau berantakan gini jadinya. Niatnya mau nonton film yang serius, eh malah nonton film India. Sejak kapan Luhan suka film India?” tanya Suho yang berdiri di depan D.O.

“Ah, masalah itu hanya Luhan yang tahu. Intinya… si Aishwarya cantik banget. Aku mau jadi suaminya.” Kata D.O sambil nyengir bego.

“Ya, deh, apa kata kamu. Sudah sudah… aku mau tidur. Kamu siapin makan malam, hehehe.” Dan D.O pun keluar kamar untuk melakukan tugasnya.

Acara makan malam berjalan lancar, dan mereka menghabiskan malam itu dengan bermain di luar dorm.

12 cowok dengan bakat yang berbeda-beda, karakter yang beda, dan selera yang beda telah berkumpul jadi satu dalam suka dan duka.

12 cowok nggak waras yang dipertemukan oleh takdir.

12 cowok yang bisa membuat banyak orang tersenyum dan tertawa.

Siapa mereka?

Pelawak?

Bukan lah!

Terus siapa, dong?

Mereka adalah EXO

WE ARE ONE!!!

THE END

Advertisements