Cast : EXO-M

           EXO-K

           Wu Yue Fan

           Huang Zi Ran

 

Genre : Comedy. Fluff Romance. A pinch of angst

 

 

^v^v^v^

Mungkin ini adalah seri terakhir EXOPLANET. Tapi belum tentu juga, sih. Siapa tahu aku punya ide lagi atau mungkin bakal bikin cerita lepas tentang seri ini. Hanya Allah yang tahu.

 

 

Selamat membaca, 😛

 

^v^v^v^

But If I let you go, I will never know what my life would be holding you close to me.

Will I ever see, you smiling back at me? How will I know, if I let you go?’ (Westlife – If I Let You Go)

^v^v^v^

Ruang ganti milik EXO kelihatan penuh dan sesak. Maklumlah, 12 anggota resmi EXO dan dua manusia gaje yang muncul entah dari mana, Wu Yue Fan dan Huang Zi Ran, belum lagi make-up artist sama stylist-nya yang ikut-ikutan bikin ruangan itu makin sempit, pengap dan bau ketek.

EXO lagi bersiap untuk tampil di sebuah acara interview. Semua orang heboh nyiapin kostum, sepatu, aksesoris yang aneh-aneh, ada cincin kalajengking, bros kristal salju, ada juga bros naga, dan macam-macam.

Yue Fan dan Ran juga ikutan sibuk ngurusin member EXO. Bakhyun dan Xiumin lagi rebutan eye-liner di pojokan. Bikin si Duizhang ngamuk dan bentak dua cowok mini itu.

Baekhyun yang sakit hati karena dibentak Kris, duduk mojok sambil manyun.

Ran yang lagi bawa dua pasang sepatu punya D.O dan Kai langsung nyamperin Baekhyun dan ngakak waktu lihat wajah cowok itu.

“Ya. ampuuun. Itu kenapa matamu pakai eye-linernya cuma sebelah?” Ran ngakak nggak ketulungan.

Muka Baekhyun jadi kelihatan aneh, setengah kaget setengah bengong, maklumlah efek eye-liner yang membingkai  sebelah matanya.

“Itu eye-linernya direbut Xiumin. Dan si tiang listrik sok kecakepan itu marahin gue. Sebel banget nggak, sih?”

“Ya udah, sini aku pakein.” Ran ngeluarin eye-liner cadangan dari tasnya dan bantu Baekhyun aplikasiin eye-liner ke mata yang satunya. Setelah kelihatan belo, Baekhyun senyum sumringah sambil berdendang, dan bersiap-siap manggung.

Suho dan Kris bisik-bisik sambil merhatiin tiap member yang berserakan di penjuru ruang ganti. Mengantisipasi jangan sampai ada yang bikin keributan lagi seperti Baekhyun dan Xiumin tadi.

Ran sudah kelar nyerahin sepatu ke Kai dan D.O. Dia harus ngambil baju untuk Chanyeol dan Sehun. Tapi Sehun rupanya sudah dibantu pakai baju sama Luhan. Jadilah Ran ngurusin Chanyeol.

Saat itu Chanyeol lagi berkutat dengan kancing bajunya. Salah satu kancingnya lepas gara-gara tadi dia agak kasar makainya.

“Ran. Bantuin gue masang kancing ini, dong!” pintanya dengan wajah memelas, persis anak kecil kebelet pup.

“Hhh… siapa suruh kasar? Kancing baju sampai lepas segala. Duduk di sini, deh!” Ran menarik lengan Chanyeol dan mendorongnya ke sebuah kursi. Lalu cewek hitam sama sekali nggak manis itu, nyari jarum dan benang. Untungnya salah satu stylist bawa peralatan menjahit dan menyulam.=_=

Ran sudah berdiri di depan Chanyeol. “Buka bajumu!”

“Hah? Jangan di sini, Ran. Please, jangan di sini. Gue nggak mau kalau muncul skandal!” kata Chanyeol panik sambil nutupin dadanya.

“Skandal jepitmu, tuh! Aku mau pasang kancing bajumu yang lepas. Kamu mau ketusuk jarum, ya? Masa aku disuruh ngejahit dengan baju masih nempel di badanmu yang segede pilar itu?” nyolotnya geregetan. Meski sebenarnya kalau keadaan nggak seramai saat itu, pasti Chanyeol sudah nggak perawan lagi eh perjaka ding. Kkkk~

Chanyeol yang  malu-malu pus itu pun  buka kemejanya, yang segera disambar Ran. Cewek yang suka banget ngaku-ngaku cantik itu sudah berkutat dengan jarum dan benang. Dia memasang kancing baju yang lepas itu.

Setelah selesai, Ran bantu Chanyeol pakai kemejanya, bahkan ngancingin bajunya sampai ke leher. Chanyeol yang lebih tinggi, tampak menjulang di depan Ran.

Di sisi lain ruangan itu, sepasang mata melirik mereka.

“Harus pakai dasi, ya?” tanya Chanyeol dengan suara dalamnya yang sedalam kantong celananya Suho.

“Yup. Kenapa?” balas Ran yang lagi ngelipet sapu tangan bekas ngelap pipi Chanyeol yang agak ketebelan bedak.

“Gue nggak bisa makenya. Pasti miring-miring nggak jelas jadinya.” Sahutnya sambil kerucutin bibirnya yang seksi dan bikin author mupeng to the max. *digigitUnicorn*

“Kamu bisanya apa, sih, Yeol?” Ran kesal. Tapi tetap saja cewek itu mulai pasangin dasi ke leher Chanyeol. Ran ngomel-ngomel selama melilitkan tali itu di leher cowok yang lebih tinggi itu.

Chanyeol yang cukup pengertian nekuk lututnya sedikit, jadi tinggi badannya agak sejajar dengan Ran. Muka Ran memerah (bohong! Mana kelihatan merahnya kalau kulitnya item?) saat melihat wajah Chanyeol begitu dekat. Bahkan dia bisa lihat komedo yang berebutan nangkring dihidung cowok itu.

Lagi-lagi ada sepasang bola mata yang merhatiin Ran dan Chanyeol. Sesekali orang itu menghela nafas berat.

Kebetulan cowok yang berdiri di sampingnya menyadari arah tatapan orang itu.

“Yue Fan, bantuin gue, doooong,” cowok itu agak merengek manja dan menarik-narik lengan Yue Fan.

“Bantuin apa, Kris?” jawabnya. Dia sempat kaget waktu dipanggil leader ganteng itu.

“Pakein dasi, dong,” katanya sambil nunjuk sehelai dasi hitam yang tersampir di lehernya.

“Biasa pakai sendiri, kan?” balas Yue Fan malas. Matanya masih melirik ke arah Chanyeol yang sedang dibantu memakai jam tangan dan beberapa aksesoris lainnya.

“Faaaan… please…” rengek Kris lagi.

“Males!” semburnya judes.

“Bbuing bbuing?” Kris beraegyo-ria.

Yue Fan mengernyit, “Stop it! You look riddiculous!”

“Kalau lo nggak bantuin gue, ya, lo harus siap ngadepin badai aegyo dari gue.” Katanya sambil bersedekap dan mengerucutkan bibirnya.

Yue Fan memutar bola matanya seraya mengerang. Cewek mungil seupil itu berhadap-hadapan dengan Kris.

“Hey, Fan, kayaknya lo butuh ini, deh,” Baekhyun nunjuk ke sebuah kursi.

“Maksud lo!!!!” Yue Fan melototin cowok berisik itu.

“Shhh… nggak usah diurusin. Sekarang pasangin dasinya. Yang rapi, ya, babe,” Kris menarik kursi yang dibawa Baekhyun, dan mendudukinya. Membuatnya posisinya lebih rendah dari Yue Fan.

“Oke. Ngedongak dikit, dong.” Perintah Yue Fan. Dan nggak sampai lima menit, dasi hitam sudah melilit leher indah Kris yang keliatan banget bakal enak buat di… *lanjutin sendiri deh. Enak buat dicekek lah, digorok lah, terserah. Kekeke*

Kris tersenyum dalam hati. Dia bisa ngerasain rasa sayang Yue Fan ke dia, meski cewek itu bersikap cuek dan jutek. Tapi Kris tahu kalau Yue Fan itu malu buat showing off her true feelings. Dan hati si Duizhang itu bakal hip hip hura hura begitu lihat pipi Yue Fan blushing karena rayuan payahnya atau gombalannya yang norak banget.

“Sip. Udah beres.” Celetuk Yue Fan dengan senyum bangga di bibirnya.

Thanks, babe.” Ujar Kris sambil nyolek dagu Yue Fan, bikin cewek itu geplak tangan Kris yang usil itu.

Don’t touch me in public you idiot duizhang!” desisnya galak sambil ngelirik kanan kiri, siapa tahu ada make-up artist atau stylist yang lihat.

“Oh… jadi kalau nggak di tempat umum berarti boleh, dong?” canda Kris sambil menaik-turunkan alisnya.

Whatever, deh, Kris. Dan juga, itu risleting dibenerin. Ntar fansmu pada mimisan semua.” Katanya sebelum berbalik ke arah Luhan yang minta bantuannya buat pasangin dasi.

“Oh, ya? Hmm.. risletingin, dong.” Kata Kris sambil kedip-kedipin mata dengan genitnya.

Stupid!” sembur Yue Fan gemas. Sebelum akhirnya benar-benar menjauhi Kris yang lagi kumat manjanya.

Terdengar ucapan ‘shit’ dari kissable lips-nya(?) Kris. Dia lirik sana-sini, mastiin nggak ada yang liat risleting celananya yang masih kebuka.

Setelah persiapan yang cukup lama, akhirnya ke12 member EXO muncul juga di set acara interview itu.

Seperti biasa, host tanya-tanya tentang perjuangan mereka waktu masih trainee, tentang pembagian kamar, dan lain-lain. Semua member sudah hafal di luar kepala.

Seperti biasa pula, Lay selalu ngumbar rahasia-rahasia teman-temannya. Lagi-lagi Kris cuman bisa nelen ludah dan tarik nafas dalam.

Yue Fan dan Ran ada di backstage. Mereka duduk-duduk sambil makan snack.

“Ran…”

“Apa, Fan?” jawabnya sebelum menyumpal mulut besarnya dengan segenggam kripik singkong balado yang diimpor dari Padang.

“Kamu sekarang akrab, ya, sama Chanyeol.”

“Lumayan, sih. Dia nggak semenyebalkan dulu. Sekarang dia lebih baik. Meski masih demen ngledekin aku, tapi… nggak seheboh dulu. Hehehe. Kenapa memangnya, Fan?” jawabnya sambil agak megap-megap karena kepedesan keripik singkong balado itu.

“Nggak apa-apa. Cuma nanya,” dia diam sebentar sebelum ngelanjutin, “Umm… Ran? Gimana kalau kita sudahi sandiwara ini,”

“Ohok ohok… sandiwara apa, Fan?” Ran keselek bungkus keripik.

“Kita sebagai pembantu. Aku pengin pulang.” Mata Yue Fan berubah sendu.

“Fan, kamu ada masalah sama Kris?” tanya Ran perhatian.

“Aku sama Kris baik-baik aja, kok. Malah dia makin manja. Serasa lihat Tao kolaborasi sama Sehun. Jijik. Hehehe.” Sahutnya sambil ngikik geli.

“Tapi kamu suka, kan?”

“Iya. Aku dari awal memang udah suka dia.” katanya sambil nerawang.

Ran senyum dan tepuk bahu Yue Fan. “Lalu ngapain kamu minta pulang?”

“Karena aku nggak mau hatiku berpaling.”

“Maksudmu apa, Fan?”

“Lupain aja. Aku ke toilet dulu, ya,”

Ran cengok. Dalam hati dia berniat bikin FTV judulnya, Ada Apa Dengan Yue Fan?

^v^v^v^

Malam minggu, kedua leader sub-grup sudah berdiri di tengah-tengah ruang keluarga. Ralat, tapi hanya Suho yang berdiri. Dan Kris duduk di kursi kayu. Sengaja, sih, sebenernya. Biar tingginya jadi sejajar sama Suho. *dijejelinaer*

Di bawah, semua member duduk sesuai kenyamanan masing-masing. Sehun ngegelosor dengan kepala di paha Luhan. *apa enaknya boboan di paha Luhan? Kurus kering gitu. -_-*. Si Bao Zi alias Xiumin, duduk dengan kaki diselonjorin sambil nyender di sofa (nyadar kalau dia paling uzur, makanya selonjor seenak pantat semoknya. Persis mbah-mbah). Baekhyun duduk berlutut, dia berdua Chanyeol  berjejeran dengan posisi duduk yang sama. Kalau diperhatiin, mereka persis penari saman. Kkkk~. (BaekYeol The Saman Dancer)

Lain lagi dengan D.O. Dia duduk sambil ngupas apel dan dipotong-potong. Lalu disodorin ke Luhan, yang bertugas nyuapin Sehun.

Kai duduk jongkok di samping D.O, sebentar-sebentar mangap minta disuapin apel, yang dengan telaten dan sabar dijejelin sama D.O. What a lovely Mommy…

Lay…? Nggak usah ditanya lagi, dia selalu LAYing on the naked floor, seperti kebiasaannya selama ini.

Chen dan Tao duduk bersila kayak mau semedi. Semua menanti kata-kata yang akan meluncur keluar dari mulut kedua leader itu.

Ran dan Yue Fan duduk di sisi ruangan. Mereka memisahkan diri dari gerombolan cowok-cowok segala rupa itu.

“Ehem. Ehem. May I have your attention, please?” leader yang pinter bahasa Inggris itu berusaha nyari perhatian dari anak buahnya.

Setelah semua mata menatap Kris dan Suho, leader EXO-K memulai rapat.

“Oke, guys. Aku dan Kris sebagai ketua dalam gerombolan keren dan tampan-tampan ini sengaja ngadain rapat dadakan ini.” Dia bicara sambil senyum manis banget, saking manisnya sampai bikin tumbuhan putri malu jadi malu banget dan kuncup saking nggak tahan sama pesona Suho.

“Bukannya tiap malming selalu ngadain rapat, Suho?” celetuk seseorang.

“Tinggal dengerin aja, Baek. Nggak usah bikin rusuh suasana.” Sentak Kris dengan tampang Chef Juna nggak suka sama masakan kontestan Master Chef. Kkkk~

Baekhyun diam seratus bahasa (dia nggak sepintar Kris, jadi bahasanya sedikit, nggak nyampe seribu).

Suho ngelirik Kris dengan bete. Maklumlah, kan Baekhyun itu anak buahnya, ngapain si leader bau naga itu yang ngomel-ngomelin?

“Oke… lanjut, ya, sodara-sodara.” Suho tarik tambang, eh nafas, “Besok adalah hari minggu..”

“Yaelaaah… siapa juga yang bilang kalau besok hari kamis, Ho?” sembur Sehun dengan suara sembernya sambil muter bola matanya.

“Heh, magnae blekok! Jangan nimbrung!” Kris ngebentak Sehun. Rupanya fungsi Kris saat ini adalah sebagai tukang bentak. Hehehe.

“Sehun~ah, jangan berisik. Nanti kamu dilipet-lipet Kris kayak dia ngelipet celana dalamnya yang ada gambar naganya.” Bisik Luhan ngasih tahu adik kesayangannya sambil kilik-kilik kuping cowok cadel itu dengan ujung tusuk gigi.(?)

“Baiklah. Bisa aku lanjut?” tanya Suho sambil mengedarkan pandangannya ke semua makhluk bernyawa di tempat itu. (termasuk semut, anak laba-laba dan lainnya)

“Berhubung besok hari minggu, dan nggak ada jadwal apapun, gimana kalau kita jalan-jalan?”

Begitu Suho selesai dengan pemberitahuannya, semua yang ada di ruangan itu langsung heboh dan bersorak-sorai.

“Woooy! SILENCE!!!!” gembor Kris sampai urat-urat di lehernya nonjol.

Setelah semua diam, bahkan jangkrik yang tadi ber-kriik-kriiik-ria jadi diam. Takut ditangkep Kris dan digoreng jadi rempeyek jangkrik buat bekal makan siang besok. (baru tahu kalau Kris makan jangkrik juga. =_=). Suho ngelanjutin lagi. Kasihan leader itu. kebanyakan senyum, jadi nggak ada wibawanya. Dibandingin Kris yang senyumnya diirit-irit, memang beda jauh. Yang satu angelic face yang satunya bitch face. (tapi dua-duanya author sukaaaa)

“Siapa yang punya usul tempat libur yang enak?” tanyanya dengan senyum terpatri di bibirnya.

“WARTEG!!!!” pekik Tao sambil jungkir balik gaya dance break di MAMA.

“Mbahmuuu! Jalan-jalan Tao, bukan makan-makan!” Chen yang biasanya belagak polos dan adem ayem, ternyata bisa ceplas-ceplos ngomongnya.

“Katanya tempat yang enak. Kalau bukan makan-makan di rumah makan, terus apaan?” balas Tao sambil ngeliatin Chen kayak mau nelen cowok bersuara tajam bak pisau dapur milik D.O itu.

“Suhooo… ke kebun binatang, ajaaaa!” pekik Sehun yang sekarang lompat-lompat di atas sofa sambil tepuk-tepuk tangan. Excited ceritanya. (cacat banget nggak sih? >_

“Ngapain mau ke kebun binatang? Kayak anak umur 5 tahun aja lo!” sembur Kai sok cool dan sok dewasa. Padahal sih sama aja. “Ke taman safari, aja!”

“Sama aja, Kai. Dua-duanya isinya sodara-sodara jauh lo. Bhuakakakakaka. Baek, tos!” Chanyeol ber-high-five sama Baekhyun. Ngetawain Kai dengan puasnya.

Kai nunjukin smirk khasnya yang mirip orang bangun tidur itu, sebelum dia ngelempar duo BaekYeol itu dengan bakiak punya neneknya Ran yang dipakai buat ngulek sama D.O, (gaje gak seh?)

Ran ngamuk-ngamuk. Chanyeol dan Baekhyun mimisan dan benjol. Kris teriak ngebentak BaekYeol dan Kai, Suho megap-megap sambil pegangin dadanya. Persis orang jantungan.

Luhan dan Sehun malah ayang-ayangan sendiri. Nggak peduliin kerusuhan yang terjadi di depan mereka.

Lay malah molor di ubin yang dingin itu sambil peluk author (AMIIIIN AMIIIIN YA ROBBAL ALAMIIIIIN. *kecupciumjilat hajar aswad*). Xiumin yang paling tua di antara mereka langsung bertindak. Dia jewer Kai, Baekhyun dan Chanyeol.

Dan akhirnya orang-orang itu diam dan duduk tenang sambil pegangin kuping masing-masing yang merah.

“Suho, silakan dilanjutin.” Dengan wibawanya, Xiumin mempersilakan leader kece itu buat ngomong.

Yue Fan yang dari tadi diam tanpa bahasa apapun selain bahasa kalbu (apadeeeh lagu jadul banget… *digampar Titi DJ), akhirnya angkat tangan, minta ijin buat ngomong.

“Oh, ayang Yue Fan mau ngomong. Mangga atuh, neng geulis.” Kris tiba-tiba senyum manis banget, dan kedip-kedipin matanya. Yue Fan langsung mual.

“Iya, Fan. Mau usul apa?” Suho nanya lagi dengan lebih bermartabat. Matanya lirik Kris dengan jijik.

Sejak kapan lo jadi norak, Kris?

Batin Suho.

“Oh, aku nggak mau usul, kok. Perutku mules, aku mau minta ijin ninggalin rapat sebentar.” Jegggeeeerrrrr!!!!! Semua kesamber petirnya Chen.

“………….” Kris speechless. Dia langsung nutup mukanya. Malu punya cewek yang ngaku-ngaku ‘innocent’ tapi sangat memalukan itu.

“Oh, silakan.” Muka Suho kecut-kecut sayur asem waktu mempersilakan Yue Fan ninggalin ruangan.

Rapat pun dilanjutkan.

Setelah beberapa usul ngaco dari member EXO, akhirnya Suho dan Kris menentukan pilihan mereka sendiri, yang sudah mereka siapin sejak tadi pagi. (curang banget, ya?)

“Oke. Setelah perdebatan yang sengit antar semua usul-usul tadi. Aku dan Kris sudah memutuskan buat berlibur ke sebuah kota kecil di dekat perbatasan kota ini.” Suho dengan lantang mengumumkan tujuan liburan mereka minggu ini.

Setiap orang di ruangan itu saling bertatapan sebelum akhirnya ber-boo-hoo-ria ke arah Kris dan Suho.

“Ternyata lo berdua udah ngerencanain ini dari sebelum-sebelumnya. Ngapain repot-repot ngadain voting segala! Boo… hoo!!!!” seru Luhan yang kesal dengan ke-sok demokratisan duo leader ganteng itu.

“Iya, nih. Dasar leader gadungan. Hooooo!!!!” imbuh Sehun, yang segera menerima timpukan penuh cinta dari Suho dan Kris.

“DIEM LO MAGNAE CADEL!!!” seru Kris dan Suho bersamaan. Sehun nangis di dada tipis Luhan.

Berhubung salah satu leader itu adalah Kris, maka mau nggak mau semua setuju dengan keputusannya. Termasuk Tao yang sudah numpahin badai aegyo-nya ke Kris, tapi gagal total.

Akhirnya semua sepakat akan pergi ke tempat pilihan Kris dan Suho.

^v^v^v^

Sekumpulan orang-orang terkenal dan dua orang yang bercita-cita jadi terkenal itu sudah berada di sebuah rumah yang cukup luas, dengan 6 kamar tidur. Sebuah dapur besar yang perkakasnya lengkap, ruang keluarga dengan tv segede apaan tau, dan lapangan berumput di dekat rumah itu, cocok buat leyeh-leyeh santai.

D.O dan Lay sudah berkutat di dapur, mindahin bahan-bahan makanan ke dalam kulkas gede yang bisa muat lima orang di dalamnya (?)

Xiumin dibantu Yue Fan dan Chen, masuk-masukin tas dan koper ke dalam kamar-kamar. Tao dan Sehun serta Kai dikasih kerjaan buat nyapu ruang keluarga yang agak berdebu. Lalu, ke manakah Baekhyun, Chanyeol, Sehun, Luhan dan Ran?

Mereka duduk bergerombol di teras, main UNO. Itu lho kartu yang warna warni kayak rambu lalu lintas, merah kuning ijo (plus biru).

Setelah semua rapi, mereka mutusin buat main-main di luar. Chanyeol yang hobi motret pun ngebawa handycam barunya, sekalian mau pamer kayaknya. Pokoknya semua yang menurutnya menarik pasti dia rekam.

“Yue Fan! Senyumnya yang ikhlas dong.” Seru Chanyeol waktu ngerekam Yue Fan yang lagi kepangin poninya Lay ala afro style (saingannya gangnam style kali, ya? kkkk~)

Yue Fan nggak peduli, dia tetap saja nyengir nggak ikhlas, “Tsk. Lo kalau senyum dipaksa gitu yang ada malah mirip orang kebelet, Fan!” celetuk Kris yang duduk di depannya.

“Sialan, kamu Kris!” maki Yue Fan sambil pukul punggung Kris yang tipis kayak papan reklame.

“Heh! Yue Fan jangan lempar-lempar tisu, dong!” seru Kris sambil nengok ke belakangnya.

“Maksud lo?!!!!” Yue Fan ngerasa disindir. Saking mungilnya dia, meski mukul pun yang dirasain Kris kayak dilempar tisu doang. Hahaha.

Lay terkekeh geli liat adegan yang soooo sweet itu (?).

Sehun dan Luhan serta Baekhyun dan Chen lagi belagak kayak syuting iklan baju. Mereka jalan mondar mandir dengan style yang mereka pikir keren banget. dan Chanyeol ngerasa dia sudah jadi tukang foto profesional. Dia lompat sana, lompat sini dengan hebohnya.

Tao, Xiumin dan D.O lagi ndeprok di bawah pohon sambil ngemil. D.O bawa beberapa kotak makan yang isinya camilan.

Kai lagi duduk sambil nunduk, dan Suho berdiri di depannya sambil berkacak pinggang. Tangan kanannya nunjuk-nunjuk muka Kai.

“Aku udah berkali-kali bilang sama kamu. Jangan keluar-keluar tanpa pakai sunblock. Lihat tuh, mukamu makin item aja. Mana krim pencerah yang aku beliin?”

“Habis, Suho.” Jawab Kai sambil manyun. Alisnya nyureng.

“Habis? Kenapa mukamu masih gosong?”

“Gimana nggak gosong, coba? Orang dipake D.O mulu. Noh, lihat, mukanya D.O makin bersinar kayak lampion, tuh.” Sungutnya sambil nunjuk D.O yang sibuk ngunyah roti isi pisang coklat. D.O ngerasa ada yang ngomongin dia, dan dia nengok ke arah Kai dan Suho. Matanya yang bundar bikin mukanya kocak banget, apalagi dengan kedua pipinya yang menggembung. Dia kelihatan cute banget.

Tapi bagi Suho, itu bukan tampang cute. Tapi itu tampang-tampang penipu. Dia menipu orang dengan wajah bodohnya. Padahal dia licik.

Begitu yang dipikir Suho.

Dia nyamperin D.O dan langsung ngomel-ngomel, “Balikin krim punyaku!”

“Krim apaan?” mata D.O makin membulat.

“Nggak usah sok polos, deh, Kyungsoo! Krim punya Kai yang kamu comot itu!” Suho ngomong melalui sela-sela giginya yang gede-gede itu. Suara desisannya mirip banget sama ular peliharaannya Voldemort, Nagini. Kekeke~

“Hah? Krim yang warnanya butek itu, ya? Itu punya kamu? Kata Kai dia nggak mau pake krim itu. Dia bilang, ‘eh, Suho aneh banget. Masa gue disuruh pake krim biar putih tapi mukanya doang? Ntar belang, dong. Muka putih kek mayat, tapi bodi item gosong kek Ran. Ogah bener, ah. Ini lo pake aja, Kyungsoo.’. Gitu katanya, Suho.”

Muka Suho berkerut-kerut kayak orang mau nangis bombay. Dengan sigap, dia berbalik menuju tempat Kai jongkok sambil nyabutin rumput. Nggak ngerti ada motif apa di balik kegiatannya itu.

Kai kaget waktu Suho berdiri di depannya. Dia ngedongak dan ngeliat muka merah Suho.

“Kamu bohongin aku, Kai! Ya, Kan? Jawab!”

“Buseeet, tumben-tumbenan lo marah-marah, Suho? Kelamaan bergumul sama Kris, ya?” balas Kai sambil berdiri dan bersihin tangannya yang kotor bekas rumput hijau tadi.

“Nggak usah ngalihin pembicaraan. Itu krim aku beli mahal-mahal buat kamu, tapi malah kamu kasihin ke D.O. Orang itu sudah putih banget, Kai. Yang butuh krim pemutih itu kamu sama Tao.”

“Ran?”

“Ran kalau pake krim nggak mempan, harus direndem pemutih baju dulu seminggu.” Sahut Suho.

“Setuju.” Kai mendukung. Suho dan Kai ketawa bareng sambil ngelirik Ran yang dandan heboh kayak mau dateng acara walimahan ponakan Lee Soo Man.

“Ya sudah. Lain kali aku beliin krim, kamu harus pakai. Paham!” Kai ngangguk dan Suho tersenyum.

Ran dandan dengan begitu semaraknya, dia pakai baju totol-totol, rok lebar warna shockung pink dan sepasang wedges, lalu dia pasang wajah sok-sok seksi ala foto model international.

“Chan-Chaaaan… potoin aku dund,” kata Ran sok imut.

Chanyeol yang lagi asik ngerekam semut berbaris yang bergotong royong ngangkut remah roti bekas Tao langsung ngedongak, “Ahh… baterainya habis…”

“What? Aku udah dandan heboh gini masa nggak disyuting, sih? Chan-Chaaaan…. Rekam aku, sih.” Ran narik-narik ujung kaos Chanyeol.

“Males, ah. Gue lapar…” cowok berbodi boros itu garuk-garuk kepala dan senyum konyol.

“Chanyeol nyebelin! Tadi malah ngerekam semut baris. Begitu aku minta direkam, eh malah dicuekin. Aku kira kamu udah berubah, udah nggak nyebelin lagi. Ternyata masih utuh. Dasar kentut unicorn!!!” Ran ngamuk-ngamuk tapi setengah pengin nangis.

“Yah! Unicorn itu nggak pernah kentut!!!” pekik sebuah suara dai dekat mereka.

“Nggak peduli sama unicornmu, Lay!” sembur Ran gemas. Lay ngejulurin lidahnya dan ketawa bareng Kris. Yue Fan anteng banget hari ini. Dia sedikit-sedikit ngelirik Chanyeol dan Ran yang lagi nyolot-nyolotan. Dia jadi ingat pas dulu sering berdebat nggak penting sama Chanyeol. Sekarang dia ngerasa canggung. Ditambah lagi dia juga nggak enak sama Kris. Kejadian duo tiang listrik berantem waktu itu sudah bikin Yue Fan ngerasa bersalah. Dia nggak mau nambah-nambah konflik diantara Kris dan Chanyeol.

Ran sekarang lagi muter-muter sampai roknya mekar, lalu lari-lari kecil ngiterin Sehun dan Luhan, joget-joget aneh bareng Baekhyun dan Chen. Chanyeol dengan sabarnya ngerekam tingkah nggak wajarnya Ran. Tapi mau nggak mau, Chanyeol ngikik tiap kali adegan demi adegan yang dilakuin Ran. Cowok ganteng itu kelihatan ceria banget, bahkan dia nggak merhatiin gimana kepala Kris sudah berada di pangkuan Yue Fan, dan cewek imut-imut mirip kutu itu belai-belai poni Kris. Chanyeol juga nggak merhatiin Suho dan D.O serta Kai lagi saling makein sunblock, Lay yang akhirnya ikutan nimbrung bareng Tao dan Xiumin. Yang ada di benak Chanyeol saat ini adalah betapa aneh dan uniknya Huang Zi Ran. Betapa nggak warasnya cewek itu. Dan itu bikin Chanyeol terhibur.

Gue nggak perlu jadi satu-satunya badut di sini. Kan, sudah ada Ran. Hehehe.

Batinnya sambil terkekeh geli sendiri.

Tanpa Chanyeol sadari, Yue Fan terlalu lama natap dia dan Ran yang lagi cekikikan seru. Dua orang itu lagi me-review hasil rekaman Chanyeol. Posisi bahu mereka yang berdempetan, terus sesekali Chanyeol toyor-toyor jidat jelek Ran. Cewek tengil itu juga nggak mau kalah, beberapa kali Ran tarik-tarik poni Chanyeol, lalu berdua bakal tabok-tabokan nggak jelas. Pokoknya bagi orang waras, pemandangan seperti itu bakal masuk kategori liar dan norak. =_=’

Hati Yue Fan serasa dihimpit, dia ingat waktu dia sakit dan Chanyeol yang ngerawat dia, di saat kecengannya, Kris, ikutan acara interview. Dia ingat gimana wajah Chanyeol pas dia nolak kalung darinya. Dia juga ingat gimana Chanyeol mau ngerebut dia dari Kris. Yue Fan sempat tersenyum pas ingat kejadian waktu liburan bareng Super Junior. Kejadian demi kejadian mampir di otaknya (kalau memang punya, sih), bikin dia makin nggak kuat buat nahan serangan perasaan bersalah, menyesal, dan… rindu.

Yue Fan, cewek sok tegar dan tabah, yang katanya nggak gampang nangis itu, akhirnya kalah sama luapan emosi yang makin menyesakkan dadanya. Setetes air mata berhasil lolos dari sudut matanya.

“Aiiish… ujan, ya?” Kris terbangun gara-gara air mata bandel itu.

“Mmm… ng-nggak, kok,” sahut Yue Fan sambil buru-buru ngelap air matanya.

Kris duduk dan menghadap Yue Fan. “Lo nangis, Fan?” tanyanya sambil meraba pipi Yue Fan.

“Ng-nggak.”

“Lha, barusan ada yang netes di muka gue.”

“Oh, itu air liur aku. Kamu kalo tidur kelihatan ganteng banget. Jadi ngiler, deh.” Elaknya santai.

What the…?!!! Yaiks! Disgusting!!!” dengan semangatnya Kris ngelap-ngelap pipinya sampai merah.

“Sorry..” bisik Yue Fan sebelum bangun dari duduknya dan berlari masuk rumah.

“Kenapa lagi tuh cewek?” gumam Kris sambil ngucek-ngucek matanya yang masih ngantuk.

^v^v^v^

“Aaaarrrgghhh…. Sialan banget ini!!” Chanyeol marah-marah sambil mukulin keyboard laptopnya.

“Kenapa, Yeol?” Ran duduk di sebelahnya.

“Ini gue mau online, tapi incorrect password mulu. Padahal udah jelas-jelas gue nggak ganti-ganti password. Kampreeet!!!” dia ulang-ulang lagi meng-input passwordnya. Tapi gagal terus.

“Emangnya passwordmu apa?” tanya Ran dan dijawab dengan polosnya oleh Chanyeol.

“’handsomederpyhappyvirus’”

“Mungkin salah ketik kali, Yeol.” Tiba-tiba Baekhyun nunduk di sebelah kepala Chanyeol.

“Ya ampun, Baek. Gue udah setahun lebih pakai password ini. Nggak mungkin salah ketik. Sialan! Kampret! Curut! God damn… oh… ternyata caps lock. Hehehe. Pantesan incorrect mulu. Ehehe…” mukanya langsung merah karena malu dan salah tingkah.

“Hoooo… udah heboh, maki-maki, dan pukul-pukul laptop, ternyata lo sendiri yang ceroboh. Dasar Chanyeol!” Baekhyun noyor kepala Chanyeol berulang-ulang. Ran ikutan ngakak tanpa absen ngeledekin Chanyeol dan passwordnya yang narsis itu.

“Sial. Gue harus ganti password baru deh. Secara tadi Ran udah tau. Bisa-bisa akun gue dihack ama dia.”

Ran ngelirik Chanyeol dengan judesnya. “Nggak penting banget, deh, ngubek-ngubek akunmu, Yeol,”

Chanyeol pun berkutat lagi dengan akun dunia mayanya, Ran dan Baekhyun menuju dapur, mau ganggu D.O yang lagi masak.

Yue Fan dan Kris lagi duduk di tepi ranjang yang dipakai Kris. Yue Fan nunduk liatin jari-jarinya yang bantet-bantet, dia sengaja ngajak Kris cari tempat yang sepi buat ngomongin sesuatu sama si leader muka sok cool itu.

“Fan, kita udah di sini sepuluh menit, tapi lo belum ngomong apa-apa. Katanya lo mau ngomong ama gue? Ngomong, dong.”

“A-aku… aku…”

“Yaelah, Fan. Tinggal ngomong aja, kok, bingung? Jangan labil, ah.” Kris ngedeketin Yue Fan, yang malah ngejauh sampai ke ujung tempat tidur.

“Sorry, Kris. Tapi aku harus segera pulang ke rumah dan nggak balik ke dorm lagi.” Celetuk Yue Fan buru-buru sambil berdiri dan nggak berani lihat wajah ganteng Kris.

“Pulang? Nggak mau balik ke dorm lagi? Lo nggak kerasukan, kan, Yue Fan?” Kris ikutan berdiri. Dan segera saja Yue Fan tampak seperti upil Kris yang jatuh. (saking mungilnya) >_

“Ya. Aku mau pulang. Umm… harus pulang.”

“Kenapa? Apa karena gue?”

“Bukan… tapi karena aku sendiri, Kris.”

“Lo udah nggak care sama gue lagi?”

“Bukan gitu, Kris. Aku care banget sama kamu. Tapi… aku takut aku bakal nyakitin banyak orang kalau aku kelamaan di sini.”

“Sumpah gue nggak ngerti apa yang lo omongin. Lo nyakitin siapa? Hmm? Kalau lo pergi, yang ada lo pasti bakal nyakitin gue. Lo tega nyakitin gue?” bahu Yue Fan berada dalam cengkraman tangan Kris yang segede tutup panci presto.

“Maaf, Kris. Tapi… kalau aku nggak buru-buru keluar dari dorm, aku takut nyakitin kamu. Karena… aku… ss…” Yue Fan berhenti bicara. Dia nggak sanggup lihat mata tajam Kris. Lehernya sakit kalau kelamaan ngedongak, sih. Hehe.

“Jangan bilang lo suka orang lain selain gue?” todong Kris dengan tatapan menyelidik. (bayangin Kris maen film hollywood, jadi detektif… kyaaaa kereeeeen)

“Aku nggak tahu… makanya aku minta tolong sama kamu, ijinin aku pulang. Aku butuh waktu buat benahin perasaanku. Sungguh, aku nggak pengin nyakitin kamu. Please, understand.” Akhirnya Yue Fan ngedongak juga dan natap mata Kris dalam-dalam. Sedalam cinta author ngerogoh hati Lay.

“Siapa, Fan? Siapa?” nada suaranya mulai meninggi, bikin Yue Fan makin mengerut mirip jenglot. XD

“Kamu pasti bisa nebak siapa. Aku berusaha singkirin perasaan itu, tapi aku nggak suka dia deket-deket cewek lain. Nggak tahu kenapa dadaku jadi panas, dan kepalaku berdenyut-denyut,”

“Oh, itu tandanya lo mau kena radang tenggorokan, Fan. Ntar gue temenin ke dokter anak, deh.” Candanya super duper garing bin kemriuk.

“Kris. Aku lagi ngomong serius. Aku cemburu kalau dia deket sama cewek lain.” Yue Fan jengkel sama sikap Kris yang nggak serius.

“Hhhh… Chanyeol, kan?” Kris mendengus pas liat Yue Fan terkesiap, “Gue sudah ngerasa kalau lo masih ada rasa sama dia. Tapi gue diam aja. Gue mau nunggu lo yang ngakuin sendiri ke gue. Fan, lo nggak lihat gimana usaha keras Chanyeol buat lupain perasaannya ke lo? Sekarang kenapa malah lo yang nggak bisa buang jauh-jauh rasa suka lo ke dia? Jujur aja, gue agak kecewa sama sikap labil lo. Seumpama lo beneran suka Yeollie, lalu ngapain lo nyatain rasa suka lo ke gue?” meski emosi, tapi Kris nggak mau terbawa suasana, jadi dia berusaha ngomong pelan-pelan sambil tarik en keluarin nafas teratur, takut kalau tiba-tiba meledak.

“Aku memang suka Chanyeol, tapi jauh dalam lubuk hatiku, aku milih kamu, Kris. Bukan Chanyeol.”

“Terus kenapa lo tiba-tiba jadi labil gini? Apa lo udah bosan sama gue? Iya?”

“Mana mungkin aku bosan sama cowok paling ganteng di dorm?”

“Tsk… kirain bakal dibilang paling ganteng sedunia. Ternyata ruang lingkupnya nyampe dorm doang. Ah, udahlah. Nanti pas udah di dorm kita bicarain lagi. Sekarang kita ngumpul sama yang lain. Yuk,” Kris sempet peluk Yue Fan dan kecup keningnya sebelum dia gandeng tangan mungil cewek itu dan keluar kamar.

Yue Fan ngerasa makin bersalah dan makin ngutuk dirinya yang labil. Sejak awal dia suka banget sama Kris. Tapi setelah kenal Chanyeol, dia juga nggak bisa nahan hatinya buat nggak suka sama Chanyeol. Cowok ceria yang hiperaktif dan kalau nyolot selalu bikin dia napsu pengin ngebales nyolot. Kris juga suka nyolot, tapi Kris terlalu jaga image kalau di luar, di dorm pun dia ogah kelihatan jelek. Jadi Yue Fan agak kesal juga sama Kris yang nggak mau lepas dari bitch face-nya yang super nyebelin itu. Yue Fan pun lebih memilih pulang dan jauh-jauh dari Kris maupun Chanyeol. Dia butuh waktu untuk memantapkan hatinya untuk Kris seorang, (karena Chanyeol bakal author jadiin hak milik)

^v^v^v^

Ran nyamperin Yue Fan yang lagi duduk di atas kursi goyang milik grandpa Suho. Semua member lagi latihan koreo buat persiapan SMTOWN INA. Dua gadis itu duduk sambil dengerin musik yang mendayu-dayu.

“Yue Fan. Kamu jadi pulang?” tanya Ran sambil buka-buka majalah fashion punya ibunya Tao yang kemarennya dipinjemin.

“Kayaknya, sih, iya, Ran.” Jawabnya dengan suara pelan. Sepelan hati author berbisik pada hati Lay.

“Jadi kamu mau putus dari Kris gitu?” Ran yang asal nyablak itu langsung ditendang kaki pendek Yue Fan.

“Susah-susah ngedapetinnya, masa mau aku lepas begitu aja? Begomu kok awet banget, ya?” sahut Yue Fan judes.

“Ya, kan, aku cuma menebak, aja, sih. Kamu udah ngomong sama Kris?”

“Udah. Tapi aku belum sempat bahas masalah ini lagi sama dia. Abisnya, dia sibuk mulu, sih.”

Ran manggut-manggut sebelum ngomong lagi, “Kalo boleh tau, masalahnya apa, sih, kok, kamu sampai pengin pulang?”

“Hmm… kasih tau nggak yaaaaa?” *dijejelin majalah.

“Seriusan, dong, Fan! Menurutku hanya orang tolol dan bego lah yang rela ninggalin tempat terindah di dunia ini. Dorm ini. Tinggal bareng EXO di sini.” Jelas Ran menggebu-gebu. Persis kayak liat Chanyeol copot baju.

“Hhhh… Ran… kamu suka Chanyeol?” tanyanya hati-hati. Takut dijejelin majalah lagi rupanya.

“Iya, Fan. Aku suka dia. Tau nggak? Aku ngerasa nelangsa banget.”

“Emang wujud dan nasibmu ditakdirin nelangsa, kok, Ran. Hehehe.”

“Sial! Kamu, kan, tau kalau aku cinta banget sama Tao. Tapi begitu ngecengin dia, ternyata baginya Gucci lebih penting daripada aku.”

“Ya, jelas laaaah. Kamu kalo dijual pun nggak akan semahal tas Gucci. Ckckck.” Yue Fan nyengir Kris(bosen kalo kuda disamain siwon mulu) sebelum nerima timpukan serbet meja dari Ran.

“Terus habis Tao terbitlah Sehun. Ternyata si magnae kucrut itu nyebelinnya ampun-ampun. Udah aku baik-baikin, eh malah nyari gara-gara. Semua gara-gara dia dimanjain Luhan, sih. Ngumpet mulu di keteknya. Sedikit-sedikit ngebelain Sehun. Pantesan dia jadi makin kolokan. Taruhan, deh, kalo para fansnya tau gimana kelakuan busyuknya di rumah, huh, pasti semua bakal ilfeel. Jaminan mutu, deh!” Ran nyerocos kayak petasan renceng, sambil ngeluarin gaya Daesung marah-marahin G-Dragon di Secret Big Bang. Cuping hidungnya kembang kempis kayak mulut ikan. (bayanginà muka kluwus hitam, dekil, mulut monyong-monyong, hidung kembang kempis. *horor banget nggak seh?)

“Udah?” kata Yue Fan dengan tampang sengak-sengak minta ditonjok.

“Beloooom.”

Here we go again with the drama..” gumamnya sambil muter bolanya Kris, hiyaaaa… bukaaan itu, tapi muter bola matanyaaaa!!!

“Setelah nggak doyan Sehun lagi, aku pun kepincut si kotak-kotak gosong, Kai.”

“Gosong mana sama kamu, Ran?”

“HA HA! Lucu! Tapi Kai ternyata nggak tertarik sama sekali. Jadilah aku naksir Chanyeol, si Happy Bactery.”

“Happy virus kali, Ran. =_=”

“Oh, ya sama aja, sama-sama sumber penyakit. Jadi, gara-gara Chanyeol ngasih aku kalung, daaaan dipakein pula sama dia, wajar, dong, kalo aku naksir dia.”

“Itu kalungku, Ran.” Ucapan Yue Fan bikin Ran keselek.

“Serius?”

“Iya. Kamu ingat kalung yang aku kira dari Kris itu?” Ran ngangguk, “Nah, ternyata itu dari Chanyeol. Tapi aku waktu itu antara suka sama dia dan juga Kris. Tapi aku lebih berat di Kris. Jadi aku tolak Chanyeol.”

“Bego! Harusnya kamu jadian sama Chanyeol aja!”

“Lho, kok gitu?”

“Jadi Kris bisa aku jadiin pacarku, Hohoho.” Lagi-lagi tatapan datar Yue Fan menyambut ucapan Ran.

“Aku cemburu waktu Chanyeol kasih kalung itu buat kamu. Aku cemburu kalo Chanyeol becanda sama kamu. Kamu perhatiin nggak? Sekarang Chanyeol jarang ngajak ngobrol aku. Nggak kayak dulu lagi. Aku nggak mau perasaanku ini nanti ganggu hubunganku sama Kris. Makanya aku milih buat keluar dari sini.” Jelasnya panjang lebar.

Ran agak kaget juga waktu dengar pengakuan Yue Fan. Tapi dia memaklumi juga. Siapa gitu lho yang bisa nolak pesona yang ditawarkan seonggok Park Chanyeol?

Dan Ran juga ngertiin banget alasan Yue Fan buat pergi dari dorm. Menjauh dari penggoda iman, Park Chanyeol.

“Tapi aku bakal kesepian kalo kamu pergi. Sedangkan aku nggak pengin keluar dari surga dunia ini selamanya.”

“Ya itu urusanmu. Aku mau benahin perasaan dan pikiranku dulu sebelum mutusin mau balik ke sini lagi atau nggak. Heh, udah sore nih, kita belum bikin makan malam . Kasihan D.O sama Lay, mereka jadi sering masak gara-gara kita yang malas.”

Yue Fan menarik lengan Ran dan berdua menuju dapur untuk nyiapin menu makan malam bagi seluruh member EXO.

^v^v^v^

Di ruang ganti studio latihan SM yang belakangnya tembok biru berawan itu, Chanyeol dan Kris duduk berdua, hadap-hadapan, masih dengan bersarungkan handuk putih besar. Mereka lagi nunggu antrian mandi. Secara mereka selusin, dan harus gantian. Baekhyun, Luhan, Sehun dan Lay lagi mandi bareng. Suho mandi sendiri, dia malu katanya kalau bareng-bareng. (padahal kalo ama author dia nggak malu lho sodara-sodara)

Chen, Xiumin, Tao dan D.O mandi seenaknya sendiri. Dan Bang Kai? Dia mandi di luar, katanya biar para noona-noona SNSD pingsan kejet-kejet lihat absnya dia yang aduhaaaai aduh seksinyaaa..

Jadilah duo rapper bersuara berat (seberat cinta author pada Yixing), duduk bertelanjang dada di kursi panjang depan loker. (ngarang sak emohe dewe)

“Hey Waddup, Krease?” sapanya sambil naik turunin alisnya.

“A-Yo, Wassuuuup?”

“Heheh aura showcase-nya masih kental banget, ya, Krease?” canda Chanyeol sambil nepuk-nepuk paha kurus Kris yang untungnya ketutupan handuk yang tebalnya belum bisa nyaingin tebalnya cinta author pada para reader setiaku. (author numpang eksis mulu)

“Iya. Hehehe. Sok atuh dengerin gue ngomong.” Ujar Kris dengan wajah serius. Seserius pernyataan cinta author pada Lay.

Chanyeol meski diam tapi mulut lebarnya nyengir melulu. Sepertinya sudah diprogram begitu. Entahlah.

“Chanyeol. Sekarang gue pengin ngobrol dari hati ke hati sama lo…”

Let’s have a Heart to Heart to Heart (talk). Deo namja dabge naege yaegi hae (deo)

Dabdab hage malgo, wihaneun cheok malgo. Ajik neowa na stay together…” tiba-tiba Chanyeol nyanyi dan joget ngikutin alunan lagu Heart to heart milik girlband yang ada si sok seksi HyunA itu, 4Minute.

Enough!!!!” sembur Kris sambil narik lengan Chanyeol sehingga cowok tukang cengengesan itu duduk lagi.

Why so serious? Get your crayon, Man.” Balas Chanyeol G-Dragon mode on.

“Gue bukan anak TK yang hobi mainan krayon, Yeol. Dengerin gue. Ini pembicaraan tentang Yue Fan.”

Begitu dengar nama Yue Fan disebut, Chanyeol langsung duduk tegak dan pasang wajah serius, yang justru bikin dia kelihatan labil dan random banget ekspresinya yang antara orang nahan kentut atau kebelet pipis.

“Yue Fan? Ada apa dengan Yue Fan?” tanyanya.

“Dia mau pergi dari dorm.”

“APHAAAAAH?!!!!” jerit Chanyeol. Sama sekali nggak nyadar efek suara beratnya itu terhadap teman-temannya yang lagi saling pamer bodi di kamar mandi.

Luhan dan Lay yang lagi bergaya fashion show di kamar mandi jadi kepleset dan kejengkang. Sehun dan Baekhyun yang berlagak jadi fotografernya pun ikut nyungsep karena kaget dengar suara Chanyeol yang membahana kayak Om Jin. Chen yang lagi pura-pura manggung bareng mendiang Luciano Pavarotti pun keselek gagang sikat gigi yang dia pakai sebagai mic-nya. D.O yang jadi backing vokal Chen ikut kaget dan salah nyanyi. Tao dan Xiumin yang pamer kelihaian mereka berbela diri pun jadi salah urat karena gerakannya meleset. Pokonya semua jadi kacau karena pekikan heboh Chanyeol. Belum lagi Suho yang hampir kelelep ketika lagi asik ngebayangin dimandiin author dan tiba-tiba suara membahana Chanyeol menyusup memasuki telinganya.

“Jangan teriak-teriak, bodoh!!!!” Kris dengan napsunya gaplokin punggung telanjang Chanyeol. “Sekarang semua bakal ikutan nimbrung! Dasar pekooook!!!” desis Kris gemas.

“Sorry, Kris. Maslahanya gue seriusan kaget banget. Yue Fan mau ninggalin kita? Ninggalin lo? Ninggalin gue? Ninggalin Suho? Ninggalin Baekhyun? Ninggalin Tao? Ninggalin Lay? Ninggalin si imut-imut Thehun~ah? Ning…”

“Nggak perlu diabsesni juga kali, Yeol. Gue udah hafal diluar kepala siapa aja yang bakal ditinggalin.” Tukasnya sambil tarik-tarik ujung handuk Chanyeol. (hayooo kris, hayoooo… ojo iseng!)

“Lalu alasannya apa? Jangan bilang kalo lo nyakitin dia. Gue nggak akan lepasin lo hidup-hidup!” aura Chanyeol berubah nyeremin. Mirip dedemit minta kawin.

“Gue udah bersumpah nggak akan nyakitin dia ataupun orang lain. Dia yang mutusin sendiri buat pergi. Tapi gue belum kasih ijin ke dia. Dan… salah satu penyebab dia punya ide sarap dan absurd itu gara-gara lo juga, Yeol.” Kris nyoba buat yakinin Chanyeol kalo Yue Fan mau pergi bukan karena dia.

“Gue? Memangnya gue ngapain, Kris? Perasaan gue udah berusaha jaga jarak dari dia, gue juga jarang ngobrol lagi ama dia. Lalu salah gue di mana, Kris? Gue udah mati-matian ngejaga perasaan lo, gue mundur teratur. Gue ngalah, dan gue lagi berusaha menerima orang lain yang… yaaah… lo tau sendiri gimana modelnya, tapi semua itu gue lakuin karena gue mau liat lo berdua happy.” Mata Chanyeol berkaca-kaca. Bukan karena sedih. Bukan. Tapi karena kelilipan poninya sendiri.

“Gue juga tahu, Yeol. Tapi ini murni bukan kesalahan lo. Yue Fan yang bilang kalau dia sebenarnya suka sama lo, tapi dia bingung. Makanya waktu itu dia nolak lo, karena dia nggak tahu harus milih lo atau gue. Ya, ya, itu cewek emang labil tingkat parah, tapi apa boleh buat, I like her. Dan gue nggak bisa nyalahin dia, secara lo dan gue adalah makhluk Tuhan yang tercipta yang paling keren. Betul,nggak, Yeol?” kata Kris sambil iseng-iseng colek dagu Chanyeol.

“Apa kata lo, dah. Jadi maksud lo, Yue Fan suka ama gue? Lo pasti cemburu, dong? Secara gue nggak kalah ganteng dari lo, Kris. Hehehe.”

“Kampret, lo. Yue Fan itu mau pergi karena dia mau fokus mikirin gue doang. Jadi lo jangan ge er dulu.”

“Ah… mumpung Yue Fan masih demen ama gue, enaknya gue deketin dia lagi, aaaaah.” Ujarnya sambil lirik-lirik Kris dengan usil.

“Silakan. Dan lo nggak akan bisa rekaman buat album kedua kita. Silakan…” katanya dengan senyum tapi tatapannya mengintimidasi banget.

“Becanda, Bro. Becanda. Hmm… terus enaknya kita ngapain?” tanya Chanyeol.

“Enaknya, sih, mandi. Tuh, BaekLay dan HunHan udah mentas mandinya. Yuk, kita mandi..” Kris bangun dan ulurin tangannya yang gede, yang kalo ditempelin ke muka Yue Fan, pasti mukanya nggak keliatan, ketutupan semua. Hehe.

Dan dua cowok tinggi semampai bagai umbul-umbul di acara kawinan itu berjalan memasuki kamar mandi. (ceileee mandi berdua ni, yeeee… ihiiiiiirrrr… *author segera berubah jadi sabun. Huuu O.o)

^v^v^v^

“HIYAAAAAAA!!!! TOLOOOONG!!!” suara jeritan memecah keheningan fajar. Suara gedebukan juga terdengar dari sebuah kamar.

Suho dan Sehun yang letak kamarnya paling dekat itu langsung melompat dari ranjang mereka dan buru-buru keluar kamar. Ternyata Kris, Lay, Chen, Xiumin, Tao serta Chanyeol sudah keluar dari kamar masing-masing.

“YUE FAN! RAN! BUKA PINTUNYA!” Kris dengan lantangnya dan sok jagoannya ngegedor pintu kamar dua cewek labil itu.

“Dobrak aja pintunya, Kris!” usul Suho dari balik bahu leader yang lebih tinggi itu.

“Tao! Dobrak pintunya!” perintah Kris seraya menggeser tubuh cungkringnya ke samping.

“Lhah, kenapa aku?” Tao yang masih rada ngantuk itu bengong.

“Gue takut tulang bahu gue retak, jadi lo aja deh yang dobrak pintunya.” Ujar Kris santai seenak jidat anehnya.

Tao ngelirik sebal ke arah Kris, “Xiumin, pinjem badanmu buat lempar pintu ini sampai hancur,”

“Enak, aja! Lempar pakai Luhan aja sono!” sergah Xiumin tersinggung.

“Kalo lempar pakai Luhan yang ada malah Luhannya yang hancur. Dan repotnya lagi, nanti Sehun~ah bakal nangis nggak diam-diam.” Chen yang jarang nimbrung itu pun nyeletuk.

“Chen! You. Me. Finish!” kata Luhan yang baru ngelongokin kepalanya dari kamar.

Dari kamar terdengar jeritan dan bunyi berisik lagi. Kris sudah nggak sabar, dengan paksa dia geret bodi tegap Tao dan suruh dia tendang pintu itu sampai kebuka.

Akhirnya Tao terpaksa mengerahkan semua energinya buat dobrak pintu sialan itu.

BRAAAAAAKKKK…

Pintu tersentak terbuka, dan koloni cowok itu pun nganga demi ngeliat Ran dan Yue Fan yang lagi berdiri di atas ranjang sambil berpelukan mesra. Kamar bagaikan kapal pecah. Berantakan the max.

“Kalian ngapain?” tanya Suho dan Kris hampir bersamaan.

“I-itu… KECOAAAAAAAAKKKK!!!” Ran dan Yue Fan nunjuk makhluk kecil coklat imut-imut dengan sungutnya yang indah, dan kaki-kaki mungilnya yang unyu-unyu itu melesat melewati pintu yang terbuka. (sumpah pengin banget injek kecoak itu sampai gepeng. Uughhh).

“KYAAAAAAAAA.” suara jeritan cowok yang agak melengking bikin semua ikut kaget dan menjerit berjamaah.

“Ya ampuuuun, ByunBaek! Alay banget teriakan lo!” komentar Chanyeol yang lagi tepuk-tepuk dadanya. Nenangin jantungnya yang bergeYEOL-geYEOL saking kagetnya.

“Iya, nih. Mau nyaningin jeritan hati Changmin, ya?” celetuk Sehun yang seperti biasa ngelendotin Luhan.

D.O yang paling benci sama serangga yang jorok itu segera ngambil sandal buat ngejar dan mengenyahkan makhluk itu dari dunia ini.

Chanyeol dan Kris masuk kamar dan berdua bantu Ran dan Yue Fan turun dari kasur.

“Kirain ada maling atau setan.” Gerutu Kris yang menjitak kepala Yue Fan.

“Kalian nggak tau, sih, betapa takutnya aku sama serangga.” Balas Ran terengah-engah.

“Oh, kecoak itu serangga, ya? Kirain sejenis unggas.” Chanyeol mencoba mencari pembenaran atas pemikiran konyolnya itu.

“Chanyeol, please, jangan bikin gue malu punya sahabat lo. Please.” Kata Kris. Chanyeol hanya nyengir lebar.

Ran dan Chanyeol keluar kamar, disusul Yue Fan dan Kris. Lalu Xiumin dan Lay, berdua ngebersin kamar cewek-cewek itu.

Yue Fan hampir nggak bisa nafas waktu lihat lengan panjang Chanyeol ngerangkul bahu Ran. Dan Kris nyadarin perubahan raut muka Yue Fan. Maka dia tarik lengan Yue Fan, dan dia ngajak cewek gagal tumbuh itu ke dalam kamarnya.

Yue Fan kaget banget, apalagi waktu Kris ngunci pintu kamarnya.

Buset, deh. Gue mau diapain, nih?

Batin Yue Fan ngeri tapi berharap juga, sih. #plaak

Kris berbalik dan menghadap Yue Fan. Kedua tangan segede gabannya menangkup wajah Yue Fan, dan dia nunduk, menyelami kedua mata Yue Fan dengan mata tajamnya.

“Jangan peduliin mereka. Di matamu hanya ada gue. Dan di mata gue hanya ada lo. Ngerti?” bisik Kris. Yue Fan bisa merasakan sentuhan hangat nafas Kris (pasti bau naga, wong belum gosok gigi, kan? LOL)

Sambil menyelam menelan ludah(?), Yue Fan ngangguk perlahan. Kedua matanya nggak bisa lepas dari pesona mata Kris.

“Jangan pernah ragu buat mencintai gue seutuhnya. Jangan mikirin cowok lain selain gue. Dan please… don’t go!” pas ngucapin kata terakhirnya itu, Kris perlahan tempelin jidatnya ke jidat Yue Fan. “Don’t leave me…”

Yue Fan nggak bisa berkata-kata, mikir aja sudah nggak mampu.

Kris.

Duizhang Kris.

Leader EXO-M yang paling demen pasang wajah nista itu? Memohon agar dirinya nggak ninggalin dia?

Itu adalah sesuatu yang luar biasa bagi Yue Fan. Tapi dia nggak mau dibilang labil atau plin-plan.

Sorry, Duizhang. I really have to go. I’m sorry…” bisiknya tanpa mampu nahan air matanya yang sudah desak-desakan minta keluar.

Yue Fan pun memeluk Kris. Cowok itu hanya menghela nafas dan mengecup puncak kepala Yue Fan.

I’ll wait for you, Wu Yue Fan. Until you come back here.

Thank you, Kris.” Yue Fan mendongak, “I… I love you…”

Dan bersama meluncurnya tiga kata itu, Kris mengecup bibirnya.

I love you, too…” Kris memeluk tubuh seuprit Yue Fan dalam dekapannya.

Dan lagi asik-asiknya berduaan, eh si pengganggu muncul.

“Kris! Baekhyun pingsan!” Luhan datang melapor.

“Hah? Kenapa?” tanya Kris.

“Gara-gara Chanyeol ambil kecoak yang udah mati dibunuh D.O dan ditaruh ke balik baju Baekhyun. Pingsanlah dia.”

“Oalaaaah Chanyeol!!!” erang Kris kesal dengan keusilan Chanyeol.

“Yue Fan, kita lihat Baekhyun, dulu…” dan ia merangkul bahu mungil Yue Fan lalu keluar menuju kamar BaekYeol.

^v^v^v^

Semilir angin sore menyapu dedaunan kering dari rantingnya, membuatnya jatuh menimpa kepala Yue Fan. Dengan penuh perhatian cowok tinggi di sampingnya memungut dan membuangnya.

Thank’s, Yeol,” gumam Yue Fan.

So, lo udah fix mau ninggalin kita semua?” tanya Chanyeol. Matanya menatap jejeran pepohonan di depannya. Dia nggak sanggup menatap langsung mata Yue Fan.

“Iya. Aku sudah mutusin buat angkat kaki dari sini. Dan juga tiket pesawat sudah dibeli. Aku pergi untuk sementara… atau… mungkin juga untuk selamanya.” Balas Yue Fan sambil menghela nafas panjang.

“Maafin aku, Yeol. Aku sudah nyakitin kamu. Padahal kamu sudah baik sama aku, yaaa meski suka bikin kesal juga, sih. Tapi karakter kamu yang ceria, apa adanya dan ramahlah yang bikin aku punya perasaan lebih ke kamu. Di saat yang sama, aku juga sukaaaa bangeeeet sama Kris. Aku jadi bingung sendiri. Karena bagiku, kamu dan Kris kalau dijadiin satu orang, pasti…”

“Pasti sempurna, kan?”

“Iya, sempurna anehnya. Kris yang cenderung jaim dan agak judes, digabung sama kamu yang hiperaktif, doyan cengar-cengir kayak orang kehabisan obat, pecicilan, berisik, maka jadilah kalian itu kombinasi paling absurd di dunia ini. Tapi itulah yang bikin aku kagum sama kalian berdua. Aaaaahhh… binguuuuung aku! Seumur-umur aku nggak pernah dibikin pusing sama urusan cowok seperti ini. Mama mama mama mama take me back.”

“Apaan, sih, Fan? Lagu exo lo seret-seret ke sini. Ya udah, sekarang lo lakuin apa yang menurut lo baik dan benar. Lo pikir baik-baik. Hmm… kalaupun lo berubah pikiran dan lebih milih gue dibanding Kris, gue siap ada di sisi lo. Dan gue janji bakal bikin lo jadi cewek paling bahagia di… dorm. Hehehe” ucapan Chanyeol itu membuat Yue Fan memukul cowok itu.

“Dan soal masalah kalung itu, aku minta maaf, Yeol. Aku waktu itu…”

“Cemburu? Iya, gue ngerti, kok.” Balasnya sambil tersenyum bodoh.

“Ah, susah ngomong sama orang narsis. Terserah apa katamu deh. Intinya, aku minta maaf atas semua kesalahanku. Dari omonganku, sikapku atau apapun itu.” Yue Fan meminta maaf setulus-tulusnya.

“Lo minta maaf mulu, kayak besok mau mati, aja,” Chanyeol nyablak seenak udel bodongnya D.O. (Heeeh! Gue nggak bodong!! *protes D.O)

“Siapa tau, kan?” Yue Fan menanggapi dengan sendu. (ceileee ganjennya)

“Heh, jangan bilang gitu. Oke, gue maafin semua. Bahkan sebelum lo minta pun, gue udah maafin lo.” Chanyeol menarik tubuh Yue Fan mendekat dan memeluknya.

“Jangan kelamaan perginya. Gue udah terbiasa dengan kehadiran lo, Fan.”

“Tapi, kan, masih ada Ran. Bukannya lo mau nyoba pendekatan sama dia?” suara Yue Fan agak teredam bahu Chanyeol.

“Oh, Ran. Gue, sih, asik-asik aja ama dia. Orangnya gokil, cuek dan malu-maluin. Seenggaknya gue punya teman nyolot. Hahaha.” Suara tawa Chanyeol kedengaran canggung. Dan Yue Fan bisa ngerasain bahwa Chanyeol berusaha cuek akan kepergiannya.

“Yeol, kamu harus janji sama aku kalau kamu bakal jagain Kris. Maksudku, kalau dia kelihatan suntuk atau bete, kamu hibur dia. Ya? janji, Ya?”

Chanyeol mendongak dan menghirup udara sore. “Gue janji. Asalkan lo juga janji bakal jaga diri lo baik-baik.”

“Aku janji, Chanyeol. Thank you for everything.” Yue Fan menggenggam tangan Chanyeol.

Chanyeol ngangguk dan tersenyum. Dan sebuah kecupan ringan mendarat di pipi Yue Fan.

“Gue bantu bawain koper lo.” dan Chanyeol bangun dari duduknya dan segera membawakan koper Yue Fan. Kris sudah menunggu di mobil, bersama member lainnya. Bahkan Ran ikut mengantar Yue Fan ke bandara. Orang tuanya tinggal di kota lain.

Sebelum benar-benar pergi, semua member memeluk Yue Fan satu persatu hingga terakhir tiba giliran Kris. Yue Fan tak mampu lagi membendung air matanya, ia menangis dalam dekapan Kris. Orang-orang berseliweran menatap Kris, mereka heran, kenapa seorang cowok tinggi nan tampan itu meluk sebuah bros sambil netesin air mata?

Oh, rupanya mereka nggak paham kalau yang dipeluk itu Yue Fan, dikiranya bros yang nemplok di badan Kris. Ada-ada saja orang-orang itu. pffttt…

I’m going to miss you, Duizhang.” Isak Yue Fan sambil nyedot ingus yang hampir netes.

I missed you already…”

“Lebay!”

“Biarin!”

Call me?”

“Kalo ada pulsa!”

“Pelit!”

“Nggak apa-apa.”

Email me?”

“Kalo koneksi nggak lemot kayak Ran.”

“Alasan mulu!”

“Makanya jangan pergi! Jadi gue nggak perlu telepon atau email.”

“Wani piro?”

“Hmm… marrying you, maybe?”

“Oh, itu nunggu lima tahun lagi.”

“Kelamaan!”

So what gitu lho.”

“Fan..”

“Hmm?”

Call me!”

“Isiin pulsa dulu, ntar aku telepon.”

“Sama aja bohong!”

“Penting banget, ya?”

“Iya lah. Gue nggak bisa tidur nyenyak kalo belum dengar suara macho lo.”

“Heh! Macho dari mananyaaa?” Yue Fan nimpuk Kris.

“Suara lo kalo ditelepon macho banget, seriusan. Sehun aja kalah macho.”

“Sial anda!”

I know. Hehehe”

“Kris…”

“Iya, Fan?”

“Sampai ketemu lagi,”

“Sampai ketemu lagi, Princess… Thumbelina,”

“Kriiiis siaaaalaaaan! GUE NGGAK SEKECIL ITU JUGA KALIIIII!!!!!!!!” *cekek Kris. (mana nyampe???)

Di belakang Kris, Suho, Chanyeol dan yang lainnya merem melek lihat dua orang itu heboh sendiri.

“Mereka benar-benar aneh.” Gumam D.O yang lagi asik browsing resep roti canai sama kari kambing dari ponselnya.

Suara panggilan dari mbak-mbak yang kerja di sana bilang kalau pintu gate kesekian sudah dibuka, berarti sudah tiba waktunya bagi Yue Fan untuk pergi.

“Yue Fan, allow me to kiss you one more time..” bisik Kris. Yue Fan ragu-ragu, dia malu dilihat anak-anak EXO yang lain, malu diliat orang-orang di airport itu.

Just once…”

Kris tersenyum, merengkuh Yue Fan dan mengecup lembut bibir gadis itu. Tangan Yue Fan mengusap pipi Kris dan menariknya mendekat. Mereka berciuman nggak sampai satu menit, kalau kelamaan ntar pesawatnya keburu terbang. Air mata Yue Fan menetes lagi saat Kris menyudahi ciumannya.

Kris mengusap air mata Yue Fan, “Gue janji, begitu ada waktu, gue bakal samperin lo.”

Yue Fan ngangguk dan dia pun berbalik menuju gate yang dimaksud mbak-mbak tadi.

“Yang sabar, ya, Kris.” Ran tepuk-tepuk bokong tepos Kris.

“Sabar sih sabar, tapi bukan bokong juga yang dipuk-puk. Chanyeeeoll!!! Urusin cewek lo, nih.”

“Dia bukan cewek gueeee!” balas Chanyeol.

“Lalu gue ceweknya siapa dong?” bertanya pada entah siapa.

“Sama saya aja, dek.” seorang om-om gendut berkacamata hitam.

“Kamu siapa?” tanya Ran sambil mundur-mundur ngeri.

“Saya… Op Op Op OPPA GANGNAM STYLE!!!”

“Huaaaaaaa KRIIIIS CHANYEOOOOL SUHOOOOO TUNGGUUUU AKUUUUU..”

Dan Ran lari tunggang langgang dengan gaya kuda lari versi Gangnam Style.

^v^v^v^

Satu bulan lebih beberapa hari Yue Fan bersemedi di rumah orangtuanya. Kerjaannya apalagi kalau bukan nyari segala macam info maupun video tentang EXO. Meski dia jauh dari mereka, tapi dia harus tahu semua kegiatan mereka. Beberapa kali Ran dan Kris serta member lainnya telepon dia atau sekedar SMS. Tapi semua itu belum bisa hilangin rasa rindunya pada mereka.

Hari itu dia sendirian di rumah, orangtuanya masih belum pulang kerja. Jadilah dia luntang lantung sendirian kayak belatung.

Sekitar jam lima sore, bel pintunya berting-tong ria. Dia malas-malasan bangun dari kasur nyamannya dan menghamipiri pintu.

“Siapaaaa?” tanyanya nggak niat.

“Paket!”

Paket? Pasti punya ibunya yang suka online-shopping.

Yue Fan ngebuka pintu. Seorang cowok tinggi kurus pakai jaket dan helm. Nyodorin bungkusan berwarna coklat.

Di atas bungkusan itu tertera nama Wu Yue Fan. Dia bertanya-tanya, dari siapa paket itu.

“Tanda tangan di mana, Mas?” tanyanya.

Orang itu sodorin secarik kertas, dan Yue Fan tanda tangan.

Yue Fan masuk rumah dan segera ngebuka bungkusan itu. Di bukanya bungkusan itu. ternyata di dalamnya ada kotak lagi.

“Sial, ngerjain aku , nih,” gerutunya.

Setelah tiga kotak di keluarin, barulah dia nemu satu kotak kecil. Sebuah kotak mini yang cantik. Sambil deg-degan dia buka kotak kecil itu.

Dan matanya membulat saat dia liat seuntai kalung dengan liontin lambang naga milik Kris.

Yue Fan cengok, senang, bingung dan nggak nyangka bakal dapat paketan itu.

Entah intuisinya atau apalah itu, Yue Fan bangun dari duduknya dan berlari menuju pintu. Dia membuka pintu, dan melihat orang yang mengantar bungkusan itu masih berdiri di sana. Tanpa helm maupun jaket.

“Kris?”

Dan Kris menoleh, tersenyum.

Yue Fan tertegun. Dan detik berikutnya dia sudah berada dalam dekapan Kris. Kali ini bukan Kris yang mencium duluan, tapi Yue Fan yang menarik leher Kris dan mencium bibir cowok itu dengan penuh kerinduan.

Setelah adegan mesra-mesraan selesai, Kris dan Yue Fan duduk berdua sambil kangen-kangenan. Kris memakaikan kalung itu. Bukan hanya itu, Kris mengajak Yue Fan untuk ikut dengan EXO mendatangi tempat-tempat di mana mereka akan perform maupun interview.

Akhirnya, Yue Fan bergabung lagi dengan koloni EXO, bertemu kembali dengan Ran. Dan Ia sudah memilih Kris sebagai tambatan hatinya.

Chanyeol tidak berpacaran dengan Ran, tapi mereka menjadi sahabat dekat, terutama dalam mengerjai Baekhyun, D.O dan Kai.

Ran akhirnya mendapat sedikiiiit perhatian dari Tao. Semoga saja mereka jadian. Hahaha.

THE END

A/N: Sorry buat endingnya yang nggak banget iniii… sisi komedinya kurang ya? hehehe sorry banget. mungkin ini ending dari serial ini, atau mungkin nanti bakal ada lanjutannya, aku nggak tahu.

Buat pihak-pihak yang mau dijadiin karakter dalam FF aneh ini,

Fannia Rizal Putri

Dan Ranim

Terima kasih buat kalian yang sudah terpaksa ikhlas dengan image kalian di ff ini.

Jangan diambil hati, semua ini hanyalah fiksi, meski karakter kalian asli. >_<

XD

Advertisements