Cast : EXO

           Wu Yue Fan

           Huang Zi Ran

 

 

 

 

O0O

OoO

Seperti biasa, Lay pasti bangun sebelum beberapa temannya. Dan dia bakal cuci muka dan gosok gigi di kamar mandi yang biasa dipakai barengan sama anak-anak EXO-K. Kamar mandi satunya dikhususkan buat dua makhluk cewek yang seringkali nggak ada gunanya itu.

“Aku nggak mau tiba-tiba liat ada underwear cewek digantung di belakang pintu kamar mandi. Atau ada pembalut nyasar masuk wc. Jadi mendingan kamar mandinya dipisah aja.” Kata Xiumin setelah Yue Fan dan Ran mulai tinggal di dorm mereka. Maka dengan segenap rasa pengertian, Kris pun memerintahkan semua yang merasa dirinya cowok untuk memakai kamar mandi yang ada di dekat kamarnya. Dan kamar mandi satunya khusus untuk Yue Fan dan Ran.

Kembali lagi ke Lay yang lagi asik gosok gigi sambil mendendangkan lagu daerah. Pintu kamar mandi terbuka, dan setangkai batang pohon pinang melangkah masuk. Rambutnya awut-awutan, bajunya kuwes-kuwesan, beleknya menggerompol (yaiks) di sudut matanya yang tajam bak mata elang katarak, belum lagi hawa busuk yang menguar dan menggelitik hidung Lay ketika orang itu menguap lebar tanpa ada inisiatif buat nutupin mulutnya yang memang kadang bikin mupeng pengin nyolek.

Tanpa banyak bicara (nguap aja udah bikin pusing, -_-‘), orang itu mojok ke depan wc, plorotin sedikit celananya dan menuntaskan hajatnya. Habis itu dia nyomot sebuah tube. Matanya masih setengah tertutup, maklum, keberatan belek yang belum dibersihin, dia pun ngeluarin isinya ke telapak tangannya. Dibasahin air terus digosok-gosok sampai berbusa lalu ditemplokin ke mukanya yang kadang keliatan ganteng parah kayak titisan dewa Yunani kuno, dan kadang keliatan jelek banget kayak tukang sol sepatu yang biasa ngecengin Huang Zi Ran di depan rumahnya.

Lay yang dari tadi diam tanpa suara ngeliatin temannya itu, tersenyum simpul. Nunggu orang yang di sebelahnya itu bersuara.

“Lay, lo beli facial-wash baru, ya?” tanya orang itu sambil usap-usap mukanya.

Lay : “Nggak, tuh, Kris.” # angkat bahu dengan gaya tengil banget.

Kris : “Perasaan biasanya tuh wangi stroberi yang biasa buat bikin kue sama D.O, kenapa sekarang jadi aroma mint segar yang biasa buat ngilangin bau jigong?” # bilas facial-wash dari mukanya yang udah mulai bening.

Lay : “Nggak tau,” # mukanya udah merah saking nggak kuat nahan ngakaknya.

Kris : “Muka lo merah. Lo kebelet boker, ya? Boker aja sono. Gue tahan nafas, deh. Gue mau sikat gigi bentar, kok,” # tampang polos tanpa dosa.

Lay : “Siapa juga yang kebelet. Udah, buruan gosok gigi.” # nunggu gerakan Kris selanjutnya.

Kris mendengus dan ngambil tube lain. Matanya belum sepenuhnya melek. Dia ambil sikat giginya yang ujungnya sudah mulai mekar karena kelamaan dipakai (dan malas beli yang baru), dan dikasih isi tubeitu. Dia basahin sedikit sikatnya dan mulai gosok giginya. Mukanya ngernyit aneh, lalu dia muntahin apa yang ada di mulutnya.

Kris : “Sejak kapan kita pakai odol rasa stroberi, sih? Kayak anak balita, aja.” # cuci sikatnya sampai bersih dan kumur-kumur.

Lay : “Buka matamu lebar-lebar, terus kamu liat yang benar.” # dia tepuk punggung Kris sebelum ngacir ke dapur, mau ketemuan sama D.O yang lagi masak menu sarapan.

Kris ambil dua tube itu dan ngebuka matanya lebar-lebar, dia baca baik-baik nama yang tertera di atasnya.

Kris : “LAAAAAAAAAAAAY!!!! SIALAN LOOOOO!!!” # lempar dua tube itu ke wash-tafel, dan keluar kamar mandi. Ngejar Lay.

D.O : “Lo bikin masalah apa, Lay?” # nanyain Lay yang lagi ngumpet di belakangnya.

Belum sempat Lay ngebales pertanyaan D.O, Kris udah nongol di dapur.

Kris : “Lay! Sialan lo. Lo udah jelas-jelas liat kalau yang gue pakai itu nggak sesuai semua, tapi lo diem doang. Dasar Yixing!” # nyamperin D.O, tarik kerah baju Lay yang ngumpet di belakang D.O (percuma banget. -__-).

D.O : “Ada apa, sih, Kris? Pagi-pagi udah bikin keramaian, keramaian. Keramaian keramaian.” # ngomong ala lagu ‘perdamaian, perdamaian’. Kekekeke

Kris : “Nih, dia jelas-jelas liat gue salah ambil odol buat cuci muka sama facial-wash buat sikat gigi, eh dia diem aja. Malah senyam-senyum nggak jelas.” # cemberut. Sambil jewer idung Lay.(FAKTA)

D.O bukannya prihatin sama nasib kulit muka Kris, cowok bermata aduhai besarnya itu malah ngakak. Walhasil dia dapat sentuhan mesra dari Kris yang cukup bikin kepalanya berdenyut-denyut.

Lagi heboh-hebohnya 3 orang itu di dapur, Yue Fan muncul dengan memakai kaos lengan pendek dengan gambar tokoh kartun Betty Boop yang semok itu dan celana jeans ketat di bawah lutut. Kedua kaki mungilnya (sungguh mungil, hanya sepanjang telapak tangan orang dewasa. Dan author sudah mengukurnya sendiri. ckckck) diselipin ke dalam sandal jepit yang biasa dipakai masuk kamar mandi itu. Cewek manis dan hemat ruang itu ngelewatin 3 cowok random  yang lagi uyek-uyekan nggak penting itu, dan ngebuka pintu kulkas, ambil sebotol air dan langsung dia tenggak tanpa memakai gelas.

Kris berhenti bertindak abnormal dan berdiri tegak dengan senyum mengembang (bagai adonan roti kebanyakan ragi instan) dan mata berbinar-binar. Dia ngamatin gimana Yue Fan ngelap dagunya yang basah oleh air. Yang diliatin malah cuek dan berbalik ke luar dapur.

Kris : “Yue Fan. Tunggu,” # gamit lengan gadis dengan ekspresi bitch-face yang kental itu.

Yue Fan : “Apaan?” # tampang boring.

Kris : “Ketemu gue, kok, nggak nyapa? Kasih good morning kiss, kek. Morning hug, kek.” # protesnya sambil pegang bahu Yue Fan.

Yue Fan : “Penting banget gitu?” # tampang sengak minta dicekek.

Kris : “Ya, penting buanget, lah. Sini, kasih morning kiss dulu. Biar gue semangat menjalani hari gue. Hehehe,” # nyengir. Malah keliatan o’on dan aneh.

Yue Fan : “Kriiiiiis. Nggak usah ganjen, sih. Ogah, ah.” # ngeluyur ninggalin Kris.

Kris : “Sekaliiiiiiiiii aja. Please, Yue Fan. It’s not like it will kill you,” # cekal lengan Yue Fan.

Yue Fan : “Hhhhh… ya udah, buruan nunduk!” # muter bola matanya.

Kris : “Nunduk apa jongkok, Fan?” # tampang usil ngenekin.

Yue Fan : “Tiarap aja sekalian!” # judes pedes.

Kris ngikik dan nunduk. Yue Fan maju dan kecup pipi kanan Kris.

Kris : “Aaah… rasanya tenagaku sudah terkumpul.” # senyum genit sambil colek dagu Yue Fan.

Yue Fan : “Kamu pakai sabun apaan? Aku serasa nyium odol,” # nanya sambil ngelap bibirnya.

Kris : “Shhh… jangan bilang-bilang, ya. Tadi gue salah cuci muka pakai odol. Pantesan rasanya semriwing gitu, Fan, hehehe.” # garuk-garuk kepala. Mukanya memerah.

Yue Fan : “Stupid,” # mendengus. Muter bola mata. (kebanyakan muter bola mata, ntar nggak bisa balik ke depan lagi loh)

Kris : “Tapiii… kalau mau yang rasa stroberi juga bisa, kok, Fan,” # angkat-angkat alis mencurigakan.

Yue Fan : “Oh, ya? Gimana?” # lipat lengan di depan dada sambil ngedongak liatin Kris dengan tatapan meremehkan.

Kris : “Cium sini dulu. Rasa stroberi, gara-gara salah gosok gigi pake sabun muka. Hehehe,” # tunjuk bibir dengan tampang mesum.

Yue Fan : “Uuugghhh… maybe next time.” # nendang kaki Kris dan pergi menjauh.

Kris : “Yah! That’s my line! Wu Yue Faaaan. Kiss meeeee…” # lari ngejar Yue Fan.

Yue Fan : “Go away you pervert dragon!” # lari dan ketemu Suho, lalu ngumpet di bawah ketek leader berwajah teduh bak pohon beringin di pinggir alun-alun.

Suho : “Kris. Pagi-pagi sudah bikin Yue Fan ngeri. Sana lakuin sesuatu yang lebih berguna daripada gangguin cewek mungil ini,” # umpetin Yue Fan di bawah keteknya. Kan mungil, sodara-dodara.

Kris : “Lo emang kadang nyebelin, Suho. Nggak usah sok senyum ala malaikat deh,” # mendengus kesal saat melihat wajah tersenyum leader EXO-K itu dan kembali ke kamarnya.

Suho : “Memangnya Kris ngapain, Fan?”

Yue Fan : “Dia paksa aku nyium dia, padahal dia yang ngotot mau nyium aku. Ya, mana aku mau.” # duduk di sofa dekat mereka. Suho juga ikut duduk.

Suho : “Bukannya biasanya cewek itu suka dicium dan dimanjain?”

Yue Fan : “Oh, maaf. Itu mah, cewek kebanyakan. Aku kan, one in a million, hahahaha,” # ketawa melengking kayak tokoh-tokoh antagonis dalam drama-drama abal di channel ikan terbang. (maaf.)

D.O : “You’re one in a million, you are… baby you’re the best I’ve ever had…” # nongol dari dapur dengan sepiring nasi goreng dan nyanyiin sebagian reff lagu One In A Million punya Ne-Yo.

Suho : “D.O, masak apa hari ini?” # endus-endus piring yang dibawa D.O dengan tersenyum.

D.O : “Nasi goreng. Tapi ini buat aku sendiri, Suho. Minta masakin Lay, gih. Aku lagi nggak mood masak,” # keluar ke teras dan makan sendirian di sana.

Yue Fan : “Aku masakin, ya? Mau nasi goreng atau nasi putih sama telor ceplok?”

Suho : “Hmm… apa yaaa?” # mikir serius demi dua pilihan yang biasa-biasa aja, =_=’

Yue Fan : “Oke, nasi putih dan telor ceplok.” # ambil keputusan dengan bijak.

Suho : “Eh, aku kan belum milih.” # kaget dan nggak terima.

Yue Fan : “Nasi goreng tuh ribet, telor ceplok aja ama nasi putih deh. Simpel. Bentar, yah,” # tanpa urusin muka kesal Suho, dia pun ngeloyor ke dapur.

Suho : “Kayak anak kecil aja disuruh makan nasi putih ama telor ceplok. Dasar Yue Fan,” # ngomel sambil buka-buka majalah yadong punya Kris yang dikirim temennya dari Kanada.

Satu persatu pada keluar dari kamarnya masing-masing. Semua dengan wajah ngantuk dan nggak napsu hidup. Chanyeol ngelendotin Baekhyun terus. Padahal cowok yang hobi pake eye-liner itu sudah ngusruk berkali-kali karena keberatan badan Chanyeol.

Lain halnya dengan Tao, cowok tinggi berwajah sangar (asal jangan pas ngomong aja, deh) itu malah berdiri di depan kamar mandi sambil merem. Dia nungguin Xiumin yang lagi semedi di kamar mandi.

Chen yang disuruh Kris bangunin Luhan, lebih ngenes lagi. Dia lagi berusaha bangunin cowok tua tapi imut yang hobi grepe-grepe rubik, yang kalau tidur persis kebo abis beranak itu.

Lay teman sekamar Luhan sudah pasang sekitar 5 jam weker di sekeliling kepala cowok bersuara merdu bagai burung kutilang mencari cinta di pucuk pohon cemara.

Tapi lengkingan dan jeritan weker yang bisa bangunin seluruh kompleks tempat tinggal mereka itu, sedikitpun nggak bikin cowok pemilik bibir unyu itu bangun atau setidaknya berjengit sedikit saja. Sungguh ndablek cowok kurus yang satu itu.

Dan Chen yang kebagian misi berat itu. Akhirnya, saking sudah habis kesabarannya, Chen ambil segelas air dan siram muka Luhan. Barulah cowok bermata belo itu megap-megap dan bangun. Pastinya sambil nyanyi. Alias memaki dengan fasihnya. Chen nggak peduli. Toh, dia nggak paham makian Luhan yang berbahasa cina itu. Pokoknya cowok yang lebih tua darinya itu sudah bangun.

Semua yang tinggal di dorm itu sudah bangun. Kecuali satu makhluk. Bisa nebak siapa dia?

Yak, tak lain dan tak bukan, dia adalah si titisan kebo sakti yang kuat tidur lebih dari 10 jam sehari, nyaingin jatah tidurnya Kris. Siapa lagi kalau bukan si hitam-hitam dekil Huang Zi Ran?

Suho : “Yue Fan, bangunin Zi Ran, gih. Tuh kalau dicuekin bisa-bisa nggak bangun seharian. Sumpek liatnya,” # dorong bahu Yue Fan pelan.

Kris : “Eits! Ngapain nyuruh cewek gue? Lo aja yang bangunin Ran.” # rangkul Yue Fan. Di tonjok Yue Fan. Kris nyengir kesakitan. Yue Fan senyum puas.

Yue Fan bangun dari sofa dan menuju kamarnya. Dan benar aja, Ran lagi tidur dengan nyenyaknya. Padahal sudah jam 9.

Yue Fan : “Ran, bangun! Udah jam 9!” # nggak niat bangunin. Ran nggak bereaksi. Persis jenazah nggak napsu hidup.

Nggak mau buang-buang tenaga, Yue Fan ambil handphone-nya dan nyalain lagu yang berisik banget, terus dideketin ke kuping Ran.

Ran : “Sialan! Bisa nggak, sih, banguninnya nggak ngagetin gini?” # ngamuk-ngamuk sambil melototin Yue Fan, yang natap dia dengan tatapan –masalah-buat-gue?-.

Ran jengkel karena Yue Fan nggak ngasih jawaban apa-apa, dan langsung ngeloyor ke luar kamar.

Sambil ngomel-ngomel nggak penting, Ran masuk kamar mandi dan bersih-bersih.

OoO

Setelah makan siang, udara terasa panas banget.

Kris : “Aaaah… panas-panas gini enaknya minum es kelapa muda, adeeeeem…” # selonjorin kaki panjangnya ke atas meja depan tv, usap-usap lehernya sambil lirik Suho.

Suho : “Iya, enak banget, ya, Kris. Apalagi kalau gratisan. Waaah, mantap banget.” # senyum manis, padahal  nyindir Kris dengan pedasnya.

Baekhyun : “Iya, Suho. Kalau nggak es kelapa muda, ya, minimal es krim deh.” # lingkarin lengannya di lengan Suho. Kakak kesayangannya.

Sehun : “Iyaaa…. Aku juga mau.” # pasang gaya ‘bbuing bbuing’. Dan ngelendotin kaki kanan Suho.

Kai : “Gue mau es krim rasa coklat. Siapa tau kulit gue bisa makin coklat,” # nimbrung dengan ekspresi wajah bosan. Tapi sambil lingkarin lengannya di kaki kiri Suho.

Ran : “Iyaaa. Es krim ajaaaa.” # tiba-tiba nongol dari dapur dengan semangkuk es buah segar dengan segunung es batu.

Xiumin : “Huang Zi Ran! Itu es buahku. Balikin ke kulkas!” # bentaknya sambil maksain melotot dengan mata sipitnya. Ran muter bola mata, mendengus, balik ke dapur, ambil gelas dan pindahin sebagian es buah itu ke dalam gelas. Xiumin gemas dan ambil mangkuknya dan langsung dimakan berdua Chen.

Ran : “Pelit! Badanmu sudah bahenol, nggak usah banyak makan!” # ngedumel sambil masuk ke ruang keluarga dan duduk di sofa.

Tenonet… tenonet… tenotenononet…

Bunyi bakul es krim kesukaan anak-anak EXO bikin kuping mereka berdiri awas. Semua mata tertuju ke Suho. Sang leader sabar yang baik hati dan tampan dengan senyum manis yang membuat author nggak pengin berhenti muji itu, langsung lemas.

Suho : “Gue lagi yang ngeluarin duit. Kris, sumbangin duit lo dikit, sih,” # natap Kris memelas.

Kris : “Maaf, kita semua lagi di Korea, kan? Jadi lo yang bertugas biayain kebutuhan kita di sini. Kalau pas di Cina, ntar gue yang jamin semua, deh,” # alasan doang tuh. Dia nggak mau ketahuan Suho kalau duit gajiannya habis buat beli seperangkat alat sholat dan perhiasan buat ngelamar Yue Fan. Eh nggak-nggak, bukan itu! kesenengan Yue Fan-nya, dong.(nggak rela gue). Maksudnya dia beli seperangkat krim perwatan wajah buat memperindah wajahnya yang sudah indah itu. (sering keliatan jelek juga, ding)

Baekhyun : “Suhoooo… tukang es krimnya sudah aku panggil, tuh,” # nunjuk ke luar dengan wajah semringah persis kayak abis liat Sehun mandi. (?)

Suho : “Aaarrgghh… huft! Kalian mau beli apa aja, nih?” # comot kertas dan pulpen. Maklum, yang mau beli kan banyak, takutnya nggak ingat pesanannya satu per satu.

Kris : “Gue pesan yang paling mahal, yang harga 10.000 itu. Yang choco-truffle, ya. satu.” # nyamber dari pojok ruangan, tempatnya mojok berdua sama Yue Fan.

Suho : “Kelakuan! Milihnya yang paling mahal.” # lempar Kris

Chanyeol : “Gue yang cone, rasa cappucino, ya.”

Xiumin : “Aku yang cup aja. Yang rasa strawberry. Chen sama Luhan juga sama.”

Sehun : “Aku mau yang pelangi. Rasanya enak, kayak permen karet,”

Kai : “Kalau gue es krim yang dalamnya jelly itu. Kenyel-kenyel kayak bibirnya D.O. hahahaha, ama yang rasa coklat juga, yaaa.” # dijejelin minyak goreng panas ama D.O.

D.O : “Aku pesan yang murah aja, yang mini. Kayak punyaku.” # semua pada liatin D.O dengan tatapan –maksud-lo?-

Kai : “Kirain mau pesan es krim recycle?” # dicekek D.O.

Lay : “Gue sama kayak lo aja, Suho.”

Ran : “Aku yang cone. Yang coklat, ya,” # lirik Kai ganjen. Rupanya target Ran berikutnya adalah Kai. Akhir-akhir ini dia terpikat Kai yang sering buka-bukaan di depannya. Kelainan Kai adalah alergi baju. Setiap ada di rumah, dia bakal langsung copot baju. Dengan santainya pamerin bulu ketek yang kadang malas dicukur. (ada sukarelawan gak? Kekeke)

Baekhyun : “Yang cone rasa vanilla, ya, Suho,” # senyum-senyum sampai matanya tinggal segaris.

Suho : “Tao, kamu mau beli juga nggak?” # tanya Tao yang lagi ngecat tongkat wushu-nya pakai kuteknya Ran.

Tao : “Sama kayak, Kris gege, Suho ge.” # jawab tanpa noleh ke Suho.

Suho keluar dan beli pesanan teman-temannya.

Sementara leader manis itu ngeborong es krim, Ran ambil posisi duduk di tengah-tengah Baek-Yeol, yang duduk di sofa depan sofa kecil tempat Kai dan D.O duduk. Si kulit coklat dan si mata besar lagi ngobrol sendiri. Sesekali Kai colek-colek Sehun yang duduk di bawah bareng Luhan. Nanya ini itu, sok kayak orang penting. Dan selama proses itu, Huan Zi Ran ngeliatin Kai. Yang nyadar kalau Ran lagi merhatiin Kai, hanya Chanyeol.

Kris dan Yue Fan lagi adu mulut. Harfiah. Alias bacot-bacotan nggak penting. Mereka lagi ngeributin tentang gaya rambut Kris yang mirip ekor burung cendrawasih di suatu acara. Bukan cuma itu, Kris juga protes ama Yue Fan, karena cewek mini itu salah makein bedak Kris. Ceritanya waktu ada acara, nggak tahu acara apa itu, make up artistnya sakit. Jadi Yue Fan dan Ran yang kebagian dandanin semua member. Nah, Yue Fan makein bedaknya ketebelan, dan itu bikin muka Kris aneh waktu difoto. Jadilah mereka ributin hal-hal yang sudah berlalu itu.

Nggak lama Suho pun muncul dengan dua plastik berisi es krim. Dia bagiin pesanan masing-masing.

Lay : “Hmm… Suho, es krimku mana?” # ngedongak dengan tangan teracung ke Suho.

Suho : “Kamu pesannya sama kayak aku, kan, Lay?” # Lay ngangguk. “Aku nggak beli es krim. Jadi kamu juga nggak beli es krim.”

Lay : “APA?” # cengok bin kaget bin nggak nyangka.

Suho angkat bahu dan duduk di sebelah Lay, rangkul bahu Lay dan tepuk-tepuk pelan. Lay gemas dan dorong bahu Suho dengan penuh kesal, dan berdiri. Ngambek. Masuk dapur.

Semua makhluk di situ liatin Suho dengan tatapan –serius-lo?- .

Suho : “Kenapa pada liatin aku semua?” # tampang tanpa dosa.

D.O : “Kamu tega banget, Suho. Kan, bisa beliin dia satu. Mentang-mentang dia mau pesan yang sama kayak kamu, terus kalau kamu nggak beli berarti dia juga sama, gitu? Ngawur, kamu!” # tegur si emaknya EXO-K.

Suho : “Kan, aku nggak tau dia mau yang apa es krimnya. Ya sudaaah. Aku mau minta maaf sama dia,” # bangun dari duduknya mau nyamperin Lay.

Tapi Lay sudah keburu keluar dapur. Semua mata memandangnya.

Lay : “Apa liat-liat?!” # semburnya sambil kelamutin es batu.

Suho : “I-itu… es batu yang kamu kelamutin?” # nunjuk tangan Lay yang megang es batu.

Lay : “Iya! Daripada nggak ada yang dikelamutin.” # keliatan banget kalau sudah putus asa. Kasihan Lay.

Ran nengok ke arah pasangan galah dan tusuk gigi yang kontras, Kris dan Yue Fan. Dua makhluk Tuhan itu lagi asik makan es krim berdua. Gigitan pertama buat Yue Fan. Kris mau berlagak gentleman, jadi ladies first yang gigit es krimnya. Terus gantian dia yang  gigit es krimnya.

Ran jilatin es krim cone-nya sambil terus ngelirik Kris yang lagi ngelap bibir Yue Fan yang kena es krim. Ran iri sama cara Yue Fan dimanjain si kaki galah itu. Dalam benak Ran dia mikir, kenapa cewek bantet, judes dan berhati dingin itu bisa disukai sama cowok tinggi, ganteng, dan berwajah dingin itu? Ran kesal, dia ngerasa dia juga punya hak buat disukai.

Chanyeol yang dari tadi diam menikmati es krimnya sambil merhatiin Ran. Dia tahu kalau cewek buduk itu agak cemburu sama keberuntungan Yue Fan.

Ran kayaknya sudah bosan atau enek liat kemesraan Yue Fan dan Kris. Maka Ran mengorbankan kedua matanya buat merhatiin Kai yang lagi jilatin es krim coklatnya dengan tampang boring seperti biasa. Ran yang memang lagi agak naksir Kai jadi punya pikiran buat men-seduce cowok yang mirip coklat batangan berjalan itu.

Ran sengaja bikin bibirnya belepotan es krim, dengan harapan Kai akan mengelapnya dengan jarinya, untung-untung si cowok dengan abs six-pack (yang napsuin buat diapa-apain itu) mau ngelap es krim dari bibir Ran dengan bibir sensualnya. (Omagaaaahhhhddd)

Tapi ternyata Kai tak sepintar yang Ran harapkan. Cowok itu bahkan ngelirik pun tidak. Kasihan Ran.

Chanyeol yang memang pengangguran, dari tadi ngeliatin Ran, ngikik sendiri. Dia tau betul maksud Ran.

Chanyeol : “Kai! Ran sengaja belepotin mulutnya pake es krim biar lo yang ngelapin. Hahahaha,” # serunya, bikin Kai nyengir nyebelin. Dan Ran ngamuk.

Ran : “Sialan, kamu!” # sikut pinggang Chanyeol dengan keras.

Pas Ran mau jilat lagi es krimnya, dengan sengaja Chanyeol senggol lengan Ran, walhasil es krimnya nempel semua di mulut Ran.

Ran : “CHANYEOL KAMPREEEEET!!!!” # ambil es krimnya dan diolesin ke muka Chanyeol.

Semua ngakak lihat dua orang itu perang es krim. Tapi Suho ngamuk. Dia bangun dan pukul Chanyeol. Dia pun ngomelin Ran habis-habisan.

Suho : “BALIKIN DUIT ES KRIMNYA! BUKANNYA DIMAKAN TAPI MALAH BUAT OLESAN DI MUKA!!!” # ngejerit ngalahin Xiumin.

Baekhyun yang duduk di samping kiri Ran, malah asik nyorakin dua orang itu bareng D.O, Sehun dan Luhan.

Suho yang sudah jengkel akhirnya masuk kamar mandi. (?)

Xiumin sebagai member tertua akhirnya menggunakan kekuasaan usianya buat misahin dua orang itu. Akhirnya, sambil ngambek, Ran hentak-hentakin kakinya dan masuk kamar.

O0O

Ran yang masih jengkel banget sama Chanyeol, mencoba ngilangin rasa kesalnya dengan berjalan-jalan di depan dorm. Pas dia pulang, dia lihat ada sesuatu yang berkilau di rerumputan.

Menuruti rasa penasarannya, Ran mendekati benda berkilau itu. Dia jongkok sambil nyari-nyari benda itu. Akhirnya dia nemuin benda itu. Matanya terbelalak.

Sementara itu, Suho sedang mengomeli Chanyeol yang tadi nyari gara-gara sama Ran.

Baekhyun yang ngintip dari dapur bareng D.O malah ngeledekin Chanyeol yang dimarahin Suho.

Suho : “Kamu selalu nyari masalah sama Ran. Memangnya tadi apa yang kailian ributin, hah?” # mondar-mandir dengan tangan terlipat di depan dadanya.

Chanyeol : “Nggak penting juga, sih. Rannya aja yang nggak bisa diajak becanda.” # duduk bersila di atas sofa sambil gigit-gigit ujung kukunya.

Suho : “Lalu kenapa dia bisa marah?”

Chanyeol : “Dia tadi mau cari perhatian sama Kai, tapi gue bilangin Kai kalau Ran pengin Kai ngelapin es krim yang belepotan di mulutnya. Eh, si item itu malah ngamuk-ngamuk.” # jelasin dengan wajah tanpa dosa.

Suho : “Bego! Jelas aja dia marah.” # noyor jidat Chanyeol.

Chanyeol : “Kan, becanda, Suho!” # manyun nggak terima.

Suho : “Ya udah, jangan diulang lagi, ya.” # Chanyeol ngangguk. “Eh, kamu udah nemuin kalung yang kamu beliin buat Yue Fan waktu itu?” # tiba-tiba inget.

Chanyeol : “Ngapain nanya-nanya tentang kalung itu?” # ngernyit. Agak sebel karena harus inget insiden penolakan Yue Fan.

Suho : “Hmm… maksud aku, sih, daripada nggak dipake, mendingan aku jual terus duitnya buat belanja bulanan. Hehehe,” # nyengir sambil garuk-garuk kepala.

Chanyeol : “Kan, udah gue buang. Nggak tau sekarang ada di mana, dan gue nggak peduli.”

Suho : “Tapi… kalau ada yang nemuin kalung itu, gimana?”

Chanyeol : “Gue jadiin pacar gue,” # dengusnya ngasal sambil berdiri dan ninggalin Suho yang cengok.

Suho : “Seriusan, Yeol? Kalau yang nemuin bapak-bapak ubanan gimana?” # serunya dengan tampang sok polos.

Chanyeol : “Buat lo!” # balasnya sebelum nutup pintu kamarnya.

Suho ngikik geli ngebayangin ada bapak-bapak nemuin kalung itu terus dijadiin pacar ama Chanyeol. Yaiks.

Ran berdiri sambil ngeliatin benda yang ada di tangannya. Berkilau memantulkan sinar matahari yang cukup menyengat.

Ran : “Ini kalungnya siapa, ya? Kayak pernah liat di manaaa gitu…” # ngoceh pada dirinya sendiri. Persis orang stress.

Nggak lama, cewek berkulit sebelas dua belas sama Kai itu masuk dorm.

Ran : “Xiu-Xiu, kamu tau nggak ini punya siapa?” # manggilnya sambil towel-towel pantat semok Xiumin. (Maaauuuuuu ikutaaaan)

Xiumin : “Manggil ya manggil aja, nggak usah raba-raba bokong gue!” # getok jidat Ran. “Dan gue nggak tau itu punya siapa.”

Ran nyamperin Chen yang lagi duduk ngelamun.

Ran : “Chen-Chen, ini kalungmu bukan?”

Chen : “Nggak. Coba tanya Baekhyun, deh,” # kibasin tangan ngusir Ran.

Ran nyari Baekhyun. Ternyata cowok yang terobsesi pengin punya mata belo itu lagi main karambol sama Sehun.

Ran : “Bae-Baek, kamu ngerasa ngebuang kalung ini nggak?”

Baekhyun : “Gue nggak sebego itu ya buat ngebuang kalung mahal.” # tatap Ran tajam dengan mata sipitnya.

Ran : “Thehun~ah, ini kalungmu?”

Sehun : “Bukan.” # fokus mau ngebidik karambol.

Ran : “Terus ini punya siapa, dong? Aaahhh….” # jambak rambutnya sendiri. Sehun dan Baekhyun cuma angkat bahu. Nggak peduli karena memang nggak penting.

Ran ngelanjutin penjelajahannya demi menemukan pemilik original kalung itu.

Dia nyamperin Suho yang lagi di dapur ngupas jeruk.

Suho : “Mau jeruk, Ran?” # nawarin dengan senyum ramah.

Ran  : “Nggak. Makasih. Eh, aku nemu kalung ini di teras, di sela-sela rerumputan yang sudah menguning karena saudara Suho malas menyiraminya.” # ditabok Suho.

Suho  : “Itu kan tugasmu, Ran. Hmm… coba aku liat…” # ngamatin seuntai kalung.

Ran : “Punya siapa, tuh?”

Suho : “Bentar, gue tanya seseorang dulu..” # melesat ke kamar Chanyeol.

Chanyeol lagi tiduran tengkurap sambil mainan game di ranjangnya.

Chanyeol : “Apa lagi?” # tampang bete.

Suho : “Yeollie, kamu kenal kalung ini?” # goyangin kalung di depan muka Chanyeol.

Chanyeol : “Heh, itu kalung gue!” # nyamber kalung dari tangan putih Suho.

Suho : “Itu kalung yang kamu beli buat Yue Fan, ya?”

Chanyeol : “Iya. Lo nemu di mana?”

Suho : “Nggak penting aku nemu di mana. Yang penting sekarang kamu tepatin janjimu.”

Chanyeol : “Janji apaan?” # bingung.

Suho : “Siapapun yang nemu kalung itu bakal kamu jadiin pacar, kan?” # senyum ngerjain.

Chanyeol : “Whoaaa…. Gue kan cuma becanda, Suho!” # muka panik waktu liat Suho mulai deket-deket.

Suho : “Janji harus ditepati, Chanyeol~ah.” # maju deketin Chanyeol yang sudah nyempil di pojok kasur.

Chanyeol : “Suho! Gue masih doyan cewek! Jangan deketin gue!” # siap-siap nimpuk Suho pakai bantal.

Suho : “Hahaha… tenang aja. Kalaupun aku mau yaoi-an juga nggak sama kamu, Yeol. By the way, Ran yang nemuin kalung itu di teras di sela-sela rerumputan yang menguning karena malas disiram ama cewek sok kecakepan itu. Hehehe…” # ngeloyor ke luar kamar. Chanyeol cengok.

Chanyeol : “Haruskah gue tepatin janji gue? Tapi gue, kan, nggak serius waktu bilang itu. Ah, mulut gue emang minta ditabok. Suka ngasal kalau nyeletuk. Kampret lo, kampret! Aduh, sakit!” # nabokin mulutnya sendiri.

O0O

Malam-malam ketika bulan lagi narsis-narsisnya mejeng di langit yang gelap, Chanyeol berdiri kayak orang bego di depan kamar Ran dan Yue Fan. Tangannya terkepal mau ngetuk pintu, tapi nggak jadi. Cowok bongsor itu sudah berada di posisi yang sama selama hampir setengah jam.

Setelah membulatkan tekad dan mata, Chanyeol ngetuk pintu. Tapi, sebelum tangan besarnya (yang enak banget buat nabok bitch-facenya Kris) menyentuh pintu kayu yang catnya sudah ada yang ngelupas, Ran ngebuka pintu dan nongol di depan Chanyeol.

Ran : “Whaaaa! Yeol! Ngapain kamu di situ? Mau ngintip, ya?”# siap nabok Chanyeol.

Chanyeol : “Sori, ya? Gue nggak serendah itu!”

Ran : “Minggir-minggir! Perutku mules. Sudah seminggu, nih!” # ngacir ke kamar mandi.

Chanyeol : “Apanya yang udah seminggu?” # garuk-garuk lutut.

Chanyeol nunggu Ran di kamar cewek itu. Yue Fan lagi pergi bareng Luhan, Sehun dan D.O ke supermarket buat belanja kebutuhan sehari-hari. Kris sama Suho lagi makan malam bareng manajer-manajer mereka. Baekhyun, Tao, Lay, Xiumin, Chen dan Kai lagi nonton film yang isinya cewek-cewek berbaju renang merah yang lari-larian di pantai, kalau nggak salah sih judulnya Baywatch, gitu, di ruang tengah.

Kai : “Wah, gue cocok banget kerja gituan. Body gue udah bagus, six-pack, kulit coklat seksi. pasti cewek-cewek pada sengaja nenggelamin diri biar dikasih nafas buatan ama gue. Hahaha.”

Baekhyun : “Tao, lo paham dia ngomong apaan?” # senggol lengan Tao.

Tao : “Memangnya dia lagi ngomong ya? Kirain dia lagi ngafalin partnya dia di lagu Machine.” # tampang datar-datar bingung. Kai manyun sampai bibirnya hampir nyentuh ujung idungnya. (?)

Xiumin : “Gue juga mau ikutan, ah. Mayan bisa peluk-peluk cewek tanpa ditonjok gara-gara pelecehan. Hahaha.”

Chen : “Yang ada mereka ngira kamu itu pelampung, Min. huakakakakaka!” # koprol bareng Baekhyun.

Xiumin : “Sialan!” # gaplok Chen pake bokong.

Sementara cowok-cowok random itu heboh sendiri, Chanyeol malah jelalatan liatin kamar Ran dan Yue Fan. Dia memang sudah pernah ada di kamar itu pas Yue Fan sakit. Dan dia kangen sama momen itu. Kangen saat dia bisa hanya berdua Yue Fan, kompres jidat nonongnya, suapin sup bikinan D.O, bahkan bopong cewek bantet itu ke kamar mandi. meski Yue Fan suka nyebelin, tapi ngangenin. Dia kangen beradu argumentasi sama Yue Fan. Ledek-ledekan, nyolot-nyolotan. Sebuah senyum sendu mampir ke muka konyolnya.

Pas lagi asik-asiknya ngelamun, pintu kamar itu ngejeblak bikin Chanyeol kaget.

Chanyeol : “Lama banget mandinya?” # liatin Ran dari atas sampai bawah.

Ran : “Kan, sudah seminggu, Yeol. Jadi lama. Ngapain kamu masuk-masuk kamar cewek?” # tarik-tarik lengan Chanyeol, dalam rangka usir cowok itu.

Chanyeol : “Gue sebenarnya mau ngasih ini doang.” # ngerogoh kantong celana jeans belelnya dan ngeluarin kalung.

Ran : “Ini kalungnya siapa, sih, Yeol. Aku kayak pernah liat, tapi di mana ya?”

Chanyeol : “Buat lo aja. Nggak perlu tau punya siapa, toh, lo yang nemuin. Udah jadi milik lo. Sini gue pakein,” # maju dan masang kalung ke leher Ran.

Ran tiba-tiba deg-degan waktu lihat wajah Chanyeol dari jarak yang begitu dekat. Bahkan bekas jerawatnya pun bisa dia lihat.

Ran : “Makasih, Chanyeol.” # smile shy-shy cat. (?)

Chanyeol mundur selangkah dan liatin kalung yang sekarang sudah melingkari leher Ran.

Seharusnya kalung itu masih dipakai Yue Fan, cewek yang gue taksir. Yang bikin gue kelabakan, bikin gue jadi diri gue sendiri.

Batin Chanyeol sambil liatin kalung yang dipakai Ran.

Ran : “Heh! Ngapain liatin dadaku?” # tutupin dadanya pakai dua lengannya.

Chanyeol : “Ng-nggak! Gue nggak liatin itu… udah ah, gue keluar dulu.” # buru-buru ngacir.

Ran senyum-senyum ge er sambil ngaca.

O0O

Kris ngajak teman-temannya main basket di belakang dorm. Semua ikutan, bahkan dua cewek yang numpang hidup bareng mereka.

Kris : “Gue pilih tim gue dulu! Chanyeol. Kai. Sehun. Tao. Yue Fan.” # manggil satu-satu dengan lantang.

Suho : “Yah! Kenapa yang tinggi lo ambil semua? Kecuali yang itu, sih.” # nunjuk Yue Fan yang nyempil kayak upil di antara Kris dan Tao.

Chanyeol : “Gue ikut timnya Suho, aja. Lay, lo masuk timnya Kris, gih,” # dorong Lay ke arah gerombolan bentukan Kris.

Suho : “Oke. Makasih Chanyeol. Kamu pengertian banget.” # peluk paha Chanyeol. (Woy! Author! Gue nggak sependek itu! Gue bukan Yue Fan! >_

Tim Suho terdiri dari Baekhyun yang pecicilan kayak bola bekel, Luhan, Xiumin, Chanyeol.

Chen, D.O dan Ran jadi supporter.

D.O : “Ngapain itu Yue Fan diajak main?”

Chen : “Mana aku tau, Kyungsoo. Si Duizhang emang suka error otaknya. Harap maklum,”

Ran : “Aku males kalau main gituan. Keringetan. Aku paling nggak bisa keringetan,” # kipas-kipasin mukanya.

D.O : “Chen, kita berdua nggak kenal ama orang-orang ganjen, ya kan?” # towel-towel pundak Chen.

Chen : “Betul banget.” # lirik Ran. Tapi Ran malah sibuk liatin Kai sama Chanyeol yang sudah lempar kaos basah mereka ke tanah. Dengan keringat yang bikin tubuh dua cowok itu berkilau mantulin sinar matahari yang mulai terik.

Kris sedang fokus mengoper bola ke Sehun, ketika Yue Fan ngerasa ada yang megangin kepalanya. Dia spontan noleh ke belakang, terus ngedongak ke atas.

Yue Fan : “Apaan, sih, Yeol?”

Chanyeol : “Sorry, gue kira bola. Hampir aja gue dribble.” # ditindihin Yue Fan.

Yue Fan : “Sialan! Lo tuh, tiang ring basket!” # ngambek.

Sambil ngomel-ngomel, Yue Fan keluar lapangan dan duduk di samping Ran. Nenggak sebotol air mineral bekas D.O. (Aiiih… ciuman nggak langsung sama D.O. ckckck)

Yue Fan hampir keselek waktu matanya mengenali kalung yang ada di leher Ran.

Yue Fan : “Hmm… Ran, itu kalung kamu beli dimana?”

Ran : “Nggak beli, kok. Aku nemu di teras. Kenapa?”

Yue Fan : “Nggak kenapa-kenapa. Bagus kok, kalungnya. Cocok dipake kamu. Jadi keliatan lebih cantik,” # muji tapi mukanya keliatan nggak ikhlas. Ran sih nggak ngerasa, dia terlalu fokus sama Chanyeol dan Kai yang stripping dari tadi. Buka baju maksudnya. Bajunya doaaaang, nggak yang lain-lainnya.

Kris : “Yue Fan? Kok, udahan, sih?” # berdiri di depan Yue Fan. Tangannya yang segede tutup panci presto ngelap keringat segede kacang mede dari dahi dan pipi Yue Fan. (Awww co cwiiiiit)

Yue Fan nggak ngejawab, tapi malah bangun dan berbalik ke dorm.

O0O

Tok… tok.. tok..

Chanyeol yang cuma pakai celana pendek dan kaos basket yang keliatan keteknya itu ngebuka pintu kamarnya.

Chanyeol : “Oh, Yue Fan. Ada apa? Suho manggil gue?” # heran, karena Yue Fan nggak pernah secara khusus nyari dia.

Yue Fan : “Bisa ngomong sebentar?” # nunjuk ke dalam kamar Chanyeol.

Cowok setinggi pintu itu nyilahin cewek sependek kotak amal di depan masjid itu masuk kamarnya.

Yue Fan nggak repot-repot duduk. Cewek itu berdiri di belakang Chanyeol yang lagi nutup pintu.

Lalu cowok itu berbalik menghadap Yue Fan.

Chanyeol : “Jadi… lo mau ngomong apa, Fan?” # senyum bahagia karena bisa berduaan sama Yue Fan.

Yue Fan : “Kenapa kalung itu dikasihin Ran?” # tatapan terluka.

Chanyeol : “Gue nggak ngasih dia kok,” # tatapan nggak terima.

Yue Fan : “Terus kenapa dia bisa pakai kalungku?” # suaranya meninggi. Sayang tubuhnya nggak bisa meninggi. Sabar yah, Yue Fan.

Chanyeol : “Dia yang nemuin. Gue malah sudah lupa pernah beliin kalung buat cewek yang sudah nolak gue dengan sadisnya.” # nggak nyadar ngomong pedes.

Yue Fan : “Chanyeol! Bukannya kamu bilang nggak akan inget-inget yang dulu lagi?” # tersinggung.

Chanyeol : “Jangan salahin gue, dong! Lo sendiri yang ngebahas tentang kalung itu. wajar kan kalau gue inget semuanya lagi. Sakit banget, Fan.”

Yue Fan : “Jadi lo sekarang suka Ran? Sampai lo tega ngebiarin dia pakai kalung yang seharusnya buat gue?! Iya?!”

Chanyeol : “Fan, gue sebenarnya nggak rela Ran pakai kalung itu, tapi bukannya lo sendiri yang nggak mau terima kalung itu?”

Yue Fan : “Gu-gue… gue bingung waktu itu, Yeol.” # nggak berani liatin Chanyeol.

Chanyeol : “Ya udah, nggak usah di bahas lagi. Semua sudah lewat. Sekarang lo sudah jadi milik Kris. Dan gue mau nyoba ngebuka hati gue buat yang lain. Kalau lo nggak keberatan, gue pusing dan pengin tidur.” # setengah ngusir.

Yue Fan : “Oh… iya. Aku keluar. Sori udah ganggu waktu istirahat kamu,” # keluar kamar dengan wajah kuyu.

Chanyeol nutup pintu dan duduk di ranjangnya. Dia ambil bantal dan dipeluk.

Chanyeol : “Hhhh… lo sama sekali nggak tau, kalau gue masih sayang lo, Fan.” # desahnya dengan sedih.

O0O

Akankah Chanyeol bisa membuka hatinya untuk cewek lain?

 

Sampai ketemu di episode selanjutnya.

Advertisements