Bikin Akun Tapi di Hapus

Assalamu alaikum.

 

Jadi kemarinnya itu aku sempat bikin akun di Wattpad. Udah aku share 3 fanfic dari sini. Ada yang aku ganti tokohnya sesuai dengan biasku yang sekarang. Maksudnya aku share lagi di akun yang berbeda dengan harapan ada pembaca-pembaca baru dari website tersebut. Karena di sini sepi banget. Nyaris nggak ada feed back atas tulisan-tulisanku.

Mungkin sudah kurang menarik lagi kali ya tampilan di sini. Makanya sekarang banyak banget yang eksis di wattpad, yang katanya bisa nerbitin buku juga.

Sebenarnya aku sudah nggal begitu teratrik dengan nulis fanfic lagi. Euphorianya sudah menguap, nggak seheboh 6 tahun saat aku masih teredan-edan sama EXO. hehehe

 

Namun, setelah kupikir dan menimbang lagi, aku kira aku nggak perlu nambah-nambahin akun baru di website lain, toh aku kudu rajin-rajin update biar rame akunnya. Tapi berhubung minat udah nggak ada, akhirnya malah bengong natapin akun yang melompong.

Akhirnya aku hapus aja akun di wattpad itu.

 

Jadi aku masih bertahan di sini aja lah. Mau sepi atau rame biarin aja. Toh aku nyaman di sini.

 

Sekian

dan Terima kasih

Advertisements

After a Long Time Without Posting Anything

***

 

 

 

Assalamu alaikum…

 

Kapan ya terakhir kali aku posting sesuatu di sini?

Rasanya sudah sewindu hehehe

 

Pertama kenapa aku males posting?  Karena jarang pakai laptop, lalu belum ada hasrat buat bercuap-cuap lewat tulisan, dan ketiadaan jaringan internet yang memadai hihihi

 

Selama beberapa lama aku hiatus dari dunia blog ini, kegiatanku sebenarnya berjalan seperti biasa. Alias masih ngikutin dunia perKPOPan.

Setelah lepas dari EXO aku terpikat sama BTS, sampai sekarang masih suka BTS.

Lalu anak-anakku maksa aku buat kenalan sama Wanna One, Seventeen, dan sekarang nyuruh aku berkawan dengan NCT. Jujur, NCT belum bisa memikat aku.

 

Emang ya, dunia KPOP itu persis pasir penghisap. Sekalinya masuk, susah buat keluar dan bahkan tenggelam di dalamnya.

Jahat ya hehehe

Read more…

Aku Nggak Takut Sama Kalian (Basher), Tapi Aku takut sama Allah

***

 

 

Mulai sekarang, aku hapus semua postingan yang berisi pendapatku tentang beberapa isu yang ada dalam K-Pop. Seperti komentar panjang aku tentang BTS yang sudah jadi pion Illuminati, dan tentang segala hal yang mengkritik K-Pop. Aku lakuin ini bukan karena takut atau gerah sama komentar ganas dari para pembela boyband tersebut, tapi aku takut sama Hari Pertanggungjawaban di akherat nanti. Aku ogah banget ya diperhitungkan tulisan-tulisanku yang menggugah emosi banyak manusia berkepribadian kerdil sehingga nanti aku dihukum berat. Dosa aku udah banyak, dan semoga Allah mengampuni aku. Kurang kerjaan banget kan nambah-nambahin dosa hanya karena aku sedikit memberi peringatan.

 

Mulai detik ini aku berlepas diri dari kalian (Front Pembela K-Pop –plus konten illuminatinya-), karena apapun yang kalian lakukan (membela idola kalian, melindungi idola kalian, bahkan menghambakan diri pada idola kalian) itu bukan urusanku, dan sedikitpun aku nggak akan bertanggungjawab atas semua perbuatan maupun pemikiran kalian.
Read more…

Sudah Siapkah???

^*^*^

 

 

Assalamu alaikum…

 

Judul di atas muncul tiba-tiba semalam. Awalnya sempat mau aku jadiin tema ini sebagai tema FF, tapi, entah kenapa aku nggak mood nulis fanfic. Rasa-rasanya fanfic sekarang ini kurang menarik. Alhasil aku mau nulis tema ini sebagai suatu perenungan dan pemikiran yang in shaa Allah bisa berguna bagi banyak orang, terutama mereka yang masih muda dan unyu-unyu.

 

Sudah siapkah menikah? Itu sebenarnya tema tulisanku kali ini.

Terkadang orang menilai seorang gadis sudah pantas menikah ketika usianya sudah masuk 25 tahun ke atas, ada pula yang beranggapan bahwa seorang gadis yang sudah lulus SMA, sudah pantas menikah, tapi nggak sedikit pula orang yang setuju bahwa seorang gadis pantas menikah ketika sudah bekerja. Kalau cowok, biasanya yang jadi kriteria siap nikah itu kalau sudah kerja, punya rumah dan cukup umur. Masing-masing pendapat itu sah-sah saja kok, nggak ada larangan. Namun, yang seringkali dilupakan orang adalah, apakah mereka sudah siap? Bukan siap fisik ya, karena begitu seorang anak sudah akil-baligh maka dia sudah boleh menikah, bahkan jika usianya masih belia. Karena syarat menikah kan akil-baligh. Tapi karena anak yang masih belia itu jiwanya belum stabil, maka dianjurkan jangan menikahkan anak di usia terlalu muda.

 

Siap menikah dalam konteks ini juga bukan dari segi materi, jangan hanya bikin patokan, “ah, kan udah mapan, kerjaan udah bagus, gaji memadai, udah punya rumah, mobil…” dll, tapi yang jadi tolak ukur seseorang siap menikah atau tidak adalah kesiapan jiwa. Menikah itu bukan hanya tentang pesta megah dengan katering yang lezat, dekorasi yang wah, undangan banyak, dan sebagainya, dan menikah juga bukan hanya untuk menghalalkan hubungan intim, tetapi, menikah itu berarti menerima tanggung jawab yang luar biasa berat. Bagi seorang suami, dia dibebani tugas yang sangat sulit dan berat, yaitu sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

Read more…

I Want To Write You A Song

rapmon
*

Segerombolan gadis berkumpul di seberang lapangan, sedang mengobrol dan sesekali cekikikan centil. Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengawasi dari kejauhan. Kedua mata itu nyaris tak berkedip menatap sesosok gadis berambut sebahu yang dihiasi jepit rambut mungil di salah satu sisinya. Ketika gadis itu tersenyum bersama kawan-kawannya, si penatap rahasia ini pun ikut tersenyum seolah dirinya diajak bercanda.
Sebuah tepukan kasar mengejutkannya, “Namjoon, Jangan kelamaan menatapnya! nanti dia kena sial lho,” ucap orang itu dengan cengiran usil menghiasi wajahnya.
“Kalau yang ditatap itu kamu, sudah pasti siapapun bakal sial,” Namjoon mendengus kesal.
“Mau sampai kapan kamu mengawasi semua gerak-geriknya?”
“Kim Taehyung, aku bukan kamu yang bisa dengan gampangnya nembak cewek. Aku…” ucapannya menggantung ragu.
“Kamu kurang pede, ya?”
“Bukan. Tapi aku belum pantas untuknya,” gumam Namjoon lirih.

Read more…

Part Time Job

8d6726394d385ee4e322e295f36a10b6

Di kantin gue dan dua sobat kental gue, Hoseok dan Yoongi, duduk di meja melahap makan siang kami. Dua orang itu lagi heboh ngebahas tentang kerja sambilan. Gue yang sudah beberapa kali nyoba kerja sambilan, nggak ikut ngerumpi bareng mereka. Cukuplah gue menjadi pendengar aja.
Salah satu dari mereka nyadar kalau gue sudah pengalaman dalam kerja part time itu natap gue dengan penuh harap.
“Namjoon, lo kan udah beberapa kali kerja sambilan, bisa dong ngasih kita tips and trick buat nemuin kerjaan yang pas buat kita?” Yoongi mendadak kelihatan serius, dan Hoseok manggut-manggut penuh ekspektasi.
Gue sengaja lama-lamain nyeruput kuah ramyun. Biar gue makin ngerasa dibutuhin.
“Kim Namjoon! Nggak usah sok dibutuhin, deh,” sembur Hoseok dongkol. Gue hanya ngakak bahagia. Mereka memang sudah terlalu kenal gue.

“Tips and tricknya nggak susah, kok, guys,” kata gue sebelum minum jus jeruk buat ngilangin rasa pedas ramyun tadi, “lo berdua harus mau disuruh kerja apapun. Selama itu nggak ngelanggar norma-norma, lho. Lalu, kalian perlu nyari daya tarik dari pekerjaan yang mau kalian geluti.”
Yoongi dan Hoseok melongo. Sepertinya mereka nggak konek sama penjelasan gue.
“Diiyain aja, deh. Biar nggak kelamaan.” Kata Yoongi lesu.
Dan karena waktu belajar dimulai lagi, kami bertiga baik ke kelas masing-masing.

Read more…

A Little Something For You

min-yoongi-suga-suga-unicorn-and-kung-fu-panda-gdragon-38870037-500-333
Min Yoon Gi duduk termangu di halte bus, pikirannya mengembara ke beberapa tempat yang diharapkan akan memberinya sebuah ide bagus. Tenggelam dalam lamunannya, ia sampai tak sadar bahwa bus yang akan mengangkutnya menuju kampus baru saja berlalu dari hadapannya. Bagai disengat arus listrik, pemuda bertubuh mungil itu berdiri dan berlari mengejar bus itu. Untung saja sang sopir sempat melihatnya dari kaca spion dan segera menghentikan busnya.
Meski tak lupa untuk membungkuk sopan dan mengucap maaf serta terima kasih, Yoon Gi masih sempat diomeli si sopir, gara-gara ulahnya tersebut maka sopir bus itu melanggar aturan untuk tidak mengangkut penumpang yang tidak menunggu di halte.
Berkali-kali Yoon Gi meminta maaf kepada beberapa penumpang yang melihatnya dengan kesal.

Read more…