Aku Nggak Takut Sama Kalian (Basher), Tapi Aku takut sama Allah

***

 

 

Mulai sekarang, aku hapus semua postingan yang berisi pendapatku tentang beberapa isu yang ada dalam K-Pop. Seperti komentar panjang aku tentang BTS yang sudah jadi pion Illuminati, dan tentang segala hal yang mengkritik K-Pop. Aku lakuin ini bukan karena takut atau gerah sama komentar ganas dari para pembela boyband tersebut, tapi aku takut sama Hari Pertanggungjawaban di akherat nanti. Aku ogah banget ya diperhitungkan tulisan-tulisanku yang menggugah emosi banyak manusia berkepribadian kerdil sehingga nanti aku dihukum berat. Dosa aku udah banyak, dan semoga Allah mengampuni aku. Kurang kerjaan banget kan nambah-nambahin dosa hanya karena aku sedikit memberi peringatan.

 

Mulai detik ini aku berlepas diri dari kalian (Front Pembela K-Pop –plus konten illuminatinya-), karena apapun yang kalian lakukan (membela idola kalian, melindungi idola kalian, bahkan menghambakan diri pada idola kalian) itu bukan urusanku, dan sedikitpun aku nggak akan bertanggungjawab atas semua perbuatan maupun pemikiran kalian.
Read more…

Sudah Siapkah???

^*^*^

 

 

Assalamu alaikum…

 

Judul di atas muncul tiba-tiba semalam. Awalnya sempat mau aku jadiin tema ini sebagai tema FF, tapi, entah kenapa aku nggak mood nulis fanfic. Rasa-rasanya fanfic sekarang ini kurang menarik. Alhasil aku mau nulis tema ini sebagai suatu perenungan dan pemikiran yang in shaa Allah bisa berguna bagi banyak orang, terutama mereka yang masih muda dan unyu-unyu.

 

Sudah siapkah menikah? Itu sebenarnya tema tulisanku kali ini.

Terkadang orang menilai seorang gadis sudah pantas menikah ketika usianya sudah masuk 25 tahun ke atas, ada pula yang beranggapan bahwa seorang gadis yang sudah lulus SMA, sudah pantas menikah, tapi nggak sedikit pula orang yang setuju bahwa seorang gadis pantas menikah ketika sudah bekerja. Kalau cowok, biasanya yang jadi kriteria siap nikah itu kalau sudah kerja, punya rumah dan cukup umur. Masing-masing pendapat itu sah-sah saja kok, nggak ada larangan. Namun, yang seringkali dilupakan orang adalah, apakah mereka sudah siap? Bukan siap fisik ya, karena begitu seorang anak sudah akil-baligh maka dia sudah boleh menikah, bahkan jika usianya masih belia. Karena syarat menikah kan akil-baligh. Tapi karena anak yang masih belia itu jiwanya belum stabil, maka dianjurkan jangan menikahkan anak di usia terlalu muda.

 

Siap menikah dalam konteks ini juga bukan dari segi materi, jangan hanya bikin patokan, “ah, kan udah mapan, kerjaan udah bagus, gaji memadai, udah punya rumah, mobil…” dll, tapi yang jadi tolak ukur seseorang siap menikah atau tidak adalah kesiapan jiwa. Menikah itu bukan hanya tentang pesta megah dengan katering yang lezat, dekorasi yang wah, undangan banyak, dan sebagainya, dan menikah juga bukan hanya untuk menghalalkan hubungan intim, tetapi, menikah itu berarti menerima tanggung jawab yang luar biasa berat. Bagi seorang suami, dia dibebani tugas yang sangat sulit dan berat, yaitu sesuai dengan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
[at-Tahrîm/66:6]

Read more…

GREYSON CHANCE…. KYAAAAAAAAA… (fangirling mode on)

KYAAAAAAAAAAAA…..

 

Okay, I’m overreacting… but it’s worth it, isn’t it?

greyson-chancegreyson-chance-interview-2016-body-image-1463765622

Well, aku lagi naksir parah sama mantan bocah unyu ini, Greyson Chance. Penyanyi amrik jebolan youtube, yaa semacam Justin Bieber lah. Si bocah unyu ini sekarang udah 19 tahun, dan dia jadi cowok tinggi krempeng (yaaa, dia kan nggak berotot, jadi wajar kalau dibilang krempeng heheh), daaan suaranyaaaa woooy suaranyaaaa jadi aduhaaaaiiii aduh seksinya wkwkwkw. Aku tersedak-sedak waktu liat mvnya dan denger suaranya yang jauh banget dari suaranya beberapa tahun silam. Sekarang suaranya udah manly banget… cieee si Greyson udah jadi ssang namja nih yeeee. #colekpipiGreyson

Dahulu kala, pas Greyson baru terkenal, aku memang langsung suka ama dia. Suaranya oke, lagu-lagunya oke, aku sukanya yang Sunshine and City light sama Home Is In Your Eyes. So sweet. Dan aku sempat bertanya-tanya sih ke mana si Greyson ini. Ternyata dia hiatus gak bikin album selama tiga tahun kalau gak salah.

Tapi kayaknya dia masih bikin lagu selama ini, masik bermusik lah. Dan kampretnya lagi, aku baru ngeh buat ngestalk instagramnya, dan rupanya dia udah ber-IG-ria sejak empat tahun lalu, dan waktu itu aku masih teredan-edan ama EXO wkwkwkw.

Di IG nya itu kita bisa liat metamorfosisnya dari abg bau kencur hingga jadi mas-mas ganteng kayak sekarang LOL.

 

Dari EP yang berjudul Somewhere Over My Head ini aku sukaaaa banget sama title Afterlife dan Back on The Wall. Lirik lagu yang No Fear sama Hit & Run rada… mmmm… mature. Tapi enak sih. Hehehe.

Tapi ada yang bikin aku kecewa adalah di mv Back on The Wall itu dia nyeruput-nyeruput minuman keras dan ngerokok. Aduh, deeeek, moga aja itu cuma buat syuting mv aja ya, jangan ngerokok beneran deh, kasian paru-parumu yang ngedukung kelangsungan eksistensi dirimu di dunia yang fana ini. Dan dari lirik-irik lagunya yang dewasa ini, kesan yang aku dapat (kalau dia beneran nulis tentang kehidupannya) adalah Greyson nggak se’suci’ yang kita harapkan, if you know what I mean. Hehehe.

 

Well, apa mau dikata, it’s their lives, dan kehidupan mereka di sana memang kayak gitu. Jangankan di sana, di negara kita yang mayoritas muslim aja banyak banget kok yang rusak. Ya sudah lah, sing penting Greyson ganteng dan suarane apik. Sak liyane seje urusanku. Yo tho?

 

Sekian dulu info nggak penting saya ini… sampai ketemu di postingan random berikutnya…

 

Buh-baaaaiiiii

Nih kalau mau lihat mvnya…Greyson Chance – Back on The Wall

 

 

 

 

My Pet

Haaaiiii… long time ya nggak ngisi-ngisi blog ini. Maklum lah, kan kemarin baru sibuk lebaran bareng keluarga besar. Maaf lahir batin yaaa…

 

Beberapa hari yang lalu, aku dikasih dua kitten kece ini. Yang item ini namanya Conan dan sering dipanggil Coco. Bukan Coco Pinky tapiiii wkwkwk.

Conan ini berjenis kelamin jantan, dia itu manja banget, suka banget dielus-elus. Matanya kalau menatap tuh bikin iba. Mukanya ngenes. Hehe Umurnya hampir dua bulan.

DSC_0002

 

Nah, yang putih ini namanya MingMing. Dia betina. Kalau MingMing ini doyan makan dan lincah banget. Tapi nggak gemuk. Bulunya doang yang tebal. hahaha. menipu banget deh. Matanya MasyaAllah ya, biru terang gitu. Ini jenisnya himalayan kayaknya. unyu ya. 🙂

IMG-20160718-WA0003

 

Tapi dibalik kelucuan mereka, banyak banget orang yang apatis gitu sama peliharaan kesayangan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Pastinya kalian tahu dong kalau kucing itu dikenal sebagai inang favorit bagi parasit nyebelin yang namanya Toxoplasma.

Read more…

I Want To Write You A Song

rapmon
*

Segerombolan gadis berkumpul di seberang lapangan, sedang mengobrol dan sesekali cekikikan centil. Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengawasi dari kejauhan. Kedua mata itu nyaris tak berkedip menatap sesosok gadis berambut sebahu yang dihiasi jepit rambut mungil di salah satu sisinya. Ketika gadis itu tersenyum bersama kawan-kawannya, si penatap rahasia ini pun ikut tersenyum seolah dia diajak bercanda.
Sebuah tepukan kasar mengejutkannya, “Namjoon, Jangan kelamaan menatapnya, nanti dia kena sial lho,” ucap orang itu dengan cengiran usil menghiasi wajahnya.
“Kalau yang ditatap itu kamu, sudah pasti siapapun bakal sial,” Namjoon mendengus kesal.
“Mau sampai kapan kamu mengawasi semua gerak-geriknya?”
“Kim Taehyung, aku bukan kamu yang bisa dengan gampangnya nembak cewek. Aku…” ucapannya menggantung ragu.
“Kamu kurang pede ya?”
“Bukan. Tapi aku belum pantas untuknya,” gumam Namjoon lirih.

Read more…

Part Time Job

8d6726394d385ee4e322e295f36a10b6

Di kantin gue dan dua sobat kental gue, Hoseok dan Yoongi, duduk di meja melahap makan siang kami. Dua orang itu lagi heboh ngebahas tentang kerja sambilan. Gue yang sudah beberapa kali nyoba kerja sambilan, nggak ikut ngerumpi bareng mereka. Cukuplah gue menjadi pendengar aja.
Salah satu dari mereka nyadar kalau gue sudah pengalaman dalam kerja part time itu natap gue dengan penuh harap.
“Namjoon, lo kan udah beberapa kali kerja sambilan, bisa dong ngasih kita tips and trick buat nemuin kerjaan yang pas buat kita?” Yoongi mendadak kelihatan serius, dan Hoseok manggut-manggut penuh ekspektasi.
Gue sengaja lama-lamain nyeruput kuah ramyun. Biar gue makin ngerasa dibutuhin.
“Kim Namjoon! Nggak usah sok dibutuhin, deh,” sembur Hoseok dongkol. Gue hanya ngakak bahagia. Mereka memang sudah terlalu kenal gue.

“Tips and tricknya nggak susah, kok, guys,” kata gue sebelum minum jus jeruk buat ngilangin rasa pedas ramyun tadi, “lo berdua harus mau disuruh kerja apapun. Selama itu nggak ngelanggar norma-norma, lho. Lalu, kalian perlu nyari daya tarik dari pekerjaan yang mau kalian geluti.”
Yoongi dan Hoseok melongo. Sepertinya mereka nggak konek sama penjelasan gue.
“Diiyain aja, deh. Biar nggak kelamaan.” Kata Yoongi lesu.
Dan karena waktu belajar dimulai lagi, kami bertiga baik ke kelas masing-masing.

Read more…

Obrolan Ringan Tentang K-Drama

 
Beberapa minggu ini aku nonton beberapa judul K-Drama yang seru-seru. Diantaranya; Angry Mom, Remember, Reply 1988, Dr. Frost dan Sensory Couple (The Girl Who Sees Smells).

 

angry_mom-cp

Dari Angry Mom dulu deh. Aku iri sama Jo Kang Ja. Andai bodiku kayak dia, aku juga mau make seragam SMA lagi dan sekolah lagi. Seriusan, kejenuhan sebagai ibu rumah tangga bikin aku iri sama anak-anak sekolah. Sepusing-pusingnya mereka ngadepin tugas, ujian, dll, seenggaknya mereka hanya punya satu tanggungjawab, yaitu belajar.
Kalo ibu rumah tangga mah tanggungjawabnya seabrek. Bukan cuma ngelahirin dan ngurusin anak, tapi harus menjaga kehormatan dirinya dan suaminya, menjaga anak-anaknya agar nggak salah gaul, menjaga perasaan mertua dan ipar-ipar, belum lagi ngedidik anak baik itu ilmu agama, akhlak dan akademis. Dan tanggungjawabnya itu bukan di dunia tok, tapi nyampe ke akherat. Itulah salah satu alasan kuat kenapa para emak itu CEREWET. Karena bebannya berat banget. Selain ngurusin keluarganya, dia juga harus ngurusin dirinya sendiri. Itulah sebabnya Allah memuliakan para ibu dengan menyebut “surga berada di telapak kaki ibu”.
Tapi bagaimanapun juga, aku masih pengin sekolah lagi heheh. Sekolah buat ibu-ibu seharusnya dibikin ya? Aku yang pertama bakal daftar heheh

Nah, di Angry Mom ini awalnya rada ngebingungin. Kenapa si Jin Yi Kyeong dan Oh Ah Ran dibully dan diancam sama Go Bok Dong. Tapi mulai episode 2 dan 3, satu per satu semakin jelas. Konfliknya bagus, menitikberatkan pada korupsi besar-besaran demi kampanye capres. Aku kalau nonton yang kayak gitu, pasti kepikiran kampanye-kampanye politik di Indonesia. Pasti banyak pihak yang menghalalkan segala cara buat dapat dana kampanye. Kalau dari kampanyenya aja nggak jujur, lalu gimana kita mau percayain masa depan pemerintahan ini di tangan para pendusta? Maka jadilah apa yang terjadi saat ini. Kemelaratan merajalela. Kekurangan pangan. Kejahatan makin menjamur. Well, rusaknya dunia disebabkan karena rusaknya manusia. Relevan banget kan?

Karakter Park No Ah, si guru polos yang lemah, yang nggak disegani sama sekali itu ternyata bisa jadi contoh guru idaman yang dibutuhkan para murid. Guru yang begitu perhatian terhadap perilaku murid-muridnya. Mungkin kalau guru seperti itu dibudidayakan, kemungkinan besar acara tawuran antar pelajar dan kenakalan-kenakalan remaja lainnya bisa diminimalisir. Hanya sayangnya, negara ini kayaknya kurang merhatiin kesejahteraan guru. Beda banget sama negara-negara maju yang menjamin kesejahteraan tenaga pengajar. Di sini yang namanya guru, pasti masih nyari kerja tambahan, entah dengan jadi guru les privat atau dagang. Karena gajinya nggak mencukupi. Padahal guru merupakan tonggak keberhasilan suatu bangsa. Miris ya.
Karakter yang diperanin Baro B1A4, Hong Sang Tae, sebenarnya bikin iba. Dia dirusak oleh bapaknya sendiri. Kekurangan perhatian dan kelembutan ibunya, Sang Tae jadi anak yang egois dan sok berkuasa. Padahal dia rapuh banget. Dan Park No Ah nyadari hal itu. Dengan beberapa pendekatan, Sang Tae pun berhasil ditolong.

Read more…